SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA BARAT

SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA BARAT

Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan
saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan
demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi
dalam pengertian hafiah. Berbeda dengan peradaban masyarakat lain di Nusantara, peradaban masyarakat Jawa Barat
yang berpenduduk asli dan berbahasa Sunda sangat dipengaruhi oleh alam yang subur dan alami. Itulah sebabnya,
dalam interaksi sosial, masyarakat di sana menganut falsafah seperti di kutip di atas.Selain akrab dengan alam
lingkungan dan sesama manusia, manusia Sunda juga dekat dengan Tuhan yang menciptakan mereka dan
menciptakan alam semesta tempat mereka berkehidupan (Triangle of life). Keakraban masyarakat Sunda dengan
lingkungan tampak dari bagaimana masyarakat Jawa Barat, khususnya di pedesaan, memelihara kelestarian
lingkungan. Di provinsi ini banyak muncul anggota masyarakat yang atas inisiatif sendiri memelihara lingkungan alam
mereka.Keakraban masyarakat Jawa Barat dengan Tuhan, menyebabkan masyarakat di sana relatif dikenal sebagai
masyarakat yang agamis, relijius, yang memegang teguh nilai-nilai ajaran agama yang mereka anut yakni agama Islam
sebagai agama dengan penganut terbesar, kemudian Kristen (Katolik dan Protestan), Hindu, Budha, dan lainnya.
Kendati demikian, dalam proses kehidupan sehari-hari, masyarakat Jawa Barat relatif terbuka saat berinteraksi dengan
nilai-nilai baru yang cenderung sekuler dalam suatu proses interaksi dinamis dan harmonis.
Tapi ada juga masyarakat yang tidak inisiatif, contohnya yang saya lihat kebanyakan masyarakat jawa barat tidak mau bekerja keras istilah kata mereka ingin sepert “Kabayan”. Tapi ada juga yang bekerja keras dan mempunyai inisiatif. Ada lagi waktu saya solat idul adha di Bandung Jawa Barat ada dalam satu lingkungan mengadakan solat idul adha tiga tempat, saya binggung kenapa seperti itu. Saya menyimpulkan bahwa pada waktu itu mungkin panitia yang mengadakan solat idul adha egoies, mungkin disatu tempat ingin khotibnya si A, ditempat satu ingin khotib si B, dan ditempat terakhir mungkin ingin khotib si C, akhirnya mereka tanpa berpikir panjang mereka mengadakan solat idul adha ditiga tempat, padahal lebih bagus disatu tempat saja.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA BARAT, 10.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image