Interview
Perjuangan Seorang Tukang Becak
Nama : Didi Saprudin
Pekerjaan : Tukang becak
Alamat : Desa Ciburial, Kedung Halang Bogor
Pengantar :
Mang Didi adalah seorang tukang becak. Tubuh mang Didi sudah renta karena beliau sudah berumur 60 tahun. Namun beliau masih sanggup untuk mengayuh becaknya. Bersama becaknya akhirnya beliau bisa menyekolahkan anaknya yang paling besar sampai ke perguruan tinggi.
Mang Didi mempunyai tiga orang anak, Syarif lah yang paling besar. Mand Didi yang hanya seorang pengayuh becak tetap semangat untuk menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana. Beliau tidak mau menyerah pada keadaan. Beliau tidak mau kelak anaknya bernasib sama dengan dirinya. Maka dengan kegigihannya akhirnya syarif bisa mendapatkan gelar sarjana.
Tapi bukan hanya mang Didi yang memiliki angan-angan. Sedari kecil, syarifpun ingin menjadi orang yang sukses dimasa depannya. Syarif adalah anak yang cerdas dan prihatin. Keadaan keluarganyapun tidak membuat syarif mengurungkan niatnya. Akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia dan syarif telah berhasil menjadi orang sukses.
Tanya : Assalamualaikum pak, saya berniat mewawancarai bapak untuk tugas kuliah. Apakah bapak mau membantu saya?
Jawab : Waalaikumsalam, oh boleh neng silahkan mau bertanya apa?
Tanya : Saya ingin bertanya tentang usaha bapak sehingga dapat menyekolahkan syarif hingga ke perguruan tinggi.
Jawab : oh, saya ini seorang tukang becak.
Tanya : Sejak kapan bapak menjadi tukang becak?
Jawab : Saya sudah mengayuh becak sejak umur saya 37 tahun.
Tanya : kalau boleh tahu berapa umur bapak sekarang?
Jawab : Saya sudah hampir 61 tahun.
Tanya : Berarti bapak sudah mengayuh becak selama 24 tahun?
Jawab : Iya betul.
Tanya : Apakah bapak memiliki usaha selain menjadi pengayuh becak?
Jawab : Ada, kadang-kadang kalau ada yang menyuruh menjadi kuli saya mau tapi kalau tidak ada saya kembali menjadi tukang becak.
Tanya : Bapak memiliki berapa anak?
Jawab : Saya memiliki tiga orang anak, Dua laki-laki satu perempuan. Syarif adalah anak saya yang paling besar, sekarang dia sudah sarjana.
Tanya : Apakah bapak megalami kesulitan saat membiayai kuliah Syarif?
Jawab : Ya, waktu itu sangat sulit untuk membayar uang kuliah Syarif. Maklumlah, pekerjaan saya hanya sebagai tukang becak. Tapi karena semangat Syarif untuk tetap belajar membuat saya semakin semangat mencari uang.
Tanya : Syarif kuliah di universitas negeri atau swasta pak?
Jawab : Syarif kuliah di universitas negeri dan mendapatkan beasiswa sehingga biaya yang saya tanggung tidak terlalu membebani.
Tanya : Kalau begitu Syarif adalah seorang anak yang pintar ya pak?
Jawab : Iya Alhamdulillah. Selain itu Syarif juga rajin dan prihatin dengan keadaan keluarganya.
Tanya : Tahun berapa Syarif lulus kuliah?
Jawab : Sejak tahun 2005. Sekarang dia sudah bekerja dibagian perpajakan.
Tanya : Hal apa saja yang bapak lakukan saat menghadapi kesulitan biaya?
Jawab : Ya, awalnya saya harus pinjam uang kesana sini, jual sawah di kampung yang tinggal sepetak, semuanya demi bisa menutupi biaya kuliah Syarif. Tapi setelah itu tidak lagi karena Syarif mendapat beasiswa dan Syarif juga kuliah sambil bekerja. Berkat ketekunannya dia juga bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.
Jawab : Apakah bapak pernah putus asa saat menghadapi kesulitan-kesulitan itu ?
Tanya : Alhamdulillah saya meyakini dalam hati kalau Allah itu maha kaya, maha pengasih, maha penyayang. Selama kita masih berikhtiar dan berdoa, insyaAllah Allah akan selalu melimpahkan rizkinya.
Tanya : Setelah Syarif sukses, mengapa bapak masih memilih menjadi tukang becak?
Jawab : Ya, demi menutupi keperluan hidup keluarga. Walaupun Syarif sudah membantu saya, saya tidak mau menggantungkan hidup saya kepada siapapun. Selama saya masih sanggup menjadi tukang becak akan tetap saya laksanakan.
Tanya : Terimakasih pak atas kesediaannya menjawab peranyaan-pertanyaan saya.
Jawab : Iya sama-sama.
Tanya : Assalamualaikum.
Jawab : Waalaikumsalam.
Jakarta, 24 September 2009
Nama : Nurul Anisha
NPM : 16309492
Ringkasan pesan moral
Sebagai manusia kita harus memiliki cita-cita dan berusaha untuk mencapainya. Jangan menyerah pada keadaan, selain berusaha kita juga harus berdoa. Jangan merasa rendah diri dihadapan sesama manusia. Tidak ada yang tidak mungkin terjadi apabila kita mau berusaha. Kita harus menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Selalu optimis dalam setiap keadaan. Karena sikap optimis dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Berdoa dan berusaha adalah kunci keberhasilan.
Popularity: 1% [?]


