URBANISASI PASCA LEBARAN

URBANISASI PASCA LEBARAN
COVER…………………………………………………………………………………………….i
SURAT PERNYATAAN………………………………………………………………………..
Daftar isi…………………………………………………………………………………………ii
BAB 1……………………………………………………………………………………………….
PENDAHULUAN……………………………………………………………………………….1
1.Latar belakang……………………………………………………………………………….1
2.Tujuan………………………………………………………………………………………….2
3.Sasaran…………………………………………………………………………………………2
BAB 2……………………………………………………………………………………………….
PERMASALAHAN……………………………………………………………………………..4
1.Kekuatan……………………………………………………………………………………….4
2.Kelemahan…………………………………………………………………………………….5
3.Peluang…………………………………………………………………………………………6
4.Tantangan……………………………………………………………………………………..6
BAB 3………………………………………………………………………………………………..
1.KESIMPULAN…………………………………………………………………………………8
2.REKOMENDASI ………………………………………………………………………………8
Referensi……………………………………………………………………………………………

BAB 1

PENDAHULUAN
1.Latarbelakang
Penulisan makalah yang berjudul urbanisasi pasca lebaran ini dilatar belakangi oleh banyaknya persoalan yang terjadi dalam masyarakat yang berkaitan dengan laju urbanisasi yang akhir-akhir ini angkanya cukup tinggi.Pesatnya pembangunan di kota-kota besar menjadi magnet bagi masyarakat desa untuk mencari nafkah dan mengadu nasib dikota.Hal ini tentunya berkaitan dengan jumlah penduduk yang bermukim dikota tersebut.Persoalan-persoalan itulah yang melatar belakangi penulisan makalah ini.
Apabila kita berbicara tentang urbanisasi tentunya ada definisi dari urbanisasi tersebut.Definisi yang telah umum diketahui oleh masyarakat adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.Proses urbaniasasi sangat terkait dengan  mobilitas maupun migrasi penduduk.Ada sedikit perbedaan antara mobilitas dan migrasi penduduk.mobilitas penduduk didefinisikan sebagai perpindahan penduduk yang melewati batas administratif tingkat II, namun tidak berniat menetap di daerah yang baru. Sedangkan migrasi didefinisikan sebagai perpindahan penduduk yang melewati batas administratif tingkat II dan sekaligus berniat menetap di daerah yang baru tersebut. Di dalam pelaksanaan perhitungannya, data yang ada sampai saat ini baru merupakan data migrasi penduduk dan bukan data mobilitas penduduk. Di samping itu, data migrasi pun baru mencakup batasan daerah tingkat I,dengan demikian, seseorang dikategorikan sebagai migran seumur hidup jika propinsi tempat tinggal orang tersebut sekarang ini, berbeda dengan propinsi dimana yang bersangkutan dilahirkan.
Laju dari proses urbanisasi tersebut tidak terlepas dari kebijaksanaan pembangunan perkotaan, khususnya pembangunan ekonomi yang dikembangkan oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui peningkatan jumlah penduduk akan berkorelasi positif dengan meningkatnya urbanisasi di suatu wilayah. ada kecenderungan bahwa aktivitas perekonomian akan terpusat pada suatu area yang memiliki tingkat konsentrasi penduduk yang cukup tinggi. hubungan positif antara konsentrasi penduduk dengan aktivitas kegiatan ekonomi ini akan menyebabkan makin membesarnya area konsentrasi penduduk, sehingga menimbulkan apa yang dikenal dengan nama daerah perkotaan.Arus urbanisasi tidak dapat dihindari oleh kota-kota besar.Urbanisasi merupakan masalah persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota yang akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial dan kemasyarakatan. jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya. Tentu ini adalah suatu masalah yang sangat serius dan harus segera dicari jalan keluarnya.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah dari desa ke kota, seseorang biasanya dipengaruhi oleh bentuk ajakan saudara atau teman, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk melakukan urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik yang menyababkan mereka melakukan urbanisasi.
2.Tujuan
Gaya hidup di kota yang dipandang oleh penduduk desa sebagai gaya hidup yang modern dan mewah merupakan salah satu daya tarik seseorang melakukan urbanisasi.kehidupan perkotaan sangat bertolak belakang dengan kehidupan pedesaan.Apapun mudah didapatkan diperkotaan mulai kebutuhan primer,sekunder dan tersier.perkotaan juga mempunyai sarana dan prasarana kota lebih lengkap seperti tempat hiburan,sarana pendidikan,transportasi,mall yang menjual kebutuhan yang lengkap.Tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih luas juga menjadi daya tarik seseorang melakukan urbanisasi dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian keluarganya.sedangkan dipedasaan lapangan pekerjaannya sangat terbatas dan kalaupun ada pengahasilan yang diperoleh bekerja didesa tidak sebesar dengan penghasilan bekerja di kota.Hal ini bisa kita lihat lewat kehidupan pedesaan yang rata – rata bergerak disektor agraris yang tidak banyak membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan prosesproduksinya.
Tujuan ditulisnya makalah ini tentunya mudah-mudahan bisa menjadi referensi dan  membantu pelaku urbanisasi agar mereka dapat menyiapkan diri sebelum hijrah ke kota. Karena impian untuk menjadi orang sukses juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang melakukan urbanisasi,karena perkotaanlah yang memberikan peluang cukup besar untuk mewujudkan impiannya itu.Seseorang yang telah menyelesaikan sekolah atau kuliah biasanya yang mereka pikirkan adalah mencari pekerjaan yang layak dikota untuk mendapatkan materi juga sebaga sarana menerapkan ilmu yang telah didapat dibangku sekolah maupun kuliah.

