Langkah-langkah menggunakan ms project

Manajemen Proyek

Sebelum kita menggunakan Microsoft Project untuk mengelola proyek kita harus terlebih dahulu mengetahui tentang manajemen proyek. Manajemen proyek sebenarnya dua kata yang pengertiannya berbeda. Definisi manajemen sendiri cukup banyak manajemen, namun pada dasarnya manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan dan pengawasan suatu usaha untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, mengendalikan, mengarahkan, mengawasi dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang ada untuk mencapai suatu tujuan. Proyek sendiri secara umum dapat diartikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan tertentu yang dibatasi oleh ruang dan waktu Dengan demikian manajemen proyek adalah penerapan fungsi manajemen yang dilakukan secara sistematis pada proyek tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien sehingga tujuan akhir proyek tepat sasaran dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Oleh karena itu, karena proyek ini sifatnya berkelanjutkan dan melibatkan sumberdaya yang ada, baik dalam suatu organisasi maupun dari luar organisasi, maka diperlukan suatu aplikasi yang mampu menangani hal tersebut. Salah satu aplikasi yang handal dan mampu untuk menjawab tantangan tersebut adalah Microsoft Office Project 2007.


Microsoft Project
Microsoft Project merupakan suatu alat bantu atau tools yang menduduki peringkat pertama sebagai alat bantu dalam mendukung manajemen proyek. Hal ini merupakan implikasi dari kehandalan software aplikasi tersebut menangani manajement proyek.
MS Project adalah merupakan tools yang dapat membantu peyusunan perencanaan dan pemantauan jadwal suatu proyek. Tools tersebut sangat membantu dalam perhitungan jadwal suatu proyek secara terperinci kegiatan demi kegiatan yang merupakan keluaran dari Microsoft.
MS. Project membatu melakukan perencanaan dan dan pemantauan terhadap penggunaan sumberdaya. Aplikasi tersebut juga dapat mencatat kebutuhan tenaga kerja pada setiap sektor kegiatan, mencatat jam kerja para pegawai, jam lembur, dan perhitungan pengeluaran biaya tenaga kerja pada beberapa kegiatan. Tools ini juga dapat menyajikan laporan pada setiap posisi sesuai perkembangan yang terjadi pada proyek.

Controlling
Salah satu fase dalam siklus manajemen adalah fase pengontrolan. Fase pengontrolan merupakan fase untuk memonitor dan mengontrol kemajuan proyek, Intensitas pencatatan sangat tergantung dari tingkat kerumitan dan besar kecilnya suatu proyek.
Pencapaian sasaran yang telah ditetapkan tidaklah cukup hanya dengan organisasi dan kepemimpinan yang handal serta motifasi bekerja yang tinggi. Tanpa disertai dengan pengawasan dan pengendalian, maka mustahil proyek dapat berjalan dengan baik.
Tujuan pengawasan dan pengendalian adalah memantau, mengkaji mengadakan koreksi, dan membimbing agar yang telah ditetapkan bisa terlaksana sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan proyek berlangsung dengan sangat cepat sehingga bila tidak dilakukan pengawasan dan pengendalian yang cukup akan mengakibatkan terjadinya penyimpangan yang sulit untuk diperbaiki. Sistem pengendalian yang realistis perlu dilengkapi dengan metode yang dapat segera memberikan petunjuk atau mengungkapkan adanya penyimpangan (varian).

Penyimpangan
Mengidentifikasi penyimpangan berarti menganalisa data-data pelaporan pelaksanaan kegiatan pada waktu tertentu dan membandingkannya dengan yang telah direncanakan. Pewrbedaan pada jadwal berarti penyimpangan terhadap waktu, sedangkan perbedaan terhadap biaya berarti penyimpangan terhadap anggaran. Macam penyimpangan yang sering ditemui dalam melaksanakan proyek adalah :
Penyimpangan waktu terhadap jadwal
Penyimpangan biaya terhadap anggaran.
Tanggal mulai terhadap rencana.
Tanggal selesai terhadap rencana.
Jumlah sumber daya terhadap anggara.

