ANEKA RAGAM FAUNA YANG DILINDUNGI DI INDONESIA

ANEKA RAGAM FAUNA YANG DILINDUNGI DI INDONESIA

RAGUNAN merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang memiliki beraneka ragam fauna yang di lindungi di Indonesia. Banyak sekali fauna yang dapat kita lihat di sana. Di antaranya yaitu : aneka ragam mamalia ( seperti Gorilla, Orang Utan, Monyet, Beruang,dll), aneka ragam unggas (seperti Ayam dan Burung), aneka ragam binatang melata (seperti buaya, ular, dan komodo), aneka ragam binatang berkaki empat (seperti Zebra, Jerapah, Gajah, Harimau,dll). Banyak sekali masyarakat ibukota yang mengunjungi tempat wisata ini ketika masa liburan tiba maupun pada saat tidak liburan. Antusias masyarakat yang tinggi mengunjungi kebun binatang Ragunan ini dikarenakan tiket masuk dari ragunan tersebut yang cukup terjangkau atau murah yaitu sebesar 4500 orang dewasa dan 2500 untuk anak kecil termasuk untuk asuransi sebesar 500 rupiah untuk satu pengunjung.

Keaneka ragaman fauna yang dilindungi Di Indonesia yang berada di dalam tempat wisata di daerah Jakarta Selatan yaitu Kebun Binatang Ragunan, antara lain :

MAMALIA

1. RUSA Bawean (Axis Kuhli)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Artiodaclya
– Suku : Cervidae
– Marga : Axis
– Jenis : Axis Kuhli
Distribusi
Terbatas Di Pulau Bawean (Indonesia)

Habitat
Di Hutan Perbukitan Atau Kadangkala Di Perkebunan Jati

Pakan
Sebagian Besar Rusa Memakan Rumput Atau Daun, Tunas, Ranting, Bunga Dan Buah Umbi, Dan Tanaman

Reproduksi
Lama Kehamilan 7-8 Bulan. Melahirkan Anak 2 Ekor, Jarang 3 Ekor, Di Lahirkan Di Tempat Persembunyiannya. Induk Memberi Makan Di Dekatnya Dan Menyusui Bayinya Sampai Cukup Kuat Berjalan Bersama Kelompoknya. Lama Hidup 10-15 Tahun.

2. Kuda Nil (Hippopotamus Amphibius)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Artlodaclyla
– Suku : Hippopotamidae
– Marga : Hippopotamus
– Jenis : Hippopotamus Amphibius

Distribusi
Afrika Tengah

Habitat
Sungai Dan Danau, Dikelilingi Daerah Berumput

Pakan
Rumput, Alang-Alang, Tebu Dan Jagung. Makanan Dicerna Dalam Perut Seperti Hewan Pemamah Biak (Ruminantia). Sehari Memakan Sebanyak 70 Kg.

3. Beruang Hitam Amerika (Euarctos Americanus)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Carnivora
– Suku : Ursdae
– Marga : Euarctos
– Jenis : Euarctos Americanus

Distribusi
Amerika Utara

Habitat
Mendiami Hampir Semua Daerah Hutan

Pakan
Memakan Beberapa Jenis Tumbuhan, Daging, Ikan Dan Bangkai. Kadang Memangsa Hewan Ternak

Reproduksi
Masa Kehamilan 100-110 Hari, Melahirkan 1-4 Ekor (Biasanya 2-3) Waktu Induknya Sedang Hibernasi (Mati Suri Selama Musim Dingin), Bulan Januari-Februari. Beratnya 220 Gram Waktu Lahir Dan Tetap Bersama Induknya Sampai Awal Musim Gugur. Lama Hidup Sampai Umur 25 Tahun.

4. Buaya Muara (Crocodylus Porosus)

Klasifikasi
– Kelas : Reptilia
– Bangsa : Crocodylia
– Suku : Crocodylidae
– Marga : Crocodylus
– Jenis : Crocodylus Porosus

Distribusi
India, Srilangka, Vietnam, Indonesia, Filiphina, Australia, Dan Di Kepulauan Pasifik Barat; Palau, Vanualu Dan Kep. Solomon

Habitat
Pantai, Muara Sungai, Sepanjang Sungai Dan Rawa

Pakan
Kepiting, Penyu, Ular, Burung, Kerbau, Babi Hutan Dan Monyet. Anak Buaya Memakan Serangga, Katal, Kepiting, Ikan Kecil Dan Reptil

Reproduksi
Betina Bertelur Sebanyak 40-60 Butir. Telur Ditimbun Dalam Gundukan Tanah Dan Lumpur Selama 90 Hari. Siap Kawin Usia 10-12 Tahun.

5. Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Proboscidea
– Suku : Elephantidae
– Marga : Elephas
– Jenis : Elephas Maximum
– Anakjenis : Elephas Maximus Sumatranus

Distribusi
Sumatra, Subjenis Lainnya Terdapat Di India, Sri Langka, Thailand, Malaysia

Habitat
Daerah Padang Rumput Sampai Ketinggian 3000m, Hutan Bambu, Daerah Rawa Dan Tanah Rawa

Pakan
Rumput, Tumbuhan Rambat, Daun, Tunas Yang Lunak, Buah Dan Kayu Muda

Reproduksi
Lama Kehamilan 20-22 Bulan. Melahirkan Anak Satu Jarang Dua. Berat 50-120 Kg Waktu Lahir, Dapat Berdiri Dalam Beberapa Jam Setelah Dilahirkan. Anak Tetap Bersama Induknya Selama 8 Tahun.

6. Jerapah (Giraffa Camelopardalis Reticulatus)

Klasifikasi
Kelas : Mammalia
Bangsa : Artiodactyla
Suku : Giraffidae
Jenis : Giraffa Camelopardalis Reticulatus

Penyebaran : Afrika

Habitat
Padang Savana, Hutan Terbuka

Pakan
Pucuk Daun Akasia, Daun Duri. Setiap Hari Butuh 30 Kg Daun, Tahan Beberapa Hari
Tanpa Air, Karena Daun Akasia Mengandung 75% Air.

Perkembangbiakan
Dewasa Kelamin Betina 3,5 Tahun Dan Jantan 4,5 Tahun. Berkembangbiak Sepanjang Tahun, Biasanya Melahirkan 1 Ekor Anak Dengan Lama Kebuntingan 15 Bulan. Lama Hidup : 25 Tahun.

7. Kuda Zebra Burcheli

Klasifikasi
Kelas : Mammalia
Bangsa : Perisodactyla
Suku : Equidae
Jenis : Equus Burchelli Buhmi

Penyebaran
Afrika Timur Ke Arah Selatan Sampe Zambesi, Prov Cape

Habitat
Padang Savana, Hutan Terbuka

Pakan : Rumput

Perkembangbiakan
Dewasa Kelamin Betina 2 Tahun, Jantan 3 Tahun. Lama Kebuntingan Sekitar 11 Bulan Dengan Melahirkan Anak 1 Ekor. Lama Hidup : 30 Tahun.

8. Harimau Sumatera (Panthera Trigris Sumatera)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Carnivora
– Suku : Felidae
– Marga : Panthera
– Jenis : Panthera Trigris
– Anak Jenis : Panthera Trigris Sumatera
Distribusi
Sumatera

Habitat
Hutan Tropis, Padang Rumput Dan Daerah Terbuka Yang Dekat Dengan Air

Pakan
Ikan, Monyet, Babi Hutan, Rusa. Juga Memangsa Kambing Dan Anak Kerbau. Jika Terpaksa Memakan Kadal, Katak, Tikus Dan Hewan Kecil Lainnya. Sehari Memakan 6-7 Kg Daging.

9. Binturong Kalimantan

Klasifikasi

Kelas : Mammalia

Bangsa : Carnivora

Suku : Viveridae

Jenis : Arctictis binturong penicillatus

Distribusi

Sumatera, Jawa, Kalimantan, Thailand, Malaysia

Habitat

Pohon, cabang pohon, hutan tropis

Pakan

Buah-buahan, tunas muda

Status

Langka

10. Gorila

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Primata
– Suku : Pongidae
– Marga : Gorilla
– Jenis : Gorilla Gorilla
– Anak Jenis : Gorilla Gorilla Gorilla

Habitat
Hutan Hujan Tropis

Pakan
Pakanannya Buah, Tunas, Umbi, Ranting Pohon Kecil Dan Daun

Reproduksi
Masa Kehamilan 8-9 Bulan. Melahirkan Anak Satu, Jarang Kembar. Beratnya 2-2.5 Kg Waktu Lahir. Anak Dapat Merangkak Dan Menaiki Punggung Unduknya Usia 3 Tahun. Siap Kawin Betia 6-9 Tahun, Dan Jantan 9-12 Tahun. Lama Hidup 40-50 Tahun.

