ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN pada PERUSAHAAN CV.LAKSANA JAYA

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH S.W.T, atas berkat dan kassih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk melengkapi penilaian mata kuliah pengantar bisnis yang merupakan bidang softskill dalam jurusan akuntansi Universitas Gunadarma. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ilmiah ini tidak terhindar dari kekurangan dan masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan pengetahuan, pengalaman serta kemampuan menulis. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hari, penulis akan menerima saran dan kritik yang membangun guna memperbaiki penulisan ilmiah ini.

Dengan diselesaikannya penulisan makalah ini, perkenankanlah penulis untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, bantuan, dukungan, dan pengarahan yang telah diberikan kepada penulis.

Pada kesempatan ini juga, penulis tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Thamrin, selaku dosen pengajar pengantar bisnis yang telah memberikan bimbingan dalam penulisan makalah ini.
  2. Kakakku Intan yang selalu membantu penulis dalam penyusunan penulisan makalah ini.
  3. Teman-temanku di kelas 1EB09 yang juga telah memberikan dukungan dan semangatnya, serta berbagai pihak yang telah membantu baik secara tidak langsung maupun tidak langsung.

Desember   2009

Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, seperti perencanaan, pengambilan keputusan, evaluasi dan sebagainya harus membutuhkan sebuah informasi yang dapat mejadikan prakiraan yang akan dijalankan. Terutama dalam hal transaksi ataupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keuangan, kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut sangat membutuhkan laporan keuangan.

Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang sangat vital dalam kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Semua transaksi yang dilakukan suatu perusahaan bentuk apapun harus dilakukan pencatatan agar tahu bagaimana kondisi keuangan perusahaan tersebut. Jika suatu perusahaan tidak membuat laporan keuangan maka besar kemungkinana perusahaan tersebut akan mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat.

Karena permasalahan tersebut maka diperlukannya analisis keuangan. Analisis keuangan yang mencakup analisis nilai rasio keuangan, analisis kelemahan, dan kekuatan di bidang financial akan sangat membantu perusahaan untuk perencanaan di masa mendatang. Selain itu dapat membantu perusahaan memberikan informasi bagi yang bekerja sama dengan perusahaan, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.

1.2  Batasan Masalah

Dalam penulisan ini penulis membatasi penulisan ini hanya sampai melakukan perhitungan analisis rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan dari sumber data yang penulis ambil sebagai property.

1.3    Tujuan penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah menilai kinerja keuangan perusahaan CV.Laksana Jaya dengan melakukan analisis rasio keuangan sebagai perhitungannya.

1.4    Metode Penulisan

Dalam penulisan makalh ini penulis melalui beberap tahap, yaitu :

  • Menentukan judul penulisan
  • Mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan
  • Melakukan perhitungan rasio keuangan

1.5    Sistematika Penulisan

Penulis membagi penulisan skripsi ini menjadi empat bab, dimana tiap bab mempunyai sub-sub bab yang pembagiannya dapat diuraikan sebagai berikut:

Bab I: Pendahuluan

Dalam bab ini penulis akan menguraikan dengan singkat latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan di akhiri dengan sistematika penulisan.

Bab II: Landasan Teori

Dalam bab ini penulis akan menjelaskan laporan keuangan, analisis laporan keuangan, dan rasio keuangan.

Bab III: Pembahasan

Dalam bab ini penulis akan menjelaskan perhitungan rasio keuangan perusahaan beserta analisisnya.

Bab IV: Penutup

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang ditulis berdasarkan analisa laporan keuangan tersebut.

BAB 2

Landasan Teori

2.1 Laporan Keuangan

2.1.1 Definisi Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramaln untuk masa depan.

Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya terdiri dari :

  • Laporan Neraca
  • Laporan Laba/Rugi
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Laporan Perubahan Posisi Keuangan, berupa Laporan Arus Kas
  • Catatan dan Laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kondisi keuangan adalah aktiva,kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba/rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba/rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

2.1.2 Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan Neraca

Neraca (Balance Sheet) adalah dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal.

  1. Aktiva  adalah harta milik perusahaan yang digunakan untuk biaya operasional dan biaya produksi suatu perusahaan. Aktiva ada dua macam aktiva lancar dan aktiva tetap.
  2. Kewajiban (Liabilities) adalah kewajiban perusahaan kepada pihak luar (creditor) yang tercermin di dalam Neraca dan pada umumnya digambarkan dengan kata “payable”.
  3. Modal adalah harta yang dikeluarkan oleh pemilik perusahaan  sebagai langkah awal dalam menjalankan suatu bisnis, dan digunakan untuk menambah pendanaan aktiva.

