LEBARAN : BUKAN SEKEDAR MAAF-MAAFAN
Inilah saat-saat yang ditunggu setelah selama satu bulan penuh berpuasa dibulan ramadhan. Ya, tidak lain dan tidak bukan yaitu idul fitri, atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan lebaran. Dihari raya nan fitri inilah umat muslim merayakan kemenangannya. Dihari ini juga seluruh umat muslim membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang ada, terutama dengan saling meminta maaf pada sesama muslim. Tradisi maaf-maafan ini sangat lekat di Indonesi karena kekerabatan yang sangat erat antar warganya.
Tradisi lain yang juga ada pada hari raya terjadi pada malam menjelang hari lebaran, yaitu malam takbiran. Pada malam inilah, umat muslim berbondong-bondong menyerukan kebesaran sang pencipta. Ada yang melakukannya di masjid-masjid setempat, ada juga yang turun ke jalan secara massal melakukannya diiringi musik-musik dan nyanyian daerahnya masing-masing.
Tradisi-tradisi seperti ini mungkin biasa terjadi hampir di seluruh negara yang merayakannya. Tapi tidak hanya itu yang terjadi di Indonesia. Negeri tercinta dengan berbagai kebudayaan ini juga memiliki tradisi unik menjelang lebaran, tidak sekedar malam takbiran dan maaf-maafan.
Hal unik lain di Indonesia saat menjelang Lebaran adalah tradisi ”baju baru Lebaran”. Masyarakat yang ikut merayakan Lebaran berusaha tampil sebaik mungkin pada hari nan fitri. Alasan inilah yang membuat tradisi ”baju baru” ini tetap terjaga. Bukan hanya masyarakat kelas ekonomi atas, tapi orang-orang yang ada di kelas ekonomi menengah dan bawah bahkan menjadi pelaku utama dalam tradisi ini. Mungkin saat-saat seperti inilah yang paling ditunggu oleh para pedagang, terutama pedagang pakaian. Masyarakat berlomba-lomba mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli baju Lebaran.
Alhasil, para pedaganglah yang menjadi pihak paling bahagia disaat-saat seperti ini. Mungkin inilah berkah lain yang dirasakan pedagang dibulan Ramadhan. Bagaimana tidak, omset penjualan yang meningkat tajam tidak bisa dipungkiri menjadi hal yang paling diidamkan oleh pelaku bisnis satu ini. Menurut Ketua bidang organisasi dan PSDA Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSI), Irwandi Sayuti, di okezone.com mengungkapkan penjualan pakaian terutama baju muslim menjelang Lebaran meningkat hingga 50%. Ini dikarenakan oleh kondisi ekonomi yang mulai membaik. Tak pelak, tradisi ”baju baru Lebaran” ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.
Ini dia salah satu tradisi paling terkenal menjelang Lebaran di Indonesia, tidak lain dan tidak bukan yaitu ”mudik”. Lebih dari sekedar tradisi, mudik mungkin sudah menjadi budaya asli Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.
Mudik bertujuan untuk kembali ke kampung halaman demi bercengkrama dan lepas rindu terhadap sanak keluarga dan kerabat yang ditinggalkan demi menghadapi kerasnya hidup di Ibukota.
Mudik atau pulang kampung memang sangat lekat menjelang Lebaran di Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat memungkinkan rakyatnya ”nyebrang pulau” untuk merantau ke pulau lain. Banyak orang-orang mengadu nasib di Jakarta yang berasal dari luar Jakarta. Hal inilah yang membuat budaya mudik menjadi sangat fenomenal menjelang Lebaran karena dilakukan pada waktu yang relatif hampir bersamaan.
Tradisi-tradisi inilah yang membuat Lebaran di Indonesia menjadi lebih indah dan bermakna. Lebih dari sekedar merayakan kemenangan dengan bermaaf-maafan karena Indonesia kaya akan kebudayaan.
Popularity: 1% [?]



Comment by Rindi Triandi on 13 September 2009:
Saya juga termasuk orang yang masih memegang tradisi itu yaitu mudik,.hehehe
Comment by Lena Julia on 15 September 2009:
wah bnr bgt tuh. Tapi biasanya yang lebih penting dari lebaran sie…… yaaaa waktu salam tempel….hehehe
Comment by Lena Julia on 15 September 2009:
wah bnr bgt tuh. Saya suka belanja’y. Tapi biasanya yang lebih penting dari lebaran sie…… yaaaa waktu salam tempel….hehehe
Pingback by Budaya merayakan lebaran di Indonesia (FIRST DRAFT) « Jessicaindonesia’s Blog on 27 September 2009:
[...] http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/lebaran-bukan-sekedar-maaf-maafan/ [...]