Transplantasi inti

Transplantasi Inti ( Kloning )

Pengertian

Kloning berasal dari bahasa Yunani, Clone = potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Akan tetapi, dalam perkembangan berikutnya pengertian cloning adalah upaya untuk memproduksi sejumlah individu atau anakan yang persis sama dengan induknya tanpa melalui proses pembuahan.

Transplamtasi inti disebut juga teknik kloning yaitu pemindahan inti sel yang satu ke sel lain sehingga di peroleh individu baru yang memiliki sifat baru sesuai inti yang diterimanya .Kloning menghasilkan individu yang identik satu sama lain Karena di hasilkan dari reproduksi aseksual. Teknik kloning berhasil dicobakan pada katak, mencit, sapi, dan domba.

Penyelidikan kloning telah dilakukan sejak tahun 1952 oleh dua prang ilmuwan bernama Bricks dan Young. Pada saat itu, mereka berhasil mengkloning katak dengan cara memasukkan nucleus yang sedang mengalami proses pembelahan ke dalam sel normal.

Teknik kloning pada katak berhasil dilakukan oleh John B. Gurdon. Langkah-langkah teknik cloning pada katak adalah sebagai berikut.

  • Inti sel kulit katak ditransplantasikan ke dalam sel telur yang intinya sudah dihilangkan.
  • Hasil transplantasi tersebut ditumbuhkan sampai terbentuk embrio, kemudian sel-sel embrio dipisahkan dan inti sel embrio tersebut ditransplantasikan ke dalam sel telur katak lain yang inti selnya sudah di buang.
  • Individu hasil cloning tumbuh dari sel-sel telur tersebut

Pada tahun 1977, teknologi cloning telah menjadi sorotan utama dari berbagai belahan dunia . Pada saat itu, para ilmuwan dari Institut Roslin Skotlandia yang  dipimpin oleh Dr. Ian Wilmut memplubikasikan keberhasilan mereka melahirkan kloning domba yang kemudian diberi nama Dolly.

Prose terjadinya cloning domba Dolly, Mula-mula sel tunggal dari kelenjar susu domba dewasa difusikan dengan sel telur diambil sebelumnya. Hasil fusi kedua sel tersebut akan menghasilkan embrio yang kemudian ditanamkan pada domba lain ( induk semang ). Selanjutnya, induk semang akan mengandung embrio tersebut hingga lahir.

dolly-fig-13-13

Teknologi cloning pada hewan memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut.

  • Menghasilkan obat-obatan. Penggunaan teknologi cloning dapat dimaksudkan untuk menghasilkan obat-obatan untuk beberapa penyakit berbahaya yang mengancam manusia ataupun hewan. Misalnya penyakit cystic fibrosis, emfisema, leukemia, hemofilia, dan sapi gila . Domba Dolly dapat memproduksi alfa-1-antitripsin manusia yaitu sejenis protein darah yang bermanfaat pada terapi cystic fibrosis.
  • Mengahsilkan organ-organ manusia untuk keperluan transplantasi. Melalui hewan cloning, beberapa organ manusia telah berhasil dibentuk untuk keperluan transplantasi. Pembentukan organ tersebut dilakukan dengan cara menempatkan gen-gen manusia pada setiap sel hewan.
  • Menyelamatkan spesies-spesies yang terancam punah. Teknologi cloning dapat pula dimaksudkan untuk menyelamatkan beberapa spesies langka  dan terancam punah. Misalnya, harimau Sumatra dan badak Jawa yang kini tinggal beberapa ekor.

Sumber :

“Sudjadi,Bagod, Laila,Siti. 2007.Biologi 3 SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Yuhistira”

“Aryulina,Diah,dkk. 2007. Biologi 3 SMA dan MA untuk kelas XII.Jakarta: Esis” “Prawirohartono, Slamet. 2005. SAins Biologi untuk SMA kelas 3. Jakarta: Erlangga”

www.image.google.com

Rachman, Abdul Tedy,dkk. 2003. Evaluasi MAndiri Biologi SMU.Jilid 3. Jakarta:Erlangga”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image