Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan

Setiap tahunnya perusahaan X selalu mengadakan acara pemberian penghargaan terhadap karyawan berprestasi, terdisiplin juga telah berkontribusi banyak serta loyal terhadap perusahaan. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada karyawan level atas, tetapi juga kepada staf bawahan seperti OB hingga satpam. Pada tahun 2003-2004, produksi perusahaan X mengalami kenaikan sebesar 15%, Karena keuntungan yang cukup besar dari kenaikan tersebut, perusahaan menaikan gaji karyawan. Kondisi kerja perusahaan X juga sangan kondusif. Setahun kemudian kembali perusahaan mengalami kenaikan produksi sebesar 20 %. Kenaikan produksi ini disebabkan karena prestasi kerja karyawan yang meningkan, sehingga permintaan produksi semakin meningkat.. Dengan kata lain prestasi kerja karyawan perusahaan X mengalami kenaikan.

Secara teoritis, hal yang sangat berpengaruh adalah kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja menarik untuk diamati karena memberi manfaat baik bagi individu maupun bagi industri. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yang lazim dikenal yaitu:

1. Teori Perbandingan Intrapersonal (Discrepancy Theory)

Kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh individu merupakan hasil dari perbandingan yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap berbagai macam hal yang sudah diperolehnya dari pekerjaan dan yang menjadi harapannya. Kepuasan akan dirasakan bila perbedaan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan kecil, sebaliknya ketidakpuasan akan dirasakan oleh individu bila perbedaan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan besar.

2. Teori Keadilan (Equity Theory)

Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain.

3. Teori Dua – Faktor (Two Factor Theory)

Prinsip dari teori ini adalah kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators. Satisfier atau motivators adalah faktor-faktor yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari prestasi, pengakuan, wewenang, tanggungjawab dan promosi. Dikatakan tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas, tetapi kalau ada, akan membentuk motivasi kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh sebab itu faktor ini disebut sebagai pemuas. Hygiene factors adalah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber kepuasan, terdiri dari gaji, insentif, pengawasan, hubungan pribadi, kondisi kerja dan status. Keberadaan kondisi-kondisi ini tidak selalu menimbulkan kepuasan bagi karyawan, tetapi ketidakberadaannnya dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan.

Dari teori-teori diatas Two Factor Theory mungkin bisa menjadi landasan untuk menghadapi kondisi pada kasus perusahaan X yang tadi diuraikan. Hygiene factor adalah sumber kepuasan bagi para karyawan perusahaan X. Dalam hal ini adalah gaji yang sesuai sehingga menimbulkan kepuasan karyawan. Kemudian, penghargaan yang diberikan perusahaan juga kondisi kerja yang kondusif sebagai motivator yang tidak hanya menimbulkan kepuasan tapi juga akan meningkatkan motivasi karyawan sehingga menghasilkan prestasi kerja yang baik.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan, 7.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image