Statistika Dalam Dunia Teknologi

Wahh… mendengar kata “statistika” saja telah membuat jenuh dan bosan, apalagi bila kita disuruh mengerjakan soal-soal statiska, mungkin yang ada kita malah manjadi semakin uring-uringan dibuatnya. Itulah yang selalu ada dipikiran para remaja saat ini. Eittsss jangan salah! Ternyata statiska itu banyak sekali manfaatnya di berbagai bidang ilmu pengetahuan lho.


Istilah ‘statistika’ (bahasa inggris: statistics) berbeda dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskrptif dan dinamakan statistika inferensi bila metode yang digunakan berhubungan dengan analisis data (sampel) yang dapat digunakan untuk peramalan atau penarikan kesimpulan tentang data secara keseluruhan. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sample, dan probabilitas.

Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium (“dewan negara”) dan bahasa Italia statista (“negarawan” atau “politikus”).

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa jerman, untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”. Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama probabilitas. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linier), dan William Sealy Gosset (meneliti problem sample ukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.

Meskipun ada kubu yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi orang lebih banyak menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Hmm… bagaimana dengan sejarah singkat dari statistika barusan? Ternyata cukup menarik kan?. Nah selanjutnya kita akan membahas tentang manfaat dari statistika dalam dunia teknologi informasi.

Statistika dan teknologi informasi

Dewasa ini penggunaan statistika dalam penelitian sudah merambah semua bidang ilmu, bahkan dimanfaatkan secara efisien oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia untuk memperoleh teknologi terbaik. Sebagai contoh, produksi padi yang tinggi serta yang tahan hama, semuanya itu adalah hasil dari teknologi yang diperoleh dari serangkaian penelitian. Industri-industri berat, mulai dari pesawat terbang, mobil, komputer; produk-produk farmasi, serta mesin-mesin di segala bidang, semuanya saat ini menjadi semakin efisien dan praktis. Semua ini diperoleh dari pengujian teknologi yang didasarkan pada hasil penelitian. Bahkan produk-produk terbaik, yang kita konsumsi sehari-hari, bukankah itu semua hasil dari teknologi yang diperoleh dari pengembangan ilmu melalui penelitian?. Tanpa penelitian, maka tidak akan ada ilmu baru, dengan demikian juga tidak ada teknologi baru. Penggunaann komputer untuk mengolah data kuantitatif dan melakukan komputasi statistik yang serba rumit merupakan suatu kebutuhan mendesak bagi para peneliti dan statistisi. Seorang ahli statistika yang bekerja pada bidang teknologi informasi mampu menyusun program aplikasi komputer dalam berbagai bahasa pemograman, pembangunan database, serta pengembangan dan perancangan sistem informasi. Penggunaan komputer dalam kegiatan pengolahan maupun komputasi data akan meningkatkan efisiensi apabila beberapa karakteristik pengolahan dan komputasi data di atas dapat dipenuhi:

– Volume data yang cukup besar.

– Tugas pengolahan maupun komputasi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan cara lain.

– Tugas pengolaha maupun komputasi data yang membutuhkan penyelesaian secara cepat.

– Ketepatan atau ketelitian hasil pengolahan data.

– Pengolahan maupun komputasi data yang sifatnya sangat rumit.

Beberapa piranti lunak statistika yang banyak digunakan antara lain:

+ Piranti lunak berlisensi

  • mathematica
  • MATLAB
  • Minitab
  • MS Excel, dan berbagai add-ins

 SAS Programming language

 SIMCA-P Umatrics

 SPSS, STATA

+ Piranti Lunak Open Source

  • Bahasa pemrograman R
  • UCLA
  • Mondorian (Piranti lunak untuk Analisis Data Eksporatori)
  • GNU Octave
  • GNU PSPP

+ Piranti Lunak Bebas

  • Winpepi
  • BV 4.1 Peranti lunak untuk analisis dekomposisi dan pengaturan musiman data runtun waktu
  • Zaitun Time Series Piranti lunak untuk analisis data runtun waktu

Berikut ini ada contoh data statistik tentang profil pemanfaatan teknologi oleh masyarakat yang saya himpun dari Berita Resmi Statistik No. 42 / IX / 14 Agustus 2006.