Konsep nilai hasil
Selain dapat menunjukkan prestasi kegiatan, earned value concept dapat pula memperkirakan keadaan masa depan proyek. Proyeksi masa depan proyek merupakan informasi yang sangat berguna bagi pengelolaan maupun pemilik, karena dengan informasi tersebut dapat disusun langkah-langkah selanjutnya. Konsep nilai hasil atau earned value consept adalah menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan kegiatan yang telah diselesaikan.

Mengitegrasi Anggaran dan Jadwal
Metode kurva S bertujuan mengetahui nilai kegiatan yang telah diselesaikan. Dengan demikian, tercermin kemajuan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan dalam kontrak. Berbeda dengan metode earned value yang mengidentifikasi antara biaya yang dikeluarkan dengan yang direncanakan. Metode tersebut memadukan unsur-unsur prestasi, biaya, dan jadwal.
Analisa dengan metode tersebut memerlukan indikator-indikator sebagai berikut:
ACWP (Actual Cost of Work Performance) yaitu jumlah biaya yang sesungguhnya terpakai untuk kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.
BCWP (Bubgeted Cost of Work Performance) yaitu jumlah anggaran yang yang senilai untuk kegiatan yang telah dilaksanakan.
BCWS (Bubgeted Cost of Work Scheduled) yaitu anggaran yang direncanakan untuk kegiatan yang dilaksankan.

Analisa Penyimpangan Jadwal dan Biaya
Melalui indikator di atas, kinerja pengelolaan biaya dan jadwal dapat diklsifikasikan sebagai berikut:
Perbedaan Jadwal (Schedule Variance), SV = BCWP-BCWS
Schedule Variance = 0, proyek tepat waktu
> 0, lebih cepat
< cv =” BCWP-” variance =” 0,”> 0, biaya lebih kecil/hemat
< spi =” BCWP/BCWS” spi =” 1,”> 1, proyek lebih cepat
< cpi =” BCWP/ACWP” cpi =” 1,”> 1, biaya proyek lebih kecil
< etc =” (BAC-BCWP)/CPI”>Mempercepat Waktu Penyelesaian
Waktu yang disediakan oleh pemilik proyek terkadang sangat terbatas. Hal tersebut dikarenakan keterlambatan dalam perencanaan atau keperluan mendesak untuk segera menyelesaikan poroyek. Hal lain bisa karena perubahan situasi pasar. Setelah kegiatan berlangsung beberapa waktu, pemilik ingin mempercepat penyelesaian proyek agar produksi yang dihasilkan dapat mengisi pasar mendahului saingannya. Kekurangan waktu juga dapat terjadi karena kendala-kendala lapangan.

Percepatan Jadwal
Untuk dapat menyelesaikan proyek dengan waktu yang tersedia, jadwal pelaksanaan pada kegiatan-kegiatan yang berada pada lintasan kritis perlu dipercepat. Cara terbaik untuk mempercepat selesainya suatu kegiatan adalah dengan menambah sumber daya sehingga produktivitas perharinya meningkat. Akan tetapi keterbatasan sumberdaya seringkali menjadi hambatan yang sangat serius. Ada beberapa langkah yang diambil untu dapat mempercepat proyek tanpa menambah sumberdaya yang telah ada.
- Tanpa Tambahan Biaya
Untuk dapat menyelesaikan kegiatan lebih cepat, biasanya biaya tambahan yang dibutuhkan lebih besar dari harga standar. Akan tetapi ada beberapa cara/kiat untuk mempercepat jadwal proyek tanpa menambah biaya, yaitu mengatur kembali jadwal yang terlambat.
- Kegiatan Tumpang Tindih
Setiap kegiatan di dalam proyek memiliki hubungan ketergantungan, dimana sebuah kegiatan tidak berarti bila tidak bermanfaat bagi kegiatan lainnya. Penghubung tugas memerlukan hubungan mulai – selesai (finish to start) antar tugas yang dipilih. Jika suatu kegiatan selesai, kegiatan berikutnya bisa dimulai. Akan tetapi aturan dasar tersebut akan banyak menghabiskan waktu. Pemendekan waktu dapat dilakukan dengan penumpukan kegiatan sehingga akan mempercepat waktu tunggu dimulainya suatu tugas. Usaha menyusun kembali urutan kegiatan yang mengikuti logika ketergantungan akan dipermudah dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan berkut:
Kegiatan apa yang harus dimulai terlebih dahulu
Kegiatan apa yang berikutnya akan dikerjakan
Adakah kegiatan-kegiatan yang dapat berlangsung sejajar
Pelukah kegiatan tertentu menunggu kegiatan yeng lain.

