PEREKONOMIAN BARTER

Didalam masyarakat yang sangat sederhana (primitif), orang belum mengenal atau menggunakan uang sebagai alat tukar. Pada masyarakat tradisional itu tiap orang berusaha menghasikan sendiri apa yang dibutuhkannya. Sesuatu yang  dihasilkan dari berburu, menangkap ikan, mengambil hasil hutan, dan bertani, langsung dikonsumsikan atau dimakan oleh anggota-anggota keluarganya. Dengan kata lain, antara produksi dan konsumsi tidak ada pemisahan, yaitu ,mereka yang sebagai produsen (penghasil) tetapi juga sebagai konsumen (pemakai). Mereka hidup menyendiri dan berkelompok dalam suasana kekeluargaan dilingkungan yang terisolir. Orang yang ingin makan durian, tidak membeli durian dengan uangnya tetapi membayar denga kambing ataupun beras. Dengan demikian, kegiataan perekonomian dilakukan dengan cara langsung tukar-menukar barang. Cara ini dalam perekonomian disebut system barter. Jadi barter adalah system tukar antara barang dengan barang atau dengan kata lain system tukar menukar secara in-natura.
Perekonomian barter merupakan system kegiatan ekonomi masyarakat dimana kegiatan produksi dan perdagangan masih sangat sederhana, kegiatan tukar menukar masih terbatas dan jual beli dilakukan dengan tukarmenukar barang.
Dalam kenyataannya perekonomian barter menghadapi banyak kesulitan yang dapat menghambat perkembangan perekonomian.

Kesulitan-kesulitan perekonomian barter antara lain:
1)    Kesuliatn menemukan kehendak ganda yang selaras (double coincidence of wants)
Didalam perekonomian barter diperlukan kehendak yang selaras. Artinya setiap orang yang ingin mengadakan tukar-menukar dengan orang lain harus memiliki barang yang diinginkan pihak lain dan mencari barang pihak lain. Kehendak ganda tersebut secara kebetulan dapat terjadi, tetapi untuk menemukan keinginnan ganda ini ternyata tidak mudah. Misalnya, X ingin menukarkan baju yang dibuatnya dengan beras untuk memenuhi kebutuhannya akan beras. Secara kebetulan Y mengingikan baju dan ia mempunyai beras, sebagaimana yang dikehendaki X. Dalam keadaan demikian ini, perekonomian barter dapat berlangsung, yaitu dapat terjadi tukar menukar kebutuhan antara baju dengan beras. Namun, situasi semacam itu tidak selalu ada dalam masyarakat, karena kebutuhan X dan Y tidak hanya beras dan baju. Mereka mempunyai aneka ragam yang diperlukan untuk menglangsungkan hidupnya. Bila Y menginginkan lauk-pauk, maka X dapat menukarkan bajunya denga beras milik Y.
2)    Harga atau nilai sukar ditentukan
Dalam perekonomian barter cara menentukan harga atau nilai suatu barang harus ditentukan pada barang tersebut. Beras atau baju mempunyai harga atau nilai tukar. Permasalahan yang muncul adalah berapa kg beras dapat ditukarkan untuk mendapatkan baju? Hal demikian ini sangat sulit ditentukan, sehingga ditemui kesulitan untuk menentukan harga atau nilai beras dan baju
3)    Pilihan pembeli dibatasi
Dalam perdagangan yang dilakukan secara barter, pihak pembeli terikat pada syarat-syarat yang ditentukan pihak lain yang memiliki barang yang diinginkannya. Misalnya, A hanya ingin menukarkan sebagian hasilnya, yaitu 100 kg gandum. Tetapi B yang mencari gandum mempunyai sapi yang harus ditukarkan dengan 500 kg gandum. Dalam keadaan seperti ini A dapat memilih membatalkan petukaran atau menukarkan 500 kg gandum dengan sapi. Hal ini tidak akan terjadi seandainya masyarakat menggunakan uang sebagai alat tukar. A dapat dengan mudah menjual 100 kg gandum dan menerima uang dari penjualan tersebut untuk membeli berbagai macam barang yang ia perlukan.
4)    Pembayaran secara kredit sulit dilaksanakan
Jual beli secara kredit yang akan dibayar dengan barang sulit dilaksanakan, karena kesulitan menentukan jenis barang yang akan digunakan untuk pembayarannya. Disamping itu juga akan timbul masalah mutu atau kualitas barang yang akan digunakan untuk pembayaran
5)    Kesulitan mengangkut dan menyimpan
Transaksi pedagangan secara barter akan menimbulkan masalah sehubungan dengan penyediaan barang-barang dalam jumlah besar. Disamping itu menyimpan barang dengan kuantitas banyak akan menimbulkan resiko. Penyimpanan barang memerlukan tempat da biaya yang besar pula.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
PEREKONOMIAN BARTER, 10.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image