KLAIM MALAYSIA : MENJATUHKAN HARGA DIRI BANGSA ATAU MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME

Dewasa ini, Malaysia kembali selalu mengklaim apa yang sebenarnya menjadi milik Indonesia. Sudah terlalu banyak milik Indonesia yang diklaim oleh negara yang mengaku masih saudara serumpun itu. Mulai dari makanan, lagu, tarian, berbagai kebudayaan lainnya bahkan keberadaan pulau yang berada disekitar perbatasan tak luput dari klaim negeri jiran tersebut. Meskipun banyak dari apa yang diklaim tersebut tetap menjadi milik ibu pertiwi, namun usaha Malaysia juga tidak sia-sia, negeri persemakmuran Inggris itu berhasil merebut Pulau Sipadan dan Ligitan dari jajaran kepulauan nusantara.

Lalu apa yang terjadi di tanah air setelah ada klaim Malaysia tersebut?. Pemerintah seolah tak berdaya, entah apa yang ada dibenak para petinggi negara tersebut, tidak ada tindakan tegas yang dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap Malaysia. Alasan saudara serumpun dan banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja disana, terutama sebagai TKI kelas menengah ke bawah menjadi penyebab utama Pemerintah selalu bersikap lembut terhadap ‘saudaranya’ itu. ”Macan Asia”, julukan yang dulu pernah tersemat di belakang nama Indonesia, kini seakan kehilangan taringnya. Ibu pertiwi mungkin meneteskan air mata melihat harga diri bangsanya dijatuhkan oleh saudara serumpunya itu.

Selanjutnya, yang tersisa dari ”kebaikan hati” pemerintah hanyalah sekelompok besar manusia yang kita sebut rakyat. Rakyat menjadi pihak yang paling aktif menentang klaim-klaim dari Malaysia. Banyak tindakan yang dilakukan rakyat Indonesia, mulai dari perang kata-kata dalam dunia maya hingga melahirkan julukan-julukan baru bagi Malaysia menjadi negara Malon, Malayshit dan Malingsia atau Malingsial. Upaya lain diambil melalui kreatifitas lagu yang menyindir klaim-klaim Malaysia. Jalur keraspun ditempuh dengan cara membakar bendera negeri jiran tersebut, hingga yang paling parah demo-demo dijalan untuk mengajak pemerintah segera menyatakan perang dengan negara serumpun itu, yang lebih dikenal dengan seruan ”Ganyang Malaysia”. Tapi bukankah itu semua merupakan perwujudan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang ternyata masih sangat tinggi.

Klaim-klaim dari Malaysia dinilai semakin menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Bahkan beberapa pihak berpendapat Indonesia perlu berterima kasih kepada ‘saudaranya’ itu karena telah membangkitkan kembali jiwa nasionalisme yang mungkin telah lama hilang. Sebelumnya, siapa yang perduli dengan kebudayaan seperti wayang, reog ataupun tari-tarian daerah. Semua itu dianggap sesuatu yang kuno dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang ”ketinggalan jaman”. Begitu juga dengan batik, yang dulu hanya digunakan sebagai seragam sekolah setiap hari rabu atau kamis. Tidak ubahnya dengan keris, rendang dan lagu-lagu daerah yang dinilai bukan merupakan hal yang penting.

Terlebih lagi dengan pulau-pulau ataupun wilayah-wilayah yang terletak di dekat perbatasan kedua negara. Banyak pemukiman yang lebih mendapatkan fasilitas dari Malaysia dibanding negaranya sendiri, Indonesia. Pulau-pulau tak terurus bahkan disertai isu-isu penjualan pulau oleh pejabat setempat. Alhasil Malaysia berhasil mendapat Pulau Sipadan dan Ligitan melalui perundingan di Mahkamah Internasional. Pulau-pulau yang dulu disebutkan tidak diurus oleh Indonesia itu bahkan sempat menjadi nominasi ”New7Wonder of Nature” di bawah pengurusan Malaysia.

Namun kini semua berubah. Setiap daerah berlomba-lomba melestarikan kebudayaannya. Bahkan hampir semua kebudayaan didaftarkan di Departemen Hukum dan HAM agar mendapatkan perlindungan. Masyarakat juga semakin mencintai setiap kebudayaan di daerahnya. Kini semua lebih dihargai dan mulai dikembangkan hingga ke luar negeri agar dunia tahu bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat besar. Alhasil kepedulian masyarakat terhadap budayanya menjadi sangat tinggi.

Namun, ada hal yang terlupakan dari semua peristiwa yang terjadi ats klaim Malaysia ini. Hal ini adalah pendapat rakyat Malaysia tentang apa yang dilakukan negaranya. Karena saat rakyat Indonesia berseru “Ganyang Malaysia”, maka rakyat Malaysia jugalah yang akan menanggungnya. Mengutip perbincangan seorang teman Indonesia bernama Juwita dengan seorang Malaysia pada sebuah blog, ia berhasil mengetahui pendapat rakyat Malaysia atas klaim-klaim negaranya terhadap budaya Indonesia. Berikut ini pendapatnya :

Disini kita bukan mahu benci Indonesia tetapi hentikan propaganda dan fitnah ini. Budaya tidak buleh di claim oleh negara tetapi oleh bangsanya..kami di Malaysia ramai keturunan org Minang, jawa, Bugis, etc dan tak hairan jika kita ada batik, rendang, dan sebagainya. Kenapa susah mahu diterima. Itu sahaja. Kalian patut bangga kerana kami tidaklupa asal usul mahupun me-modifykannya.

