Seni Membalas Dendam
Dalam kehidupan ini acapkali kita menghadapai berbagai kesulitan hidup yang terasa berat dirasakan. salah satu yang paling menyakitkan adalah hinaan, remehan, cacian dan apapun sejenisnya. yah benar Mulut merupakan senjta yang sangat tajam yang bisa membunuh seseorang tanpa melukai fisiknya.
ada beberapa orang yang dalam menghadapi hinaan akan terbunuh secara sistematis dengan sendirinya. awalnya suara-suara miring terhadap dirinya masuk kedalam otak dan tinggal didalamnya. ketika waktu-waktu tertentu suara itu akan muncul kembali mempengaruhi dirinya, mencari pembenaran terhadap cacian dan akhirnya mengakui bahwa dirinya seperti apa yang di hinakan. padahal perlu kita ketahui bersama, bahwa OTAK AKAN MENJAWAB DAN BEKERJA 100% SESUAI DENGAN APA YANG KITA PERINTAHKAN KEPADANYA. apabila kita melontarkan pertanyaan dan alasan kenapa kita sesuai dengan hinaan tersebut, maka otak akan menjawabnya kenapa kita seperti itu. Namun sebaliknya jika kita mengajukan pertanyaan kenapa kita tidak sesuai dengan hinaan orang, maka otak akan memberikan alasan kenapa kita tidak sesuai.
Tahukah bahwa “perang” sudah tidak lagi menggunakan kekerasan?. Israel yang biadab menggunakan kekerasan malah ditentang oleh seluruh negara di dunia. makanya Israel menggunakan perang pikiran sebagai senjata utama menghadapi musuh. dan terbukti ampuh, mereka mendapatkan kekuatan melalui jalur diplomasi yang kuat.
Pikiran kita harus kita jaga sedemikian rupa agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang mencoba menjatuhkan kita. Karena Pikiran akan brpengaruh trhadap tindakan kita, sedangkan tindakan akn mengundang reaksi dri lingkungan. Jika pikiran baik, tindakan akan mencerminkan kebaikan, dan kebaikan memancing reaksi kebaikan pula. Namun jika pikiran suntuk akan menimbulkan gerakan tubuh yang suntuk pula. sehingga orang lain yang akan memberikan kebaikan akan enggan terhadap kita.
Bagaimana membalas dendam yang baik terhadap orang yang menghina kita? jadikan Hinaan itu sebagai pecut yang membuat kita semakin berlari kencang. kita buktikan bahwa kita lebih baik dari dia. semakin pedih hinaan itu semakin kita tertantang untuk membuktikan diri. ketika kita telah mampu membuktikan bahwa kita bisa, kita kirimkan parcel sebagai hadiah dan kita bilang padanya “Bapak/Ibu terima kasih dahulu telah menghina saya, saya malah terpacu untuk menjadi lebih baik. Sekarang saya telah memiliki ini dan ini. saya yakin kalo Bapak/Ibu tidak melakukannya saya akan tetap menjadi orang lemah seperti dulu”.
Yah, semoga mulai hari ini kita menjadi orang yang selalu Berpikir besar dan positif terhadap masalah apapun. Tidak ada kebanggaan jiuka kita yang telah dewasa mengalahkan anak TK dalam perlombaan. Lawan kita harus sebanding, semakin hebat kita lawan akan semakin hebat pula. untuk menguji seberapa besar kemampuan kita hidup di dunia.
Semoga Bermanfaat..
Salam SUKSES!!
Popularity: 1% [?]



Comment by MUHAMAD SUTRISNO on 6 October 2009:
ajarin dong seninya g,mn?