??Jumlah rumahtangga yang banyak memiliki telepon adalah Provinsi Jawa Barat (1,653 juta rumah tangga dari total rumahtangga 11,851 juta), diikuti oleh Jawa Timur (1,486 juta dari 10,297 juta rumah tangga) dan DKI Jakarta (0,946 juta dari 2,455 juta total rumaht angga). Secara persentase terhadap total rumahtangga di masing-masing provinsi, Provinsi DKI Jakarta tercatat mempunyai persentase tertinggi rumah tangga yang mempunyai telepon, yakni 38,55 persen, diikuti Provinsi Kepulauan Riau (22,93 persen), Banten (22,23 persen), dan Kalimantan Timur (21,22 persen).

??Jumlah rumahtangga yang memiliki HP tertinggi terdapat di Provinsi Jawa Barat (2,276 juta rumahtangga), diikuti oleh Provinsi Jawa Timur (1,680 juta rumahtangga), Jawa Tengah (1,504 juta rumahtangga), dan DKI Jakarta (1,227 juta rumahtangga). Secara persentase rumahtangga yang memiliki HP tertinggi adalah Kepulauan Riau (53,49 persen), diikuti oleh DKI Jakarta (50,00), DI Yogyakarta (39,14 persen), Kalimantan Timur (36,42 persen), dan Bali (34,13 persen).

??Sekitar 2,2 juta rumahtangga dari 58,8 juta rumahtangga keseluruhan (3,68 persen) yang memiliki komputer dan 2,0 juta berada di perkotaan. Dari setiap 100 rumahtangga yang memiliki komputer, hanya 27 rumahtangga (sekitar 0,6 juta) yang menggunakannya untuk akses ke internet. Selanjutnya dari 58,8 juta rumahtangga, baru 3,66 persen rumahtangga mengakses internet di warnet, kantor, sekolah, dan tempat lainnya.

Dari data diatas kita dapat melihat jumlah presentase penggunaan teknologi komunikasi baik berupa telpon rumah/HP maupun fasilitas internet sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi pada tahun tersebut sudah sangat baik.

Nah setelah membaca ulasan singkat diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa Statistik telah menjadi bagian tidak perpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari terutama pada bidang Teknologi Informasi. Dalam waktu dekat, hari-hari kita akan semakin dipenuhi data dan statistik beraneka rupa. Untuk itu kesadaran dan pengetahuan berbagai pihak mengenai pentingnya mengaplikasikan statistika secara baik dan benar harus terus ditingkatkan. Tidak kalah pentingnya, menyampaikan suatu statistik secara lengkap, termasuk menyampaikan berbagai keterbatasannya juga harus kita perhatikan dan kritisi. Karena jika tidak, yang terjadi adalah penyalahgunaan informasi (statistik) untuk kepentingan pribadi/golongan semata.

Sumber :

  • Berita Resmi Statistik No. 42 / IX / 14 Agustus 2006.
  • Wikipedia
  • Statistika UNISBA
  • Politikana-Beta

There Are 6 Responses So Far. »

  1. Butir-butir yang dikemukakan cukup baik…
    Jadi kuliah Statistika masih perlu yah, Putra?
    Teman-teman Putra lain di kelas 2IA12 dan 2IA15 dipersilakan berkomentar!!!

  2. Good points!
    Jadi kita tetap kuliah Statistika nih?
    Teman-teman Putra dari kelas 2IA12 dan 2IA15 dipersilakan berkomentar…

  3. behh lengkap bgd coi..
    gudd-gudd-gudd…

  4. hahahaha…
    lagi rajin dikit ni..

  5. […] (3) Putra Permadi http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/statistika-dalam-dunia-teknologi/ […]

  6. pendatang baru
    T.T
    masih baru

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image