-Memutus atau Memindahkan Hubungan Ketergantungan.
Hubungan ketergantungan antar kegiatan terkadang juga berdasarkan pemanfaatan tenaga kerja bukan secara teknis. Hubungan ketergantungan yang demikian dapat diputuskan atau memindahkannya apabila ketergantungan tersebut dapat menyebabkan keterlambatan.

- Saling Tukar Tenaga Kerja
Penambahan tenaga kerja pada kegiatan yang berada pada lintasan kritis dapat mempercepat selesainya proyek. Akan tetapi, keterbatasan tenaga kerja selalu menjadi kendala. Cara lain untuk menambah tenaga kerja pada kegiatan lintasan kritis adalah dengan mengambil atau memindahkan tenaga kerja yang berada pada kegiatan yang tidak kritis. Akibat hal tersebut, kegiatan yang dipindah tenaga kerjanya menjadi tertunda. Selama kegiatan tersebut tertunda dalam batas waktu luang (free float) tidaklah menjadi masalah. Metode saling tukar tenaga kerja dapat dipakai bila tenaga kerja yang dipertukarkan memiliki keahliah yang sama. Akan tetapi bila keahliannya berbeda, mereka tidak dapat dipertukarkan.

- Membeli Waktu dengan Biaya
Kegiatan-kegiatan dapat diselesaikan dengan biaya normal dan waktu normal pula, Jika ingin diselesaikan dengan waktu dipercepat, maka biaya akan meningkat. Proses mempercepat waktu dikenal dengan cresh program. Cara tersebut dapat dilakukan apabila penambahan jumlah sumber daya ( tenaga kerja, material,peralata,biaya) tidak menjadi kendala.

- Penambahan Sumber Daya Berkualitas
Penambahan sumber daya yang kualitasnya lebih baik dapat mempercepat waktu kegiatan, namun biaya penggunaan sumber daya tersebut berbeda dengan biaya sumber daya yang normal. Prosedur untuk mempersingkat waktu dengan penambahan sumber daya adalah sebagai berikut:
Tentukan lintasan kritis yang sangat berpengaruh terhadap waktu akhir proyek
Tentukan biaya normal masing-masing kegiatan
Menghitung penambahan (slope) masing-masing kegiatan
Mempercepat kegiatan pada lintasan kritis yang penambahan biayanya paling murah

Penambahan Waktu Kerja atau Lembur
Penambahan tenaga kerja seringkali menjadi hambatan. Hal tersebut disebabkan sulitnya mencari tenaga kerja yang terampil atau sesuai dengan kebutuhan. Keterbatasan ruang kerja untuk menyelesaikan kegiatan juga mengakibatkan tidak efektifnya penambahan tenaga kerja. Metode yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan proyek adalah dengan penambahan jam kerja atau lembur, dimana penurunan kinerja dan penambahan biaya tenaga kerja pada penambahan waktu tetap ditoleransi.
Pelaksanaan metode lembur harus terlebih dahulu memenuhi kriteria-kriteria berikut:
- bersedianya pekerja untk lembur
- adanya ijin dari owner/pemilik proyek
- tersedianya sarana untuk melaksanakan kerja lembur
LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN MS. PROJECT
Memulai Ms. Project

1. Pada Taskbar, klik Start, menu start akan ditampilkan.
2. Pada menu Start, pilih programs, lalu klik Microsoft Project.

