Manajemen Koperasi

Menurut the contemporary business dictionary, management mempunyai dua nama, yaitu : pertama, proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan perusahaan untuk mencapai sasaran tertentu; kedua, para pemimpin perusahaan.
Fungsi-fungsi manajemen koperasi
Fungsi-fungsi manajemen menurut George R.Terry (1964) adalah :
a. Perencanaan (Planning)
Fungsi ini mengindetifikasi bahwa dalam pengelolaan perlu ada perencanaan yang cermat untuk dapat mencapai target yang ditentukan, baik untuk jangka pendek maupun panjang, yaitu pembuatan program-program kegiatan-kegiatan serta sarana-sarana yang diperlukan, termasuk keterkaitannya dengan pihak ketiga.
Khusus bagi badan usaha koperasi, yang berbeda dengan bentuk usaha nonkoperasi, perlu perencanaan dikaitkan dengan kedudukan para anggotanya, misalnya bagi jenis-jenis koperasi pemasok (supply cooperatives) dan koperasi penyalur (marketing cooperatives).
b. Pengorganisasian (Organizing)
Fungsi ini memfokuskan pada cara agar target-target yang direncanakan dapat dilaksanakan, yaitu dengan menggunakan “wadah” atau perangkat organisasi, yang inti adalah :
• Membentuk suatu sistem kerja terpadu yang terdiri atas berbagai lapisan atau kelompok dan jenis tugas atau pekerjaan yang diperlukan
• Memerhatikan rentang kendali (span of control)
• Terjaminnya sinkronisasi dari tiap bagian atau kelompok lapisan kerja guna mencapai sasaran yang ditetapkan.
Khusus bagi koperasi perlu pemikiran status dan batas-batas kewenangan dan hak para anggota koperasi, yaitu adanya “lembaga-lembaga” rapat anggota, pengurus, dan pengawas.
c. Pelaksanaan (Actuating)
Suatu gagasan atau konsep, meskipun telah tersedia wadah yang berupa organisasi dengan uraian-uraian tugas dan hierarkinya belum akan berjalan aktif tanpa dicetuskan dikeluarkan instruksi-instruksi atau ketetapan/pedoman mengenai pelaksanaan dari tugas-tugas dalam organisasi tersebut. G.Terry menyebutkan : Actuating means move to action.
Karena itu, untuk menggerakkan agar organisasi tersebut bisa berjalan dengan baik diperlukan : pedoman-pedoman, instruksi-instruksi, ketetapan-ketetapan.
d. Pengawasan (controlling)
Prinsip controlling ini harus dijabarkan dalam organisasi koperasi. Selain controlling tersebut dilakukan oleh pengawas, pengurus wajib menciptakan suatu sistem pengendali atau biasa disebut “build in control”. Sistem kerja yang mengadang “build in control” perlu dijabarkan dalam organisasi, yang intinya ialah mengadakan “pemisahan tiga fungsi”, yaitu :
• Fungsi otoritas atas suatu asset
• Fungsi penyimpan asset
• Fungsi administrasi asset

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Manajemen Koperasi, 7.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image