11. Kelawat

12. Monyet Ekor panjang

13. Bekantan

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Primata
– Suku : Cercophytecidae
– Jenis : Nasalis larvatus

Habitat
Pulau Kalimantan
Pakan
Memakan 50% daun, 32% buah dan 13% bunga sisanya bagian dari tumbuhan atau serangga.

Reproduksi
Mengandung 1 anak dengan masa hamil bekisar 5-6 bulan.

Masa Hidup

20 tahun.

Status

Terancam punah

14. Lutung budeng

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Primata
– Suku : Trachypithecus
– Jenis : Trachypithecus auratus

Distribusi
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lombok

Habitat
Hidup Di hutan dataran tinggi

Pakan
Memakan 50% daun, 32% buah dan 13% bunga, sisanya bagian dari tumbuhan atau serangga.

Perkembangbiakan

Mengandung 1 anak dengan masa hamil bekisar anatara 7 bulan.

Masa Hidup

Di penangkaran 20 tahun.

Status

Rentan

15. Owa jawa

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Primata
– Suku : Hyiobatidae
– Jenis : Hyiobatidae moloch
Distribusi
Pulau Jawa terutama Jawa Barat dan Jawa Tengah
Habitat
Hidup Di hutan tropis mulai dari dataran rendah sampai ke pegunungan ketinggian 1.500 dari permukaan laut.

Pakan
Buah, biji daun dan kadang kala memakan ulat, rayap.

Perkembangbiakan

Masa kehamilan bekisar antara 197-210 hari. Dan jarak kelahiran antara anak satu dan yang lain antara 3-4 tahun.

Masa Hidup

Di penangkaran 35 tahun.

16. Orang Utan (Pongo Pygmaeus)

Klasifikasi
– Kelas : Mammalia
– Bangsa : Primata
– Suku : Pongidae
– Marga : Pongo
– Jenis : Pongo Pygmaeus

Distribusi
Sumatera Utara Dan Kalimantan

Habitat
Hutan Tropis Dataran Rendah Sampai Perbukitan, 2000m, Daerah Sungan Dan Pegunungan

Pakan
Buah, Menyukai Durian, Daun, Kulit Kayu, Bunga, Biji, Serangga Dan Telur Burung

Reproduksi
Siap Kawin Usia 10 Tahun. Kehamilan 8-9 Bulan. Melahirkan Anak Satu, Jarang Kembar. Berat Waktu Lahir 1,5 Kg. Meninggalkan Induknya Usia 5 Tahun. Pada Jantan Perkembangan Bantalan Pipi Dan Kantung Suara Pada Usia 12-14 Tahun. Lama Hidup 40 Tahun.

16. Kanguru Walablaru Abu (Thylogale Brunii)

Klasifikasi
Kelas :Mammalia
Bangsa :Marsupialia
Suku :Macropodidae
Jenis :ThylogaleBrunii

Penyebaran
Terdapat Di Bagian-Bagian Australia Paling Selatan Serta Tazmania Bagian Timur L
Aut, Papua

Habitat
Di Hutan

Pakan
Rumput Dan Makanan Hijau Lainnya, Juga Buah-Buahan

Perkembangbiakan
Kanguru Betina Mempunyai Kantong Dengan Lubang Mengarah Ke Depan (Atas) Tempat Puting Dan Kelenjar Susu Sebagai Tempat Anaknya Dibesarkan. Lama Hidup : 20 Tahun