MEMBUKA FILE PROYEK
1. Pada LOOK IN, pastikan lokasi file yang akan Anda buka.
2. Klik dua kali pada nama file yang akan Anda buka.

MENGAKHIRI MICROSOFT PROJECT
1. Apabila Anda telah selesai merencnakan suatu jadual, andan dapat menyimpannya dengan atau tanpa Baseline, Klik FILE, SAVE AS, tentukan pada Direktori mana file akan disimpan pada SAVE IN, dan beri nama file pada kotak FILE NAME.
2. Klik FILE, EXIT, atau klik tanda silang pada pojok kanan atas layar Anda.

MENYUSUN DAFTAR KERJA

Anda selanjutnya akan diarahkan untuk menyusun daftar pekerjaan, mulai dari memasukkan tanggal mulai proyek hingga menghubungkan pekerjaan.

MENENTUKAN TANGGAL MULAI PROYEK

1. Aktifkan lembar kerja Microsoft Project, Pada menu PROJECT, KLIK PROJECT INFORMATION.

2. Ketik tanggal dimulainya Proyek pada kotak START DATE, kemudian klik OK.

MENYUSUN DAFTAR PEKERJAAN DAN WAKTU DURASI

Setelah menentukan tanggal mulai suatu pekerjaan, selanjutnya menyusun daftar pekerjaan (task name).
MENGELOMPOKKAN PEKERJAAN
Hal ini disebut outlining agar lebih mudah menganalisa dan mengubah tugas menjadi rincian (Sub Task). Untuk itu yang Anda lakukan adalah :
1. Lakukan pengeblokan baris pekerjaan yang akan di-outlining, misalkan baris 2 sampai 4.
2. Klik Menu PROJECT, OUTLINE, INDENT, atau klik icon INDENT (), sehingga baris ke 1 tampak tercetak tebal yang disebut Summary Task. Sedangkan baris 2 sampai 4 agak masuk kedalam disebut Subtask. Apabila Anda melakukan kesalahan dalam melakukan pengelompokan pekerjaan, kebalikan dari INDENT adalah PROJECT, OUTLINE, OUTDENT. Sebagai latihan, lakukan hal yang sama untuk daftar pekerjaan berikut ini :
3. Klik menu TOOLS, OPTIONS, VIEW, SHOW OUTLINE NUMBER jika ingin menampilkan atau menyembunyikan simbol (bullet) click menu Project, Outline, Show/Hide Outline Symbols.

MEMBUAT HUBUNGAN ANTAR TUGAS

Jika kita ingin menghubungkan antar pekerjaan dapt meng-klik ICON LINK dan jika ingin memutus klik icon UNLINK. Dalam susunan pekerjaan, pekerjaan membuat lantai kerja dapat dilakukan setelah pekerjaan menggali tanah. Dalam hal ini pekerjaan menggali tanah disebut predecessor dari pekerjaan membuat lantai kerja.
Dalam MS Project ini dikenal adanya 4 hubungan tugas, yaitu :
a. FS = Finish to Start , artinya pekerjaan B baru dapat dimulai setelah pekerjaan A selesai (jika urutan pekerjaannya A – B)
b. FF = Finish to Finish, artinya pekerjaan A dan B harus selesai bersamaan.
c. SS = Start to Start, artinya pekerjaan A dan B dimulai secara bersamaan.
d. SF = Start to Finish, artinya pekerjaan A baru dapat diakhiri jika pekerjaan B sudah dimulai.

LAG TIME DAN LEAD TIME

Ketika masing-masing pekerjaan dihubungkan adakalanya terdapat tenggang waktu, artinya setelah pekerjaan A selesai 3 hari kemudian pekerjaan B baru dapat dimulai. Tenggang waktu pekerjaan ini terdiri dari 2 macam, yaitu :
- Lag Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan positif, yang ditulis setelah penentuan hubungan pekerjaan, contohnya : 6FS+2.
- Lead Time, yaitu tenggang waktu dalam bentuk bilangan negatif, yang ditulis setelah penentuan hubungan pekerjaan, contohnya : 6SS-3.
Kemudian tentukanlah hubungan pekerjaan dan tenggang waktu sesuai daftar berikut ini :