Ketiga unsur tersebut dihubungkan dengan persamaan berikut :

Aktiva = Hutang + Modal

Informasi yang dapat dilihat dari neraca antara lain adalah posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi.

Laporan Laba/Rugi

Laporan laba/rugi (income statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.

Laporan laba/rugi mempunyai dua unsur yaitu pendapatan dan beban

  1. Pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomi dalam suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurun kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
  2. Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya nilai aktiva atau kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian penanaman modal.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (cash flow statlement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntasi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang perusahaan.

Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas perkiraan arus kas yang dibuat sebelumnya. Laporan arus kas juga menjadi alat penanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.

Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermafaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).

2.2 Analisis Laporan Keuangan

2.2.1    Pengertian analisis laporan keuangan

Menurut ikatan akuntan Indonesia analisa laporan keuangan adalah analisa terhadap neraca dan perhitungan laba rugi serta segala keterangan-keterangan  yang dimuat dengan lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.

Analisa laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecendrungan untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisa dilakukan dengan pengukuran hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur tersebut dari tahun ke tahun untuk untuk mengetahui perkembangannya.

2.2.2    Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Laporan  keuangan  merupakan  alat  yang  sangat  penting  untuk memperoleh  informasi  sehubungan  dengan  posisi  keuangan  dan  hasil-hasil  yang  telah  dicapai  oleh  perusahaan  yang  bersangkutan.   Data keuangan  ini  akan  lebih  berarti  bagi  pihak-pihak  yang  memerlukan apabila  data  tersebut  diperbandingkan  untuk  dua  periode  atau  lebih dan dianalisa  lebih  lanjut  sehingga  dapat  diperoleh  data  yang  akan mendukung keputusan yang akan diambil.

2.2.3    Jenis Analisis Laporan Keuangan

Menurut  Jumingan (2005 : 44) pada dasarnya ada beberapa jenis analisis yang dapat dilakukan, yakni :

  1. Analisis Internal adalah analisis yang dilakukan oleh mereka yang bisa  mendapatkan informasi  yang  lengkap  dan  terperinci  mengenai  suatu  perusahaan, dilakukan  oleh  manajemen  dalam  mengukur  efisiensi  usaha  dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan.
  2. Analisis Eksternal adalah  analisis  yang  dilakukan  oleh  mereka  yang  tidak  bisa mendapatkan  data  yang  terperinci  mengenai  suatu  perusahaan. Dilakukan  oleh  bank,  para  kreditur,  pemegang  saham,  calon pemegang saham dan lain-lain dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas.
  3. Analisis Horizontal / Dinamis adalah  analisis  perkembangan  data  keuangan  dan  data  operasi perusahaan  dari  tahun  ke  tahun  guna  mengetahui  kekuatan  atau kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
  4. Analisis Vertikal / Statis adalah  analisis  laporan  keuangan  yang  terbatas  hanya  pada  satu periode akuntansi saja, misalnya analisis rasio.

2.3 Analisis Rasio Laporan Keuangan

Rasio  dalam  analisis  laporan  keuangan  adalah  angka  yang menunjukkan  hubungan  antara  suatu  unsur  dengan  unsur  lainnya  dalam laporan  keuangan.   Hubungan  antara  unsur-unsur  laporan  keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana.Pada  dasarnya  angka-angka  rasio  itu  dapat  dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu :

  1. Angka-angka rasio yang didasarkan pada sumber data keuangan dari mana unsur-unsur angka rasio tersebut diperoleh. Berdasarkan sumber datanya rasio dibagi menjadi tiga, yaitu :
    1. Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya rasio lancar (current ratio) dan rasio tunai (quick ratio).
    2. Rasio-rasio  laporan  laba  rugi  (income  statement  ratios),  yaitu rasio-rasio  yang  disusun  dari  data  yang  berasal  dari  laporan perhitungan laba rugi, misalnya rasio laba bruto dengan penjualan netto, rasio laba usaha dengan penjualan netto dan operating ratio.
    3. Rasio-rasio  antar  laporan  (intern-statement  ratios),  yaitu  rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan laporan laba  rugi,  misalnya  rasio  penjualan  netto  dengan  aktiva  usaha, rasio  penjualan  kredit  dengan  piutang  rata-rata  dan  rasio  HPP dengan persediaan rata-rata.
  1. Angka-angka  rasio  yang  disusun  berdasarkan  tujuan  penganalisis dalam mengevaluasi suatu perusahaan.Ada  berbagai  pendapat  tentang  kategori  rasio  berdasarkan  tujuan penganalisis  dalam  mengevaluasi  suatu  perusahaan  berdasarkan laporan  keuangannya,  sedangkan  macam-macam  rasio  untuk perbankan terdiri dari :
    1. Rasio  likuiditas,  bertujuan  menguji  kecukupan  dana  perusahaan, kemampuan    perusahaan  membayar  kewajiban  yang  segera  harus dipenuhi.
    2. Rasio  solvabilitas,  bertujuan  mengukur  kemampuan  bank  dalam memenuhi hutang-hutangnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
    3. Rasio  rentabilitas,  bertujuan  mengukur  kemampuan  perusahaan baik  didalam  menghasilkan  laba  atas  sejumlah  modal  dan  aktiva yang  dimilikinya,  serta  dapat  dinilainya  tingkat  efisiensi penggunaan modal dan aktiva tersebut.