17. Landak Jawa (Hystrix Javanicus)

Klasifikasi

Kelas : Mammalia
Bangsa : Rodentia
Suku : Hystricidae
Jenis : Hystrix Javanicus

Distribusi : Jawa

Habitat
Semua Tipe Hutan, Semak-Semak Dan Padang Rumput

Pakan
Akar, Umbi, Buah-Buahan, Tumbuhan Muda

Lama Hidup : Mencapai 27 Tahun

AVES

1. Kelelawar

2. Kakatua Hitam (Probosciger Aterrimus)

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Paesarformes
– Suku :
– Marga : Probosciger
– Jenis : Probosciger Aterrimus

Distribusi
Kepulauan Aru Irian, Papua Nugini, Termasuk Beberapa Pulau Lepas Pantai Tanjung Cape York Di Australia Utara

Habitat
Mendiami Hutan Dan Daerah Savanna Sampai Ketinggian 1.300 M.

Pakan
Makanannya Terdiri Dari Biji Kacang, Buah Hutan, Beri Dan Tunas

Reproduksi
Betina Bertelur Satu Butir. Telurnya Berbentuk Lonjong – 48.8×36.5 Mm. Membuat Sarang Di Dahan Yang Berlubang Atau Di Lubang Batang Pohon Mati. Masa Pengeraman 30-35 Hari

3. Burung Pelikan

Klasifikasi

Kelas : Aves

Bangsa : Pelecaniformes

Suku : Pelecanidae

Jenis : Pelecanus conspicillatus

Distribusi

Australia

Habitat

Sekitar Pantai

Pakan

Ikan

Pengembangbiakan

Burung Pelikan ini biasanya bertelur ± 2 – 5 butir. Masa pengeraman berlangsung sekitar 35 – 37 hari, anak pelican mampu berjalan setelah umur 3 minggu. Sedangkan pelican muda mulai bias terbang antara 60 – 70 hari.

Status : Langka.

4. Curik Bali (Leucopsar Rothschildi)

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Passeriformes
– Suku : Sturnidae
– Marga : Leucopsar
– Jenis : Leucopsar Rothschidi

Distribusi
Hanya Terdapat Di Ujung Barat Daya Bali

Habitat
Di Daerah Hutan Dataran Rendah Yang Relatif Kering

Pakan
Buah-Buahan Dan Serangga

Reproduksi
Lebih Suka Bersarang Di Pohon Mati. Bertelur 2-4 Butir. Masa Pengeraman 12-14 Hari. Kedua Induknya Mengerami Dan Merawat Anaknya. Anak Meninggalkan Sarang Usia 21-28 Hari.

6. Elang laut perut putih

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Falconiformes
– Suku : Accipitridae
– Jenis : Haliaeetus leucogaster

Distribusi
Australia, India, Asia Tenggara, Indonesia di Jawa Barat.
Habitat
Hidup Di Daerah Pantai.

Pakan
Ikan.

Reproduksi
Bertelur dengan membuat sarang dari ranting-ranting diatas pohon. Biasanya bertelur sebanyak 2 butir.

Status

Dilindungi Undang-undang No.5/1990.

7. Rangkong besar

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Corracciformes
– Suku : Bucerotidae
– Jenis : Buceros bicorni

Distribusi
India, Asia Tenggara, Indonesia di Sumatera
Habitat

Hutan Dataran Rendah dan Perbukitan

Pakan
Buah-Buahan Dan Serangga

Reproduksi
Bersarang Di Atas Pohon, dengan bantuan paruhnya yang kuat membuat lubang untuk sarangnya. Jumlah telur 1-2 butir. Masa Inkubasi 17-21 hari dan meninggalkan sarang setelah 17-30 hari.

Status

Dilindungi Undang-undang No.5/1990.

8. Burung Onta (Struthio Camerus)

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Struthioniformes
– Suku : Struthionidae
– Marga : Struthio
– Jenis : Struthio Camerus

Distribusi
Afrika

Habitat
Hidup Di Daerah Yang Sangat Kering, Gurun Dan Daerah Terbuka

Pakan
Pakanannya Terdiri Dari Tumbuhan Seperti Buah-Buahan, Biji-Bijian Dan Daun-Daunan. Juga Memakan Binatang Kecil, Kadal Dan Kura-Kura

Reproduksi
Bertelur Sebanyak 6-8 Butir. Besar Telur 15 Cm Dan Berat 1,125 Kg. Masa Pengeraman Selama 6 Minggu. Anak Yang Baru Menetas Dapat Segera Berlari. Dewasa Kelamin Umur 4-5 Tahun

9. Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisae Minor)

Klasifikasi
– Kelas : Aves
– Bangsa : Passeriformes
– Suku : Paradisaeidae
– Marga : Paradisae
– Jenis : Paradisae Minor

Distribusi
Terbatas Di Utara Dan Barat Papua Nugini Serta Irian

Habitat
Hidup Di Daerah Pinggiran Hutan, Hutan Dataran Rendah Dan Hutan Pegunungan

Pakan
Buah-Buahan Dan Serangga

Reproduksi
Bersarang Di Atas Pohon. Sarangnya Berbentuk Mangkok Atau Kubah. Bertelur 1-2 Butir. Masa Inkubasi 17-21 Hari. Anak Meninggalkan Sarang Usia 17-30 Hari

FISCES

1. Ikan Belida

2. Ikan Aligator

3. Ikan Arwana

4. Ikan Macan

5. Ikan Piranha

6. Ikan Gabus Toman

REPTIL

1. Komodo (Varanus Komodoensis)

Klasifikasi
– Kelas : Reptilia
– Bangsa : Squamata
– Anakbangsa : Sauria
– Suku : Varanidae
– Marga : Varanus
– Jenis : Varanus Komodoensis

Distribusi
Terbatas Di P.Komodo, P.Padar, P.Rinca And Di Bagian Flores Barat

Habitat
Hutan Terbuka, Daerah Pantai, Daerah Perbukitan Sampai Ketinggian 735 M, Dan Hutan Yang Sangat Kering

Pakan
Pemangsa Dan Pemakan Bangkai: Kambing, Rusa, Babi Hutan, Kerbau Dan Kuda. Anak Memakan Serangga, Tikus, Telur Dan Anak Burung

Reproduksi
Bertelur 20 Butir. Telur Diletakkan Di Lubang Dan Tunggul Pohon Serta Di Dalam
Tanah. Pengeraman Dilakukan Oleh Alam Selama 8-10 Bulan. Siap Kawin Umur 5-6 Tahun. Lama Hidup 50-60 Tahun

2. Ular sanca kembang

3. Ular sanca sawah albino

4. Soa –soa dan Kura-Kura

Pengamatan Menjadikan Pengalaman yang Membuahkan Pengetahuan

Pengalaman secara langsung datang dengan niat mencari tahu mengenai aneka fauna di Kebun Binatang Ragunan membawa kesan tersendiri. Selain mendapatkan informasi yang positif mengenai fauna-fauna apa saja yang ada, kita juga bisa mengetahui bagaimana cara merawat serta mengembangbiakan fauna-fauna tersebut.

