Ide buat BOss (”,)’,,,

Karir: Presentasikan Ide-Ide Anda di Hadapan Bos
Anda bekerja keras dan siap untuk mempresentasikan ide-ide brilian kepada bos Anda? Bagus. Bagaimana melakukannya?

Dalam dunia yang ideal, teori-teori manajemen mengatakan bahwa pada saat presentasi, Anda sudah harus memiliki konklusi akan ide-ide Anda, bukan sesuatu yang cuma digelari dengan ‘ide baru’. Jadi, inilah yang mesti Anda lakukan bila ingin ‘menghadiahi’ bos Anda sesuatu yang menyenangkannya.

1. Identifikasi audiens Anda
Sebelum mengemukakan ide, Anda perlu membuat daftar nama yang akan hadir pada saat presentasi. Dengan begitu, Anda tahu siapa mereka, dan apa kira-kira bentuk presentasi yang mereka inginkan.

2. Persiapkan dengan cermat
Selagi mempersiapkan presentasi, pikirkan kembali tujuan Anda. Apa yang Anda coba informasikan (mengirim fakta), meyakinkan orang lain (mengubah perilaku), atau mobilisasi (menyemangati suatu aksi). Bisakah Anda mencapai ketiga tujuan itu dalam waktu yang terbatas? Atau, mungkin Anda perlu memprioritaskan mana yang jadi tujuan?

3. Presentasi
Ketahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat Anda ‘terjaga’ ketika presentasi. Artinya, Anda juga mesti memikirkan tanggapan para audiens. Bayangkan para presenter MTV, yang tampaknya harus selalu bergerak dinamis ketika membawakan acara. Barangkali, ini bisa Anda tiru, supaya presentasi nanti tidak berjalan membosankan.

4. Buat singkat dan simpel
Ingat, ini bukan saatnya membuat bos-bos Anda bosan dengan detail proyek yang Anda rencanakan. Beri saja mereka inti atau hightlight. Tapi, Anda juga harus siap kalau ternyata mereka bertanya lebih detail.

5. Jangan melupakan poin penting
Saking keasyikan berpresentasi – apalagi dengan alat-alat canggih berupa LCD dan sebagainya – ada saja tim yang malah lupa tujuan atau poin pentingnya. Padahal, maksud berpresentasi salah satunya adalah mengatakan bahwa Anda membutuhkan sesuatu. Jangan sampai lupa, dan ungkapkan dengan jelas, apa yang Anda perlukan bila rencana proyek yang Anda presentasikan itu disetujui.

6. Hubungkan dengan rencana bisnis
Apa pun rencana Anda, pastikan bahwa presentasi Anda tidak melenceng dari tujuan dan strategi bisnis perusahaan. Buat daftar keuntungan perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung. Singgung pula bahwa harus ada biaya yang mesti dikeluarkan untuk itu, entah berupa uang, curahan waktu, atau sumber daya lain.

7. Jadikan presentasi tontonan yang menarik
Cobalah berjalan, atau lari, atau duduk di atas meja – kalau memungkinkan – pokoknya, apa pun yang membuat presentasi Anda colourful dan berbeda ketimbang presentasi yang pernah disaksikan orang. Ini untuk membuat semua mata tertuju pada presentasi itu.

8. Bersikap fleksibel
Di samping fakta bahwa Anda telah mempersiapkan presentasi itu dengan teliti, Anda juga harus selalu bersikap fleksibel dan beradaptasi dengan pendapat audiens. Jangan ‘terbakar’ oleh banyaknya pertanyaan yang diajukan – atau tidak adanya pertanyaan. Banyak pertanyaan berarti mereka tertarik dan sedang mengevaluasi rekomendasi Anda dalam pikirannya – yang memang Anda inginkan. Tapi, diam juga bukan berarti mereka tidak setuju. Jangan cepat kecewa. Namanya juga usaha. Setiap usaha hanya membuahkan dua kemungkinan, berhasil atau gagal. Anda harus siap menerima keduanya.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image