2.4  Pengumpulan Data

Berikut ini adalah laporan laba/rugi dan neraca CV.Laksana Jaya pada periode tahun 2005 dan tahun 2006

Tahun 2005

LAPORAN LABA/RUGI

URAIAN

DEBET

KREDIT

Pendapatan/penjualan

Biaya produksi

1. pembelian bahan baku

2. biaya upah tukang

Total biaya produksi

Laba kotor

Biaya operasional

1. biaya transportasi

2. biaya gaji pegawai

3. biaya listrik,telpon,dan air

4. biaya penyusutan peralatan,bangunan,dan kendaraan

5. biaya perawatan peralatan,bangunan,dan kendaraan

6. biaya-biaya lain

Total biaya operasional

Rugi/laba sebelum pajak

Pajak usaha

36.586.000

6.465.000

43.051.000

1.098.000

3.500.000

778.000

1.050.000

185.000

366.500

6.978.000

112.600

51.155.000

8.104.000

1.126.000

Rugi/laba usaha bersih 1.013.400

LAPORAN NERACA

URAIN

DEBET

URAIAN

KREDIT

AKTIVA

Aktiva lancar

1. Kas

2. Kas Bank

3. Piutang

Total aktiva lancar

Aktiva tetap

1. Peralatan dan mesin

2. Ak.peny.peralatan dan mesin

3. Bangunan

4. Ak.peny.bangunan

5. Kendaraan

6. Ak.peny.kendaraan

Total Aktiva Tetap

212.166

0

21.520.000

21.732.166

47.875.000

(3.900.000)

200.000.000

(6.500.000)

42.500.000

(3.250.000)

276.725.000

PASSIVA

Utang jangka pendek

1. utang dagang

2. utang usaha

Total utang jangka pendek

Utang jangka panjang

1. utang kendaraan

Total Utang

Modal

10.725.500

45.152.000

55.877.500

7.098.000

62.975.500

235.481.666

Total Aktiva

298.457.166

Total Passiva

298.457.166

Tahun 2006

LAPORAN LABA/RUGI

URAIAN

DEBET

KREDIT

Pendapatan/penjualan

Biaya produksi

1. Pembelian Bahan Baku

2. Biaya upah tukang

Total biaya produksi

Laba kotor

Biaya operasional

1. Biaya transport

2. Biaya gaji pegawai

3. Biaya listrik,telpon,dan air

4. Biaya penyusutan peralatan,bangunan,dan kendaraan

5. Biaya perawatan peralatan,bangunan,dan kendaraan

6. Biaya lain-lain

Total biaya operasional

Laba /rugi sebelum pajak

Pajak usaha

24.519.900

6.665.900

31.184.900

1.472.500

3.500.000

747.000

1.050.000

475.000

952.000

8.196.500

112.600

46.946.500

15.761.600

7.565.100

Laba rugi sesudah pajak

7.425.50

LAPORAN NERACA

URAIAN

DEBIT

URAIAN

KREDIT

AKTIVA

Aktiva lancar

1. Kas

2. Kas Bank

3. Piutang

Total Aktiva Lancar

Aktiva tetap

1. Peralatan dan mesin

2. Ak.peny.peralatan dan            mesin

3. Bangunan

4. Ak.peny bangunan

5. Kendaraan

6. Ak.peny.kendaraan

Total Aktiva Tetap

4.388.766

0

20.258.500

24.647.266

47.875.000

(4.200.000)

200.000.000

(7.000.000)

42.500.000

(3.500.000)

275.675.000

PASSIVA

Utang jangka pendek

1. Utang dagang

2. Utang usaha

Total utang jangka pendek

Utang jangka panjang

1. Utang kendaraan

Total utang

Modal

8.767.500

42.067.000

50.834.500

6.591.000

57.425.500

242.896.000

Total Aktiva

300.322.266

Total Passiva

300.322.266

BAB 3

PERMASALAHAN

3.1 Menghitung Rasio likuiditas  (Liquidity Ratio)

Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi  kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya.