3.Sasaran
Masyarakat yang melakukan urbanisasi sebelum hijrah ke kota seharusnya dibekali dulu skill yang cukup,agar mereka dapat mendapatkan pekerjaan yang layak,bukan sebaliknya menjadi gelandangan atau tuna wisma yang malah menjadi beban bagi kota-kota besar.Kota–kota besar merupakan kota tujuan arus urbanisasi,hal ini bisa kita pahami karena kota merupakan pusat pemerintahan,pusat industri,pusat perdagangan baik barang maupun jasa.sasaran seseorang melakukan urbanisasi adalah untuk mengisi kekurangan tenaga kerja terutama disektor industri.karena industri merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja.Kehidupan kota yang majemuk adalah salah satu penggerak ekonomi masyarakat kota,karena disana tercipta segala macam aktivitas manusia.Dari Sana terjalin hubungan yang saling mambutuhkan antara sesama masyarakat.

BAB 2

PERMASALAHAN
Analisis permasalahan urbanisasi pasca lebaran dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari sisi:
1.Kekuatan(Streng).
1.1.Ingin mengubah nasib.
Anggapan bahwa dikota banyak tersedia lapangan kerja menjadi faktor utama penduduk desa melakukan urbanisasi.Padahal tanpa dibekali skill yang cukup mereka tentu akan sulit mencari kerja,ditambah dengan persaingan yang amat ketat ini tentunya akan membuat kehidupan dan pekerjaan mereka tidak menentu.
1.2.Faktor ekonomi.
Terdesak kebutuhan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat desa melakukan urbanisasi.Karena keadaan ekonomi keluarga yang dibawah standart biasanya meendorong anggota keluarga terutama yang muda untuk mencari nafkah dikota.
1.3.Ajakan teman atau saudara.
Mereka yang telah dulu menetap dikota dan punya pekerjaan yang tetap biasanya  membawa teman atau saudaranya untuk ikut dengannya.Hal ini cukup menjadi perhatian pemerintah kota Jakarta,khususnya era Gubernur Sutyoso,dimana para penduduk Jakarta yang pulang kampung dihimbau untuk tidak membawa teman saat kembali ke Jakarta,tapi hal ini Cuma sekedar himbauan yang akhirnya tidak terlalu dihiraukan penduduk Jakarta yang puang kampung.

1.4.Daya tarik kehidupan kota yang mewah.
Sarana hiburan,mall-mall yang menyediakan kebutuhan yang komplit,mulai dari kebutuhan primer,sekunder dan tersier semuanya tersedia dengan lengkap,gemerlapnya kehidupan kota dan lain-lain membuat anggapan bahwa hidup dikota itu enak.Hal ini juga menjadi daya tarik atau dorongan  penduduk desa untuk melakukan urbanisasi.

