teori erik erickson

TEORI ERIK ERICKSON

Erik Erickson lahir di Frankurt, Jerman pada tanggal 15 Juni 1902. Erickson brusaha mencari Identitas dirinya karena kedua orang tuanya memang sengaja merahasiakan detai-detail kelahirannya. Pada tahun 1933 ia mendirikan pusat pelatihan psikoanalisa dan sewaktu dia diterima mengajar di Harvard Medikal school dan membuka praktek psikoanalisis anak di rumahnya. Dan ia meninggal pada tahun 1994.
Menurut Erickson, ego sebagian bersifat tak sadar, mengorganisir dan mensintesa pengalaman sekarang dengan pengalaman diri masa lalu dan dengan diri masa yang akan datang. Dia menemukan tiga aspek ego yang saling berhubungan, yakni :
Body ego : mengacu ke pengalaman orang dengan tubuh atau fisiknya sendiri.
Ego Ideal : Gambaran tentang bagaimana seharusnya diri, sesuatu yang bersifat ideal.
Ego Identity : Gambaran diri dalam peran sosialnya.

TAHAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
1.Trust vs Mistrust
Terbentuk pada tahap sensori oral.
Kebiasaan, konsistensi, kontinuitas dalam lingkungan bayi merupakan dasar bagi perasaan identitas psikososial.
Melelui kotinuitas bayi belajar menggantungkan diri.
Pengharapan antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar.
Tahap ritualisasi numinous yaitu perasaan bayi akan kehadiran ibu bersifat keramat (pengakuan atas dirinya)
Idolisme adalah bentuk ritualismenya.
2. Autonomy vs Shame & Doubt
- Setara dengan tahap Muscular anal
- Anak belajar apa yang diharapkan dari dirinya.
- Orientasi bertujuan ganda , yaitu mengontrol diri sendiri dan menerima control dari orang lain.
- Anak harus didorong untuk mengalami situasi yang menuntut otonomi dalam melakukan pilihan bebas.
- Rasa mampu mengendalikan diri (otonomi)
Rasa kehilangan control diri (malu dan ragu-ragu)
- Munculnya nilai kemauan.
- Timbulnya sifat Bijaksana dalam tahap ini.
- Penyimpangan ritualismenya adalah legalisme.
3. Initiative vs Guilt
- Setara dengan tahaplokomotor genital
- Tahap memperluas penguasaan dan tanggung jawab
- Nilai yang menonjol adalah tujuan
- Ritualisasi Dramatik
- Penyimpangan negatifnya adalah ritualisme impersonasi
4. Industry vs Inferiority
- Berlangsung selama periode laten
- Belajar mengontrol imajinasi dan mulai sekolah.
- Perasaan rendah diri jika tidak berhasil mnguasai tugas.
- Ritualisasi formal
- Penyimpangan ritualisme
5. Identity vs Identity Confusion
- Masa Adolescence
- Menganggap bahwa dirinya Unik
- Menentukan cita-cita dimasa datang
- Ego memiliki kapasitas untuk memilih bakat.
- Mengalami krisis identitas
- Nilia kesetiaan berkembang
- Ritualisasinya yaitu Ideologi dan totalisme
6. Intimacy vs Isolation
- Pada masa dewasa awal
- Menyatukan Identitas dengan orang lain
- Bahaya pada tahap ini adalah isolasi
- Munculnya nilai cinta
- Ritualisasinya adalah afiliatif dan elitisme
7. Generativity vs Stagmation
- Selama masa middle adulthood
- Cirinya adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan
- Nilai pemeliharaan dalam kepedulian pada orang lain
- Ritualisasinya adalah generasional dan autoritisme
8. Integrity vs Despair
- Berlangsung pada masa late adulthood
- Integritas sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang
- Berkembang nilai kebijaksanaan
- Ritualisasi usia lanjut disebut integral
- Ritualismenya disebut sapientisme.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

There Is 1 Response So Far. »

  1. tq yaw…. akhirnya dapet juga yang lengkap…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image