3.1.1  Rasio Lancar (current ratio)

Aktiva lancar

Rasio lancar                  = ______________________

Kewajiban lancar

21.723.166

Tahun 2005                  =__________________________

55.877.500

=          0.4

24.674.266

Tahun 2006                  =__________________________

50.834.500

=          0.5

Perbedaan rasio lancar antara tahun 2005 dan 2006 terjadi karena peningkatan aktiva lancar yang pada tahun 2005 sebesar Rp.  21.723..166 dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 24.647.266 serta adanya pengurangan kewajiban lancar yang pada tahun 2005 sebesar Rp. 55.877.500 dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 50.834.500.

Walaupun demikian nilai rasio lancar dapat dikatakan baik karena perusahaaan masih mampu membayar kewajiban jangka pendek, meskipun nilai rasio lancar belum mencapai nilai 1 tetapi jika nilai rasio mencapai angka lebih dari satu   akan ada aktiva yang menganggur.

3.2 Menghitung Rasio profitabilitas (profitabilitas ratio)

Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunanaan modalnya.

3.2.1 Margin atas laba penjualan (net profit margin)

Laba sesudah pajak

Margin laba atas penjualan  =   ___________________   x100

Penjualan

1.013.400

Tahun 2005                  = _____________________   x100

51.155.000

=      2 %

7.425.500

Tahun   2006                  =  ______________________   x 100

46.964.500

=        15 %

Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh net profit margin sebesar  2% dan pada tahun 2006 sebesar 15 % yang artinya margin laba atas pada perusahaan CV.Laksana Jaya mengalami peningkatan. Dapat dikatakan bahwa kinerja dalam menghasilkan margin atas laba penjualan sangat baik.

3.2.2 Kemampuan dasar menghasilkan laba (Basic earning power rasio)

EBIT (earning before interest and fax)

Basic earning power ratio          = ________________________________

Total Aktiva

1.126.000

Tahun 2005                  = ______________________  x  100

298.457.166

=          0.4 %

7.565.100

Tahun 2006                  = ____________________  x 100

300.322.266

=          2.5 %

Dari perhitungan diatas, pada tahun 2005 diperoleh basic earning power ratio sebesar 0.4% dan pada tahun 2006 sebesar 2.5%. hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menghasilkan laba yag berarti kinerja perusahaan CV.Laksana Jaya semakin baik.

3.2.3 Tingkat pengembalian laba atas total aktiva (return on total asset)

laba bersih sesudah pajak

ROA                            = ___________________________   x 100

Total aktiva

1.013.400

Tahun 2005                  = _____________________ x 100

298.457.168

=          0.3 %

7.452.500

Tahun 2006                  =   _____________________  x 100

300.322.266

=          2.4 %

Dari perhitungan diatas,pada tahun 2005 diperoleh return on total assets sebesar 0.3% dan pada tahun 2006 sebesar 2.4%. hal ini menunjukkan tingkat pengembalian laba atas total aktiva pada perusahaan CV.Laksana Jaya meningkat dengan kata lain perusahaan mampu menghasilkan laba yang dapat meningkatkan jumlah aktiva perusahaan.

3.2.4 Tingkat pengembalian atas ekuitas saham biasa (return on common equity)

Laba bersih sesudah pajak

ROE                            = _____________________________ x 100

Modal sendiri

1.013.400

Tahun 2005                  =  _____________________   x 100

235.481.666

=          0.3 %

7.452.500

Tahun 2006                  =     ____________________  x 100

242.896.766

=          3.0 %

Dari perhitungan diatas, pada tahun 2005 diperoleh return on common equity sebesar 0.3% dan pada tahun 2006 sebesar 3.0%. hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan mengalami peningkatan dalam pengembalian modal.

3.3 Rasio Pengelolaan Aktiva (Asset Management Ratio/Aktivity Ratio)

Rasio pengelolaan aktiva adalah alat ukur sejauh mana efektifitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya – sumber dayanya.