2.Kelemahan
2.1.Banyak penduduk yang melakukan urbanisasi tidak memiliki skill.
Pelaku urbanisasi yang tidak mempunyai skill tentunya tidak dapat memenuhi kebutuhan penyedia lapangan kerja industri atau lembaga yang ada.Hal ini tentunya akan menimbulkan meningkatnya angka pengangguran dikota dan disusul dengan akan memicu naiknya tingkat angka kemiskinan diperkotaan.

2.2.Tidak tersedianya lapangan kerja yang cukup.
Lapangan kerja yang tidak cukup menjadi salah satu faktor kelemahan urbanisasi,sehingga makin banyaknya pengangguran yang memicu tingginya angka kriminal.Karena mereka juga butuh makan,sedangkan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang tidak ada.Hal ini mempunyai dampak sosial cukup tinggi,karena mereka bisa menjadi pengamen,gelandangan,pengemis,bahkan pelaku kriminal.Karena banyak pengakuan dan alasan  dari para pelaku kriminal yang ditangkap polisi adalah karena mereka tidak punya pekerjaan.
2.3.Tidak diterapkannya aturan-aturan yang mengatur tentang masalah urbanisasi.
Akibatnya laju urbanisasi tidak terkendali dan penyebarannya pun tidak merata,selain itu kurangnya kontrol dan pengawasan dari pemerintah kota.Sebenarnya aturan yang mengatur tentang masalah urbanisasi sudah ada,tapi karena pemerintah kota kurang mensosialisasikan dan tidak menerapkan aturan-aturan itu,akhirnya lonjakan urbanisasi tidak bisa terkendali.Ini sebenarnya cukup dilematis,satu sisi pemerintah harus tegas tapi sisi lain penduduk butuh lapangan kerja untuk makan.
2.4.Potret kota yang semerawut.
Karena terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada penduduk itu sendiri. ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kota terbesar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya. makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang baik dalam proses urbanisasi sehingga menciptakan imej kota sebagai kota yang kumuh dan tidak tertata tentunya ini menimbulkan pandangan pemerintah ke kota tersebut sebagai kota yang tidak berhasil menjalankan progrm dan  membangun kotanya.
3.Peluang
3.1.Urbanisasi yang terkontrol dapat membangun ekonomi kota khususnya sektor riil.                      Urbanisasi dapat merangsang pertumbuhan ekonomi mikro dan makro kota yang  jadi tujuan.Penyebaran penduduk melalui urbanisasi yang terkontrol dan merata disertai dengan pola pengembangan kota yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang seimbang, serasi dan berkelanjutan, yang secara operasional dituangkan dalam kebijaksanaan tata ruang kota atau perkotaan,sehingga akan tercipta iklim perekonomian yang stabil dan kuat.
3.2.Pengusaha dapat dengan mudah merekrut karyawan,karena jumlah penduduk yang lebih banyak dari lowongan kerja yang akhirnya penyedia lapangan kerja dapat menyeleksi calon karyawan pencari kerja yang lebih baik atau yang memenuhi kriteria.
3.3.Pelaku urbanisasi dapat menciptakan banyak peluang usaha.Mulai dari pekerja sektor formal dan informal,mereka akan saling membutuhkan satu sama lain. Kota selain sebagai pusat pemerintahan juga merupakan pusat kegiatan perekonomian,banyak peluang – peluang yang ada disana mulai dari lapangan kerja yang luas,peluang untuk melakukan kegiatan perdagangan,peluang untuk melakukan kegiatan usaha dll.tergantung dari penduduk yang melakukan urbanisasi bisa melihat dan memanfaatkan peluang-peluang tersebut.

3.4.Mendorong masyarakat kota untuk berlomba meningkatkan kwalitas kerja sehingga terciptanya masyarakat yang berpikiran maju tentunya ini mendukung dunia usaha untuk berkembang maju dan berkelanjutan.