SUMBER DAYA DAN BIAYA

Nama pekerjaan, waktu mengerjakan, hingga hubungan pekerjaan telah dibahas pada penyusunan daftar kerja. Pada bagian ini akan dibahas cara menentukan Sumber Daya (Tenaga Kerja / Peralatan) dan hubungannya pada tanggal selesai serta biaya-biaya yang diperlukan, baik biaya tidak tetap (resource cost) yaitu berupa gaji karyawan ataupun sewa pwralatan dan biaya tetap (fixed caost) yang merupakan biaya material yang diperlukan.

MEMBUAT RESOURCE SHEET

Yang dimaksud dengan resource sheet adalah daftar tenaga kerja atau daftar peralatan yang tersedia. Untuk membuatnya, Anda dapat melakukan hal berikut ini :
1. Klik menu VIEW, RESOURCE SHEET, atau klik Resource Sheet pada View Bar sisi kiri tampilan, lalu masukan data sebagai berikut :
Catatan : untuk mengganti satuan dari $ ke Rp, klik TOOLS, OPTIONS, VIEW, ganti tanda $ yang terdapat pada kotak symbols menjadi Rp dan jumlah desimal 2 pada Decimals Unit diganti menjadi 0 (nol), klik OK.
2. Kembali ke lembar kerja dengan mengklik VIEW, GANTT CHART agar dapat menempatkan Sumber Daya ke masing-masing pekerjaan.
3. Klik icon ASSIGN RESOURCES atau klik menu PROJECT, TASK INFORMATION, pastikan pada view RESOURCES lalu sesuaikan data berikut ini :

MENGISI BIAYA TETAP (FIXED COST)

Yang dimaksud dengan biaya tetap adalah perhitungan bahan / material yang digunakan dalam suatu task/pekerjaan. Sebagai contoh dalam melakukan pekerjaan cor pondasi dibutuhkan berbagai material seperti penyekat, paku, bekisting, pasir, semen, batu, dan lain-lain. Karena kompleksnya unsur yang mempengaruhi biaya tetap, maka biaya tetap dilakukan diluar MS Project, misalnya MS Excel, sehingga biaya yang dikeluarkan adalah biaya yang telah melalui proses perhitungan secara pasti. Selain itu pada umumnya biaya tetap tidak mempengaruhi cepat atau tidak selesainya suatu pekerjaan. Berikut ini cara mengisi biaya tetap :
1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART.
2. Klik menu VIEW, TABLE, COST maka di layar akan tampak tampilan sebagai berikut :
3. Ketik biaya tetap pada kolom FIXED COST sesuai task name berikut ini :
Berikut ini adalah kolom-kolom yang terdapat pada tabel fixed cost:

- Fixed Cost Accrual menentukan bentuk pembayaran biaya tetap, apakah pada saat dimulai (start), pembayaran berkala / diangsur (prorated), atau setelah pekerjaan selesai (end). Dalam contoh diatas pekerjaan instalasi diganti dengan end karena merupakan pekerjaan borongan.
- Total Cost = Fixed Cost +Resource Cost (gaji kali jam kerja). Contoh perhitungan Total Cost :
- Pembersihan lokasi =15000 + (1000 x 16), dimana 15000 adalah fixed cost, 1000 adalah upah pembantu per jam, dan 16 adalah lama mengerjakan pembersihan lokasi dalam satuan jam.
- Membuat gudang = 200000 + (128/2 +1500 +128/2 x 1000), dimana 200000 adalah fixed cost, 128 adalah waktu membuat gudang dalam satuan jam, 2 adalah jumlah tenaga yang mengerjakan yaitu tukang kayu dan pembantu, 1500 adalah upah tukang kayu per jam, dan 1000 adalah upah pembantu per jam.
- Baseline = Total Cost apabila disimpan dalam Baseline dan menjadi kontrol pengeluaran biaya (dibahas selanjutnya)
- Actual =adalah biaya nyata yang secara otomatis terjadi karena hasil tracking (dibahas selanjutnya)
- Remaining = sisa biaya yang masih diperlukan (Total Cost – Actual Cost)