3.3.1 Rasio perputaran aktiva tetap (Fixed assets turnover ratio)

Penjualan

Rasio perputaran aktiva tetap    =_____________________

Aktiva tetap bersih

51.155.000

Tahun 2005                              =   _____________

276.725.000

=          0.18

46.946.500

Tahun 2006                              =_________________

275.675.000

=          0.17

Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh fixed assets turnover ratio sebesar 0.18  artinya dalam tahun tersebut aktiva tetap menghasilkan penjualan 0.18 X. sedangkan untuk tahun 2006 diperoleh fixed assets turnover ratio sebesar 0.17 artinya dalam tahun tersebut aktiva tetap menghasilkan penjualan sebesar 0.17 X.

3.3.2 Rasio perputaran total aktiva (Total assets turnover ratio)

Penjualan

Rasio perputara total aktiva       =________________

Total aktiva

51.155.000

Tahun 2005                              = _________________

298.457.166

=          0.17

46.946.500

Tahun 2006                              = ____________________

300.322.266

=          0.15

Dari perhitungan diatas pada tahun 2005 dapat diperoleh  total assets turnover ratio sebesar 0.17 artinya dalam tahun tersebut aktiva menghasilkan penjualan 0.17 X, sedangkan pada tahun 2006 diperoleh total assets turnover ratio sebesar 0.15 artinya pada tahun tersebut aktiva menghasilkan penjualan 0.15 X.

3.4  Rasio pengelolaan hutang (Leverage Ratio)

Rasio pengelolaan hutang (Leverage Ratio) adalah rasio untuk mengetahui seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang.

3.4.1 Rasio hutang (debt ratio)

Total hutang

Debt ratio                                 =___________________

Total aktiva

62.975.500

Tahun 2005                              =  ________________

298.475.166

=          0.21

57.425.500

Tahun 2006                              =   _______________

300.322.266

=          0.19

Dari hasil perhitungan diatas pada tahun 2005 diperoleh debt ratio sebesar 0.21 yang artinya adalah prosentasi aktiva didanai dari hutang sebesar  21%, sedangakn untuk tahun 2006 diperoleh debt ratio sebesar 0.19 yang artinya adalah prosentasi aktiva yang didanai dari hutang sebesar 19%. Terjadinya penurunan debt ratio menunjukkan bahwa kinerja perusahaan semakin meningkat dengan semakin menurunnya hutang dalam pendanaan akitiva.

BAB 4

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Setelah melakukan perhitungan rasio laporan keuangan pada perusahaan CV.Laksana Jaya serta berdasarkan maksud dari penulisan ini adalah menilai kinerja keuangan dengan laporan keuangan sebagai sumber data, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

1)      Rasio Likuiditas

Dilihat dari rasio likuiditas, kinerja keuangan mengalami peningkatan sehingga kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek  semakin meningkat, meskipun nilai rasio belum mencapai angka 1.

2)      Rasio Profitabilitas

Dilihat dari rasio profitabiltas, kinerja keuangan mengalami peningkatan yang cukup besar. Dengan kata lain perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang dapat mengembalikan modal serta pengembalian atas total akitva.

3)      Rasio Pengelolaan Aktiva

Dilihat dari rasio pengelolaan aktiva, kinerja keuangan masih tidak mampu menghasilkan tingkat penjualan yang cukup untuk tahun berikutnya karena dari tahun sebelumnya mengalami penurunan nilai rasio.

4)      Rasio Pengelolaan Hutang

Dilihat dari rasio pengelolaan hutang, kinerja keuangan cukup baik karena mampu mengurangi hutang dalam pendanaan aktiva. Jika hutang meningkat maka besar kemungkinan perusahaan tersebut tidak akan mampu menutupi hutang dan perusahaan tersebut tidak akan dapat menjalan kegiatan operasional perusahaan.

4.2  Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran yang perlu diperhatikan sebagai masukan, sebagai berikut :

  1. Meningkatkan nilai likuiditas perusahaan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya, tetapi jangan sampai ada aktiva yang menganggur.
  2. Perusahaan harus meningkatkan efisiensi pemanfaatan aktiva yang dimilki dalam kegiatan operasionalnya untuk meningkatkan pendapatan atau meningkatkan laba bersih.
  3. Perusahaan harus mengurangi jumlah hutang dalam pendanaan aktiva agar keuangan perusahaan dalam kondisi sehat.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.scribd.com
  2. http://ilmumanajemen.wordpress.com/2008/03/24/laporan-rugi-laba/
  3. http://s1manajemen.multiply.com
VN:D [1.9.22_1171]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)
ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN pada PERUSAHAAN CV.LAKSANA JAYA, 8.5 out of 10 based on 2 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image