Cerita mengenai pengalaman menjelajahi tempat wisata Kebun Binatang Ragunan di Jakarta Selatan. Hal pertama yang harus dilakukan untuk dapat masuk ke dalam tempat wisata kebun binatang Ragunan yaitu kita harus membeli tiket masuk pada loket yang tersedia seharga 4500 rupiah. Cukup murah sekali menurut masyarakat yang mengunjunginya. Sehingga tidak heran saat masuk banyak sekali pengunjung di dalamnya. Fauna pertama yang saya lihat yaitu Burung Pelikan. Unik sekali burung ini terlihat pada bentuk paruhnya yang disesuaikan dengan pakannya yaitu ikan. Warnanya yang cantik yaitu di dominasi dengan warna putih yang cerah dan warna hitam pada bagian ekor serta sayapnya. Ternyata burung ini bisa terbang setelah burung ini berumur 60-70 hari, tetapi sayang sekali burung ini termasuk burung yang langka. Kemudian saya beranjak dan melihat binatang seperti tikus tetapi memiliki ekor yang panjang seperti tupai. Namanya yaitu Binturong Kalimantan. Nama yang unik dan sedikit menyeramkan jika kita dengar. Sesuai dengan namanya binatang ini berasal dari Kalimantan. Tetapi selain berasal dari Kalimantan ternyata binatang ini berasal dari Thailand, Malaysia, Sumatera dan Jawa. Setelah itu saya mengunjungi beberapa akuarium yang berisi beraneka ragam ikan. Ikan pertama yang saya lihat yaitu Ikan Belida. Ikan ini memiliki bentuk seperti lidah dan berwarna hitam. Kemudian Ikan Aligator. Ikan Aligator ini memiliki mulut yang panjang jika dilihat mulutnya seperti mulut kuda laut. Ikan ini berwarna cokelat gelap dan mata yang bersinar. Seakan-akan matanya seperti lampu yang menyala. Dan corak dari siripnya sangat cantik. Selanjutnya yaitu ikan Arwana silver. Ikan arwana silver ini banyak juga dipelihara oleh masyarakat dirumah contohnya saya sendiri. Ikan arwana ini memiliki cirri khas pada bentuk bibir bawahnya yang unik. Semakin tua usianya semakin panjang ikan ini. Dilanjutkan dengan Ikan Macan . Ikan macan ini sering sekali disebut catfish. Ikan ini memiliki ciri khas seperti kucing, yaitu warnanya yang seperti corak dari kucing abu-abu gelap dengan garis-garis tegas berwarna hitam. Kemudian Ikan Piranha. Ikan piranha ini juga banyak dipelihara oleh masyarakat secara bebas. Bahkan jika dilihat ikan piranha ini sering menjadi konsumsi masyarakat dan jika dipasar tradisional ikan piranha ini mirip dengan ikan bawal hitam yang memiliki rasa lebih manis dibandingkan ikan bawal putih jika menjadi sebuah hidangan. Satu ikan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya yaitu Ikan Gabus Toman . Ikan toman ini merupakan ikan langka. Ikan yang terlihat rapuh seperti ikan yang sudah tua ini memiliki bentuk tubuh dan warna yang unik. Apalagi saat melihat ikan ini berbalik kea rah yang berlawanan saat ingin memutar. Pelan sekali gerakannya. Seakan-akan susah sekali ikan ini bergerak.Tidak selincah ikan–ikan jenis lain. Setelah selesai melihat ikan-ikan di akuarium saya melanjutkan kembali dengan melihat binatang-binatang lain yaitu dilanjutkan dengan melihat binatang jenis reptil. Dalam akuarium-akuarium berukuran besar yang berbeda antara satu akuarium dengan akuarium lainnya terdapat berbagai macam fauna reptil. Fauna reptil yang saya lihat pertama yaitu Ular Sanca Kembang yang besar sekali. Karena ukurannya yang sangat besar maka ular ini disebut ular raksasa pada papan plang yang tercantum sebelum masuk kedalam ruangan ini. Kemudian Soa-Soa, fauna ini mirip seperti iguana. Dalam akuarium soa-soa juga terdapat beberapa kura-kura. Kemudian yang tak kalah unik dari ikan toman yaitu Ular Sanca Sawah Albino. Seperti dengan namanya ular ini berwarna kuning pucat dengan belang kuning tua. Saat saya berkunjung ular ini sedang berada diatas dahan pohon. Selain ular juga terdapat Buaya kecil. Setelah melihat fauna reptil saya beranjak untuk melihat aneka monyet pada kandangnya masing-masing. Beberapa monyet yang saya lihat yaitu Lutung Budeng. Lutung budeng ini memiliki warna bulu yang indah yaitu orange atau cokelat muda. Bersih sekali warna bulunya walaupun tidak jarang pengunjung menutup hidung saat berada dekat kandangnya. Selanjutnya yaitu monyet tetapi sudah tidak ada papan namanya sehingga saya tidak tahu jenis dari atau nama dari monyet tersebut. Bulunya