Pola Asuh Orang Tua yang Mempengaruhi Perilaku Anak

Pola Asuh orang tua kepada anaknya sangat mempengaruhi perilaku anaknya. Setiap anak lahir sebagai tabula rasa ( papan kosong) yang dikemukakan oleh filsuf ternama, yaitu John Locke. Papan kosong itu akan terisi tulisan-tulisan yang sesuai dengan pengalaman-pengalaman dan segala sesuatu yang telah ditangkap oleh inderanya. Seorang anak ini diistilahkan seperti papan kosong tersebut, yang dia bisa menjadi apapun sesuai dengan apa yang di dapat, alami, dan rasakan. Orang tua adalah guru pertama untuk anak-anaknya, yang berarti orang tua tersebut memilki kewajiban untuk memberikan pengajaran atau pendidikan yang baik untuk anaknya.

Ada pula pola asuh orang tua yang dapat membentuk sifat seorang anak, akan menjadi apa dia suatu saat nanti. Ada tiga macam pola asuh orang tua kepada anaknya, yaitu:

  1. Orang tua yang otoritatif (demokratis) yang dapat mendorong anak untuk memberikan pandangannya atas berbagai hal, orang tua dapat mengakui bahwa terkadang anak lebih tahu dari orang tuanya, dan menerima partisipasi mereka dalam keputusan keluarga. Orang tua jenis ini dapat mengesankan keseimbangan antara tuntutan orang tua dan hak setiap anak. Contohnya: Orang tua akan memberikan pujian kepada anaknya apabila mendapatkan nilai ujian yang bagus, tetapi akan tetap memberikan dorongan kepada anaknya untuk belajar lebih giat dan menawarkan bantuan kepada anaknya apabila anaknya mendapatkan nilai ujian yang kurang bagus. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku anak dengan dapat membentuk sifat anak yang lebih terbuka terhadap hal-hal yang baru dan seorang anak biasanya akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih tinggi apabila ia mendapatkan pola asuh otoritatif.
  2. Orang tua yang atoriter adalah kebalikan dari orang tua yang otoritatif, orang tua yang seperti ini akan memberitahukan kepada anak remajanya untuk tidak berdebat dengan orang dewasa dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan mengetahui ”lebih baik ketika mereka tumbuh”. Contohnya: Orang tua akan terus memberi peringatan untuk terus berprestasi lebih baik apabila anaknya mendapat nilai ujian yang bagus, tetapi apabila anaknya mendapat nilai ujian yang kurang bagus maka orang tua tersebut akan sangan kecewa bahkan dapat menghukum mereka, mungkin dengan cara mengurangi uang jajan mereka. Pola asuh seperti ini biasanya akan membentuk sifat anak yang tertutup atau kurang terbuka dengan hal-hal yang baru dan anak-anak seperti ini biasanya kurang memiliki rasa percaya diri karena dia tidak pernah diberi kesempatan oleh orang tuanya untuk berpendapat sehingga mereka merasa tidak percaya diri untuk mengeluarkan pendapatnya.
  3. Orang tua yang permisif adalah orang tua yang tampaknya tidak peduli dengan nilai akademik anaknya, tidak menetapkan aturan menonton televisi, tidak menghadiri rapat sekolah, dan tidak melihat atau memeriksa pekerjaan rumah (PR) anaknya. Orang tua seperti ini mungkin tidak menyia-nyiakan atau tidak peduli, akan tetapi hanya percaya bahwa anak-anaknya ketika sudah remaja harus bertanggung jawab terhadap hidup mereka sendiri. Pola asuh seperti ini akan membentuk sifat anak yang kurang peduli terhadap aturan. Mereka akan sering membangkan dengan aturan-aturan yang ada karena mereka terbiasa untuk hidup tanpa adanya aturan.

Hal-hal yang sudah disebutkan tersebut sudah memberikan contoh bahwa pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada perilaku anak karena orang tua tempat belajar pertama kali seorang anak. Apabila orang tuanya mendidik anaknya dengan baik dan memberikan pola asuh tepat maka anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang baik, keluar dari adanya pengaruh lingkungan untuk perilaku mereka.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image