4.Tantangan
4.1.Sejalan dengan kehidupan kota yang modern akan menciptakan kehidupan yang individualis.hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi penduduk yang melakukan urbanisasi.selain itu juga cenderung menciptakan perekonomian yang neolibaralisme sehingga pelaku usaha kecil dan menengah lama-kelamaan akan tersingkirkan dengan sendirinya.
4.2.Masyarakat kota tertantang untuk berlomba meningkatkan kwalitas kerja sehingga terciptanya dunia usaha yang maju dan berkelanjutan.
4.3.Aktvitas kota yang sibuk tapi tetap terkendali karena kondisi ekonomi masyarakat cukup baik tentunya menciptakan imej sebagai kota yang berhasil dan tentunya ini menjadi point tersendiri bagi pemerintah kotakhususnya dimata pemerintah pusat dan umumnya dimata dunia sehingga menarik investor untuk datang menginvestasikan modalnya dikota tersebut.
4.4.Pemerintah harus mengantisipasi datangnya arus balik mudik,agar para pemudik dapat mudik tanpa kemacetan,aman,ada posko-posko pelayanan mudik  dan pelayanan sosial lain yang dapat membantu memperlancar proses mudik.

BAB 3
1.KESIMPULAN
-Urbanisasi merupakan proses yang wajar dan tidak perlu dicegah perumbuhannya. karena, proses urbanisasi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi perkotaan,karena tidak ada kota atau negara didunia ini  baik yang sedang berkembang atau yang sudah maju  bisa maju tanpa adanya proses urbanisasi.Namun demikian, proses urbanisasi tersebut perlu diarahkan agar tidak terjadi tingkat penyebaran penduduk yang tidak merata dan berlebihan.
-Urbanisasi merupakan suatu proses perubahan yang wajar dalam upaya  kegiatan perekonomian sehingga akan tercipta iklim perekonomian kota yang kondusif dan kuat,dengan catatan disertai dengan pola pengembangan kota yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang seimbang, serasi dan berkelanjutan,yang secara operasional dituangkan dalam kebijaksanaan tataruang kota.
-Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat atau cepat.Proses terjadinya urbanisasi menyangkut dua aspek yaitu perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota dan bertambahnya penduduk kota akibat dari urbanisasi.Pemerintah harus sigap menghadapi dampak urbanisasi,seperti yang kita ketahui bila urbanisasi tidak dikonrol dengan baik maka dampaknya akan terjadi lonjakan jumlah penduduk yang menganggur akibatnya tingkat kriminal makin tinggi.
-Urbanisasi terjadi akibat dari hal-hal negatif terutama di Indonesia yang berlatar belakang sebagai negara agraris,karena produk pertanian yang rendah dibanding  jumlah manusia atau faktor kebanyakan penduduk(over population).Sedangkan kebanyakan  masyarakat  berpola pikir bertani adalah pekerjaan yang berat tapi hasilnya kecil.Padahal semua pekerjaan termasuk pertanian jika digeluti total tidak sedikit orang yang berhasil di bidang itu.

2.REKOMENDASI
-Pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan yang luas terutama di daerah untuk mengatasi angka pegangguran yang semakin tinggi.Jika hal ini tidak segera ditangani, maka akan terjadi akumulasi pengangguran yang setiap saat bisa menjadi bom waktu bagi pemerintah. Pembangunan & penciptaan lapangan kerja yang merata di setiap daerah,tentunya menjadikan peluang bagi masyarakat desa untuk bekerja atau membuka usaha didaerah asalnya.
-Disosialisasikan tentang akibat dari urbanisasi dimana suasana kota menjadi macet,sumpek,semerawut,individualisme yang sangat tinggi,kriminal dimana-mana,dan lain-lain yang tujuannya a untuk membuat paranoid para pelaku urbanisasi.
-Tanamkan rasa cinta kampung halaman sejak kecil.Ibarat kata pepatah sejauh-jauh burung terbang pasti dia ingat sarangnya.
–    Transfer atau masukkan tehnologi ke desa-desa.Karena tehnologi bisa mengubah apa saja dengan cepat.Lewat tehnologi pembangunan bisa berkembang pesat.Disetiap desa pun tanpa terkecuali diberikan pelatihan berbagai keterampilan dengan melibatkan unsur-unsur tehnologi untuk warganya agar mereka suatu saat bisa berwirausaha didaerah mereka sendiri tanpa harus datang ke kota,karena dukungan tehnologi yang telah masuk pedesaan.

Referensi.
1.http://www.organisasi org/faktor penarik dan pendorong urbanisasi.
2.http://wartawarga.gunadarma.ac.id.
3.Digital books Universitas Guna darma.

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image