berwarna hitam dan bentuk mukanya hampir mirip dengan gorilla. Setelah menjelajahi fauna reptil penjelajahan dilanjutkan ke fauna aves atau burung. Fauna aves yang pertama saya lihat yaitu Elang Laut Perut Putih. Elang ini merupakan fauna pemakan ikan yang biasanya berada di daerah pantai. Kemudian dilanjutkan dengan Rangkong Besar. Burung ini memiliki paruh yang unik bentuknya. Warna paruh yang orange dengan tubuh yang berwarna hitam melengkapi keindahan dari burung ini. Burung ini berbeda dengan burung elang, pakan dari burung ini yaitu serangga dan buah-buahan. Dikarenakan waktu yang semakin sore maka saya hanya melihat 2 jenis burung yang unik, kemudian selanjutnya mengunjungi habitat dari Orang Utan. Orang utan ini memiliki tubuh yang besar sekali terlihat dari bentuk wajah yang besar sekali. Tetapi sayang sekali saat saya berkunjung, saya tidak bias melihat bentuk tubuhnya secara keseluruhan, hanya bentuk wajahnya saja karena orang utan tersebut sedang berendam di dalam sungai buatan. Orang utan ini merupakan fauna yang membuat saya ingin kembali ke kebun binatang Ragunan, karena selama ini melihat orang utan hanya dari televisi. Sungguh menakjubkan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian dilanjutkan dengan melihat Komodo yang terpisah dengan kandang reptil yang sebelumnya kita lihat. Dalam kandang yang cenderung besar ini terdapat sepasang komodo, dimana masing-masing komodo ini sedang mengalami ganti kulit. Keudian perjalanan dilanjutkan dengan melihat Beruang Hitam Amerika. Didalam kadang terdapat sepasang beruang yang terkadang saat diperhatikan suka sekali bercanda. Tak sungkan beruang tersebut itu pun masuk kedalam ruangan kecil yang ada di bagian belakang. Setelah itu disamping kandang beruang terdapat kandang Landak Jawa. Punggung yang dipenuhi oleh jarum-jarum yang terlihat tajam merupakan ciri khas dari seekor landak.Setelah melihat landak kemudian dilanjutkan dengan melihat Jerapah . Pada saat berada di depan kandang jerapah sejenak saya terdiam melihat beberapa bangunan yang berbentuk seperti keong tetapi tinggi-tinggi sekali. Ternyata bangunan-bangunan tersebut merupakan rumah dari jerapah dan pada saat saya disana jerapah tersebut sedang berada di dalam salah satu rumahnya. Disamping kandang jerapah terdapat kandang zebra burcheli yang dihuni oleh banyak zebra. Ciri khas dari zebra yaitu loreng-loreng hitam putih pada tubuhnya, bentuknya yang seperti kuda tetapi pendek. Tak jauh dari kandang jerapah dan zebra terdapat Gajah Sumatera. Sepasang gajah yang sepertinya tak asing dengan manusia menambah kekaguman saya sebagai pengunjung. Gajah tersebut memakan rumput dan tidak jarang kita akan menemukan kotoran gajah yang berbentuk seperti kelapa banyak dikandang tersebut. Setelah itu berlanjut ke kandang Rusa. Rusa tersebut mirip seperti kancil tetapi yang membedakan yaitu terdapat tanduk yang bercabang-cabang dibagian kepala. Kemudian ke tempat terakhir yang kita kunjungi yaitu tempat penangkaran primate Indonesia yaitu Schmutzer. Pusat Primata Schmutzer mempunyai peranan penting dalam konservasi Primata Indonesia dan sekaligus sebagai Jendela Informasi Primata. Berbagai jenis Primata Indonesia terwakili disini dengan maskotnya Gorila. Kompleks seluas 14 ha. Dirancang dengan konsep open zoo dimana satwa yang tinggal di dalamnya seolah-olah berada di habitat aslinya. Fasilitas yang ada meliputi: dapur satwa, karantina, laboratorium, play ground, terowongan orangutan (orangutan tunnel), jembatan pohon (canopy bridge) dan pusat pendidikan satwa – tempat kegiatan belajar mengajar dan informasi Primata. Didalam Schmutzer saya melihat Owa Jawa, Kelawat, Bekantan, Monyet Ekor panjang, sepasang Gorila, dll. Perjalanan berakhir di schmutzer banyak sekali pengetahuan tentang keaneka ragaman fauna yang bias kita lihat disana.

Sekian pengalaman yang bisa saya bagikan kepada para pembaca, semoga bermanfaat untuk menambah referensi bagi para pembaca.

Sumber :

1. Kebun Binatang Ragunan

2. http://www.jakartazoo.org/?

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
ANEKA RAGAM FAUNA YANG DILINDUNGI DI INDONESIA, 7.5 out of 10 based on 2 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image