Bandar Udara

BANDAR UDARA

KARAKTERISTIK DESIGN AIRCRAFT

Manusia dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang sangat kompleks. Komunikasi yang pada awalnya hanya sebatas percakapan langsung, kini telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Bukan hal yang mustahil kalau sekarang kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang diluar negri melalui telepon atau internet. Demikian halnya dengan kebutuhan akan transportasi. Hubungan antar kota dan negara sangat membutuhkan alat transportasi yang cepat. Dengan kemajuan teknologi transportasi, maka angkutan udara menjadi solusinya, meskipun biaya yang dikeluarkan relatif lebih mahal dibandingkan angkutan lainnya, tetapi kecepatan dan ketepatan waktu menjadi unggulannya.

Saat ini hampir disetiap negara memiliki organisasi penerbangan sendiri selain penerbangan swasta. Dapat kita bayangkan bagaimana sibuknya lalu lintas udara di dunia, untuk itu perlu diadakan pengaturan yang sekaligus mengawasi jumlah penerbangan di dunia. Organisasi yang bertugas adalah ICAO (International Civil Aviation Organization).

Dalam penentuan lokasi lapangan terbang diperlukan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  • Rencana pengembangan wilayah (Regional Plan)

Misalnya suatu daerah telah direncanakan sebagai tempat pemukiman maka tidak tepat untuk membangun lapangan terbang didaerah tersebut.

  • Kegunaan lapangan terbang (Airport Use)

Kegunaan lapangan terbang untuk keperluan sipil akan berbeda dengan keperluan militer.

  • Jarak terhadap lapangan terbang terdekat.

Agar operasi penerbangan pada masing-masing lapangan terbang tidak saling mengganggu maka jarak antara lapangan terbang tersebut harus cukup jauh.

  • Pencapaian dari dan ke transportasi darat Harus dipertimbangkan kemudahan pencapaian dari pusat pemukiman dan pusat kegiatan ekonomi.
  • Kondisi site (Topografi, Geologi, iklim dan sebagainya)

Harus dihindari pemilihan lokasi lapangan terbang didaerah berbukit atau di daerah yang terlalu rendah.

  • Halangan (Obstacle)

Lokasi lapangan terbang harus bebas dari halangan dan perlu dibuat peraturan yang ketat untuk membatasi munculnya bangunan-bangunan disekitarnya.

  • Daya pandangan (Visibility)

Daerah yang berkabut atau berasap akan mengurangi jarak pandangan.

  • Pertimbangan ekonomi

Dilakukan dengan membuat alternatif pemilihan lokasi dengan mempertimbangkan faktor ekonomi.

  • Pertimbangan lingkungan

Sebelum diadakan pembangunan lapangan terbang harus dilakukan penelitian untuk mengukur pengaruh pembangunan dan operasi penerbangan terhadap tingkat kualitas udara dan air, kebisingan, siklus ekologi, dan tata guna lahan.

Dalam suatu perancangan atau pendesainan suatu lapangan terbang, jenis dari pesawat terbang terbesar yang direncanakan untuk menggunakan lapangan tersebut harus ditentukan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar dalam operasinya nanti, lapangan terbang tersebut dapat digunakan oleh pesawat-pesawat yang lebih besar.

Oleh karena itu yang menjadi patokan dalam pembuatan lapangan terbang yang akan kita bangun adalah besaran-besaran dari pesawat terbang yang akan menggunakan bandara udara tersebut. Pesawat yang menjadi acuan ini sering disebut sebagai critical aircraft. Penetapan critical aircraft ini didasarkan pada kebijakan (policy) dan master plan. Besaran-besaran yang biasa diperhitungkan akan dibahas satu  persatu pada uraian di bawah ini.

Aerodrome Reference Field Length (ARFL)

ARFL merupakan panjang lintasan minimum yang diperlukan oleh pesawat untuk lepas landas (take off) dimana pesawat tersebut berada pada keadaan standar, mengangkut beban maksimum yang dimungkinkan, tanpa angin, pada tekanan atmosfir standar, landasan yang digunakan datar (kemiringannya sama dengan nol) dan ketinggian landasannya sama dengan ketinggian permukaan air laut serta pada tekanan atmosfir standar; seperti yang tertera pada data setiap pesawat yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrik pembuatnya.[1]

Pada kenyataannya  keadaan lapangan terbang tidak tepat seperti yang dinyatakan pada ARFL, maka panjang runway perlu dikoreksi dengan faktor koreksi umum. Macam-macam koreksi yang mungkin dilakukan adalah

a)      Koreksi terhadap elevasi.[2]

b)      Koreksi terhadap temperatur (dilakukan terhadap panjang runway yang telah dikoreksi terhadap elevasi). [3]

c) Kalau runway lebih panjang dari 900 m, maka harus  dilakukan koreksi terhadap kemiringan runway.[4]

Wing Span

Wing span adalah lebar bentang sayap utama pesawat dari ujung paling kanan ke ujung yang paling kiri. Gunanya dalam perencanaan aerodrome adalah untuk menentukan daerah bebas di kiri dan di kanan lintasan. Selain itu, wing span juga berguna dalam perencanaan taxiway. Panjang wing span ini untuk setiap pesawat berbeda-beda. Wingspan untuk pesawat DC-10-10 adalah 47,43 m.


VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image