About the Author

author photo

im just the ordinary people n simple man . hahahaha

See All Posts by This Author

SESUATU YANG BERUBAH DALAM DIRI KITA

Terkadang kalo kita melihat dan merasakan apa yang ada dalam diri kita timbulah pertanyaan apakah kita masih cinta dengan budaya kita sendiri atau tidak ??
Jawabanya hanya kita sendiri yang tahu !! .
Begitu banyak jika kita lihat di luar lingkungan kita yang belum pernah kita singgahi
Pertama mulai dari cara bicara yang mulai ngga senonoh ,
Kedua dari cara kita berpakaian setiap individu yang mencolok mata , yaaa kasar nya membuat gairah kita meningkat ..
Kalo dihubungkan dengan budaya dan aturan agama ini semua bisa di langgar ..
Tetapi ini semua hak setiap individu yang menentukan ..
Semua tergantung pada diri kita masing masing .
Namun yang paling populer pada saat sekarang adalah sebuah kebudayaan yang hilang dari bangsa kita . antara lain jenis-jenis tarian yang di akui oleh Negara shabat ..
Mmm bukan sahabat kali yah ..
Tapii …..
Hehehe
Taulah maksud saya .,
saya punya sebuah sumber dari FERI’s SITE , disini dia memberikan suatu contoh yang pada saat ini sangat nyata terjadi didalam lingkungan kita ..
Pertama di dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga lahir lah perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi. Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.
Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dicampur dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.
Yang kedua pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.
Kita sadar dari situlah SESUATU YANG BERUBAH DALAM DIRI KITA MAUPUN BANGSA KITA ..
saya sendiri terkadang merasa kalo ada sesuatu yang berubah dalam diri saya ,
tapi berpikirlah positif untuk apa yang kita lakukan .
karena dari situ adalah awal dari kesuksesan .
walaupun saya belum bisa dibilang sukses ..
heheee
Mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kita para remaja Indonesia.
masih banyak yang perlu kita lakukan demi masa depan yang selalu menuggu kita sampai akhir hayat kita.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image