KONFLIK DAN KALENDER KERJA

Pada bagian ini akan dibahas mengenai cara mengatasi konflik akibat kelebihan alokasi pekerjaan da kekurangan tenaga kerja, juga kalender kerja. Dikenal 2 kalender kerja yaitu Base Calendar dan Resource Calendar (kalender kerja yang berlaku untuk sumber daya tertentu). Apabila kalender kerja telah diterapkan maka besar kemungkinan akan terjadi masalah, dan Anda sebagai manajer proyek akan lebih mudah mengatasinya dengan program ini.

MENYUSUN KALENDER KERJA
1. Klik menu TOOLS, CHANGE WORKING TIME di layar akan tampak seperti berikut ini :
2. Pastikan kalender yang aktif adalah kalender standard, lalu klik NEW sehingga layar akan tertampil :
3. Ketik nama Base Calendar, misalnya : MEI 2009 lalu klik OK dan pastikan penanggalan yang aktif adalah bulan Mei 2009.
4. Klik OPTIONS, tentukan hari pertama (WEEK STARTS ON) hari Senin (Monday), jam kerja 1 minggu (HOURS PER WEEK) 48 jam, klik OK.
5. Blok huruf nama-nama hari (M T W Th F S), klik WORKING TIME karena hari kerja adalah hari Senin sampai dengan Sabtu, lalu klik pada salah satu kotak tanggal.
6. Tentukan hari libur nasional dengan meng-klik NON WORKING TIME pada tanggal dan bulan.
7. Tentukan resource calendar (jam kerja khusus) untuk Tukang Ledeng yang hanya bekerja hari Senin, Rabu, Jumat jam 09:00 – 12:00 PM dan Tukang Listrik hanya bekerja pada hari Senin, Selasa, Jumat jam 10:00 AM – 01:00 PM.
8. Klik OK untuk mengakhiri penentuan kalender kerja.

MENYESUAIKAN KALENDER KERJA

1. Klik menu VIEW, RESOURCE SHEET.
2. Pastikan aktif di baris petama BASE CALENDAR sehingga tampak muncul tanda lalu ganti semua base calendar standard menjadi MEI 2009, kecuali Tukang Ledeng diganti dengan resource calendar TUKANG LEDENG dan Tukang Listrik diganti menjadi TUKANG LISTRIK.
3. Jika ingin menampilkan total jam kerja :
a. Berdasarkan Task Name : klik VIEW, GANTT CHART, VIEW, TABLE, USAGE.
b. Berdasarkan Resources Name : klik VIEW, RESOURCE USAGE, atau klik VIEW, MORE VIEWS, RESOURCE FORMS, APPLY, lalu klik NEXT untuk melanjutkan menampilkan berdasarkan resources name lainnya.

MENAMPILKAN PEKERJAAN KRITIS

Pekerjaan kritis adalah pekerjaan yang berpengaruh terhadap tanggal selesai proyek, jika pekerjaan ini terlambat maka akan mempengaruhi pekerjaan lainnya, begitu pula tanggal selesai proyek secara keseluruhan.

Berikut ini cara menampilkan pekerjaan kritis :

1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART, VIEW, TABLE, ENTRY.
2. Klik menu FORMAT, TEXT STYLES sehingga di layar akan tampak kotak dialog text styles.
3. Klik tanda  pada kotak ITEM TO CHANGE lalu klik CRITICAL TASKS.
4. Klik ITALIC untuk cetak miring dari FONT STYLE, lalu klik  COLOR, pilih BLUE untuk memilih warna biru, OK.
Perhatikan tampilan Gantt Chart, pada kolom task name terdapat task berwarna biru tercetak miring.