Contoh:

Singapura..kenapa negara CHINA tidak claim mereka curi budaya mereka seperti Lion dance, dragon dance, tang long, mee sup, etc itu mereka punya? Ini kerna mereka tahu itu bangsa mereka juga…

Sama seperti org2 Spanish seperti Pueto Rico dan Cuban tidak tuduh Filipino SALSA milik mereka? kenapa nama orang-orang Filipina ada persamaan seperti orang latin seperti Santiago? Check history Filipina!

TANGO asal dari Argentina dan Uruguay tetapi kini sudah ada Finnish tango (Finland yg bukan etnik Latin / Spanish). Tetapi mereka (Argentina / Uruguay) tidak pun mengata mereka mencuri tetapi lagi suka kerna ia diperluaskan lagi. Dan pula kenapa Argentina dan Uruguay tidak bertekak TANGO milik sapa? kerana mereka tahu bangsa mereka adalah sama. Negara je lain.

TACO, yg kini menjadi Mexican traditional dish pada asalnya ia diperkenalkan oleh org Eropah yg berhijrah ke Mexico pada masa dahulu. Kini India pun ada Taco India. kenapa tidak di claimnya sedang India jauh sekali banding ngan Latin. Kenapa tak mereka kata India curi makanan mereka?

ASADO – traditional dish for Argentina, Uruguay, Paraguay dan Chile. Kenapa tak ada sesiapa bilang or tuduh mencuri cara masakan ini? Di Brasil, Asodo di gelar churrasco n mexico gelarnya parrilladas. Di Filipina pun ada Chinese Asado. Kenapa Indonesia sering nak tuduh? Kita patut bangga kerana budaya kita di perluaskan.

RUMBA asal dari Cuba but also di bawa oleh orang-orang di Columbia. Kenapa Cuba tak ganyang Columbia?

CHA-CHA-CHA dance juga asal dari Cuba dan kemudian seorg dari UK hijrah ke sana pd tahun 1952 dan modify Cha Cha Dance kepada split 4th beat dan di expose kedalam ballroom dancing Cha-Cha..Cuba tidak tuduh pun UK mencuri. Bangga lagi ada sebab di perluaskan lagi.

MARAKA atau rumba shaker adalah alat musik dari native Puerto Rico, Cuba, Venezuela and several nations of the Caribbean and Latin America. Kenapa tak ada 1 negara yg mengaku mereka punya? Ini kerna mereka tahu mereka (Latin / Spanish) adalah bangsa yg sama. Kenapa Indonesia tak buleh terima hakikat Malaysia bangsa yg sama juga dan oleh sebab itu tarian, makanan dan budaya nya sama.

Lalu bagaimana sikap kita selanjutnya atas pandangan Malaysia tersebut. Haruskah kita berbagi kebudayaan dengan ‘Saudara Serumpun’ kita itu? atau kita tetap mencoba mengembangkannya sendiri sebagai “budaya asli Indonesia” ?

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
KLAIM MALAYSIA : MENJATUHKAN HARGA DIRI BANGSA ATAU MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME, 8.0 out of 10 based on 1 rating
Share

There Are 6 Responses So Far. »

  1. MALAYSIA . . . . . .

    [CENSORED] . . . . . . . . . . . .

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. sejujurnya saat ini, negara kita adalah negara yang LEMAH, karena pemerintah kita tidak punya keberanian dan wibawa di depan mata rakyatnya sendiri (bayangkan, bagaimana dengan pandangan masyarakat luar bila masyarakat sendiri saja demikian)…

    ingat, saat malaysia berulah,Ir. Soekarno pada dekade 1960an menggalakkan gerakan

    “MARI MENGGANJANG NEO KOLONIALISME MALAYSIA”

    itulah pemerintahan periode EMAS Indonesia…
    pemerintahan yang berani, punya martabat, dan punya harga diri

    TNI lawan “tentara diraja + SAS”
    Indonesia jadi disegani oleh bangsa2 luar, dan bangsa barat jadi gentar oleh kekuata Indonesia

    pemerintah seharusnya tidak hanya diam saat kebudayaan bangsa INDONESIA disetubuhi secara terang2an oleh orang-orang malaysia.

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  3. ganyang malaysia

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  4. itu kan soal budaya,
    klo soal pulau, pndapat mereka kira2 gmn ya?

    kita itu dianggap bodoh, miskin, sama malaysia, karena banyak TKI di sana, etc..
    padahal gak juga..
    mreka memandang indonesia cuma dari satu sisi, coba mreka liat indonesia dri sudut lain,..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  5. saat ini ita memang sedang kehilangan taring karena pemerintah yang kurang tegas. Tapi bukan berarti kita ga bisa menunjukkan kalau kita bukan bangsa yang besar. Dengan karya-karya terbaik anak negeri, Indonesia akan menjadi bangsa yang kembali disegani…

    Lakukan dengan Karya….

    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
    VN:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  6. negara malaysia yang satu ini memang sudah gak jelas, gak berbudaya, gak berakal. Gila saja… sudah klaim kiri kanan atas bawah, kebudayaan, pulau, sampai sekarang klaim makanan pula aduh… sampai saya mati ketawa lihat kegiatan pemerintah Malaysia ini bikin malu benar… memang sudah sepantasnya di sebut sebagai “PENCURI SEBENARNYA ASIA“

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image