MENAMPILKAN LINTASAN KRITIS

1. Klik Icon GANTT CHART WIZARD atau klik menu FORMAT, GANTT CHART WIZARD, lalu akan muncul kotak dialog Gantt Chart Wizard, klik NEXT, kemudian layar akan tampak seperti ini :

MENGATASI KONFLIK KEKURANGAN TENAGA

Untuk mengatasi konlik terdapat 2 cara, yaitu cara MANUAL yang terdiri dari dari :
1. Mengurangi jumlah resource pada task yang mengalami konflik.
2. Menambah jumlah resource yang kurang pada tanggal terjadinya konflik.
3. Menggantikan resource yang kekurangan dengan resource lain.
4. Melemburkan resources pada hari liburnya.
5. Menggeser jadual Task yang mengalami konflik.
6. Mengubah hubungan antar task.
7. Alternatif cara manual diatas dapat dilakukan secara langsung dari Gantt Chart dengan memperhatikan prioritas penyelesaian pekerjaan.

BASELINE & TRACKING

Gambaran pelaksanaan proyek/pekerjaan telah tercapai setelah berhasil menyusun daftar kerja (task name) yang dilengkapi dengan waktu (durasi), hubungan pekerjaan (predecessor), dan siapa yang akan mengerjakan, serta telah teratasinya pekerjaan kritis dan konflik maka selanjutnya adalah menetapkan rencana kerja tersebut sebagai perbandingan yang disebut BASELINE dengan realitas pekerjaan yang disebut TRACKING.

MEMBUAT BASELINE

Baseline dapat dilakukan untuk seluruh pekerjaan atau sebagian pekerjaan yang telah disetujui. Dan jadual akan menjadi acuan / potret sementara jadual yang akan menjadi pembanding apabila terjadi perubahan rencana. Pada contoh ini akan dibuat baseline untuk seluruh pekerjaan.
1. Aktifkan Gantt Chart dengan meng-klik menu VIEW, GANTT CHART.
2. Klik menu TOOLS, TRACKING, SAVE BASELINE, akan tampak tampilan sebagai berikut :
3. Pastikan aktif SAVE BASELINE, ENTIRE PROJECT, klik OK.
4. Klik VIEW, TABLE COST perhatikan kolom BASELINE saat ini telah terisi nominal biaya yang diperlukan.

Sebagai pengawas proyek Anda masih memiliki kesempatan dalam melakukan perubahan-perubahan, misalnya durasi MEMBUAT GUDANG yang sebelumnya 4 diganti dengan 3 hari, sehingga akan terjadi selisih (keuntungan) pada kolom VARIANCE. Perubahan-perubahan yang dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran keuntungan sebelum proyek terlaksana merupakan manfaat Baseline.

MELAKUKAN TRACKING

TRACKING adalah mengaktualisasikan kenyataan di lapangan ke rencana kerja sehingga akan dapat dianalisa apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan volume kerja yang telah dilaksanakan. Tracking dapat dilakukan apbila kita telah mengisi sebagian / atau seluruh prosentase pekerjaan yang telah dilakukan. Misalnya pekerjaan mengecor kolom telah sampai pada prestasi 50%. Anda dapat mengisikan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada TASK INFORMATION.
Sedang cara melakukan Tracking adalah sebagai berikut :
1. Aktifkan baris pekerjaan yang telah terealisasi (tracking) dari Gantt Chart.
2. Klik menu TOOLS, TRACKING, UPDATE TASK, berikut tampilan di layar.
3. Isi % Complete dengan 75, Actual dur dengan 1 d, Actual Start dengan 5/3/1999 (3 Mei 1999), dan Actual Finish dengan 5/3/99, klik OK.
4. Klik VIEW, MORE VIEWS, TRACKING GANTT untuk menampilkan hasil pengaktualisasian pekerjaan.

Selain mengaktualisasikan realita volume pekerjaan dengan tracking, dapat juga dilakukan melalui TASK INFORMATION.
a. Klik menu PROJECT, TASK INFORMATION
b. Isi kotak Percent Complete dengan prosentase volume pekerjaan yang telah dilakukan, klik OK untuk mengakhiri.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mencatat jam kerja masing-masing resource lalu mengisi jam kerja aktual melalui menu TOOLS, CHANGE WORKING TIME sehingga perhitungan biaya sesuai dengan yang sesungguhnya dan akan diperoleh laporan untung rugi dari hasil pekerjaan.

MENAMPILKAN LAPORAN

Report atau laporan adalah merupakan hal yang paling penting di seluruh aktifitas, dan pada bagian ini akan dibahas cara menampilkan laporan setelah mengaktualisasikan pelaksanaan proyek, yaitu prosentase volume pekerjaan, tanggal pelaksanaan, dan jam kerja pelaksana.

MENAMPILKAN LAPORAN

1. Klik menu VIEW, REPORTS sehingga diperoleh tampilan berikut ini:
2. Tentukan pilihan anda dengan uraian berikut ini :
a. OVERVIEW
b. Project Summary yaitu laporan tentang kondisi proyek untuk dikoreksi.
c. Top Level Taskberupa laporan hasil rangkuman.
d. Critical Task : laporan tentang pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu.
e. Milestone : laporan yang berdurasi 0 (nol)
f. Working Days : menampilkan Base Calendar.

CURRENT ACTIVITIES
1. Unstarted task : menampilkan daftar pekerjaan yang belum dimulai.
2. Task Started Soon : pekerjaan yang harus segera dimulai.
3. Task in Progress : pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
4. Completed Task : yaitu pekerjaan yang telah selesai total.
5. Should have started Task : pekerjaan yang seharusnya sudah dimulai.
6. Slipping Task : yaitu pkerjaan yang sudah melewati tanggal pelaksanaan namun belum terlaksana.

COST REPORT
1. Weekly Cash Flow : laporan tentang biaya yang harus dibayar dalam mingguan
2. Budget Report : menampilkan biaya-biaya secara urut dari biaya terbesar dan terkecil.
3. Over Budget task : menampilkan pekerjaan yang kolom variancenya bernilai positif (melebihi Baseline)
4. Over Budget Resources : Menampilkan data yang melebihi anggaran.
5. Earned Value : terdiri dari :
- BCWS (Budgeted Cost of Work Performed) yaitu biaya sesuai rencana dikali volume pekerjaan.
- BCWP (Budgeted Cost of Work Performed) yaitu total prosentase (100%) kali biaya yang direncanakan untuk setiap pekerjaan.
- ACWP (Actual Cost of Work Performed) : biaya yang sesungguhnya untuk masing-masing pekerjaan.
- SV (Earned Value Schedule Variance) antara BCWP yaitu dengan ACWP>
- BAC (Budgeted At Completion) yaitu biaya yang dikeluarkan apabila pekerjaan selesai dengan rencana.
- FAC (Forecast At Completion) yaitu biaya yang dikeluarkan apabila pekerjaan selesai sesuai rencana.
- Variance : perbedaan antara biaya sesungguhnya dengan biaya yang direncanakan.

ASSIGNMENT
Who Does What : menampilkan daftar tenaga kerja dan pekerjaan yang dijadualkan.
Who Does What When : rincian masing-masing tenaga kerja pada task dan tanggal berapa pekerjaan.
Weekly To Do List : menampilkan daftar pekerjaan dari masing-masing tenaga kerja per minggu.
Over Allocated Resource : daftar nama tenega yang mengalami kelebihan pekerjaan.

VN:D [1.9.22_1171]
Rating: 7.8/10 (4 votes cast)
VN:D [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 6 votes)
Langkah-langkah menggunakan ms project, 7.8 out of 10 based on 4 ratings
Share

There Are 2 Responses So Far. »

  1. Hmmm,,, berguna banget artikelnya. Thanx… ^^

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. terima kasih. ada nggak cara berhitung dari manual ke ms project.

    semisal kalau pekerja gajinya rp 1.500.000/bulan/orang

    kalau pekerjaan itu dikerjakan 1 orang maka biayanya 1.500.000,-

    kalau dikerjakan 2 orang makan hanya 750.000

    kalau dikerjakan 2 orang, dengan 2 shift, maka akan menjadi 1.5 dibagi 4.

    bener nggak?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image