Interview Pengalaman Hidup Seorang Dosen UI
Judul : “Kesehatan Kita Harapan Kita”
Nama : Kendi Moro Nitisasmita
Pekerjaan : Dosen Universitas Indonesia
Alamat : Depok Raya
Pengantar : Seorang Dosen Politeknik Universitas Indonsesia yang terkena musibah saat harapan dan mimpi-nya sedang berjalan.
Lampiran Tanya – Jawab
Tanya (Shely Rizkia M) : Sebelumnya saya minta maaf dan terimakasih banyak atas waktu yang telah bapak sempatkan untuk tanya jawab bersama saya. Sebelum ke pokok pertanyaan, silahkan jelaskan biodata bapak terlebih dulu?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Nama lengkap saya adalah Kendi Moro Nitisasmita. Dilahirkan pada 8 April 1969 di Kuningan Jawa Barat. Masa kecil dihabiskan di Kuningan hingga tamat SMU di tahun 1988. Selepas itu melanjutkan studi di Politeknik UI yang sekarang sudah berganti nama menjadi Politeknik Negeri Jakarta pada jurusan Teknik Elektro . Pada tahun 1993, Alhamdulillah selesai dilanjutkan dengan berkarir di Almamater Politeknik UI sebagai instruktur Lab di program studi Listrik. Pada tahun ini juga saya telah menikah dengan wanita bernama Tuti Setiawati, yang lahir pada tanggal 20 juni 1965. Saya juga dikaruniai tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki; anak pertama, Ahmad Azmi Fikri yang lahir pada tanggal 4 Juli 1994, anak kedua, Rufaida Nayla Syahida yang lahir pada tanggal 30 Januari 1996 serta anak ketiga, Rumaisha wafia 13 Mei 1998. Mereka semua sekolah.
Tanya (Shely Rizkia M) : Kemudian, Pak?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Kemudian, pada tahun 1996,berkesempatan studi lagi untuk ambil D4 di Bandung ITB. Selesai pada awal tahun 1999. Setelah itu kembali ke Poltek UI sebagai staf pengajar. Dan Pada tahun 2002,melanjutkan studi magister S2 di UI. Berhubung ada kerja sama dengan salah satu PT di Jerman, maka di tahun 2003 ikut program Double Degree.Di Jerman tinggal sampai dengan pertengahan 2006 bertepatan dengan penyelenggaraan Word Cup atau Piala Dunia.
Tanya (Shely Rizkia M) : Perjalan hidup yang sangat membanggakan, kemudian bagaimana selanjutnya, yang saya ketahui Bapak sekarang rutin terapi Hemodialisa atau cuci dara, benar begitu?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Benar, saya sekarang rutin Hemodialisa atau cuci darah setiap dua kali seminggu, di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat.
Tanya (Shely Rizkia M) : Terapi Hemodialisa ini diakibatkan karena apa, Pak?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) :Terapi ini dilakukan karena fungsi organ ginjal dalam tubuh saya tidak berfungsi dengan baik.
Tanya (Shely Rizkia M) : Oh..begitu iya, Pak? Jadi karena ada gangguan pada organ ginjal. Lalu apa yang membuatnya seperti itu? Boleh Bapak Jelaskan kronologinya?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Tentu, baiklah…, begini, Adapun kisah perjalanan kesehatan saya sehingga sekarang harus melakukan Hemodialisa dimulai setahun setelah kembali dari Jerman tepatnya di tahun 2007 sekitar bulan Juli. Diagnosa dokter dan data dari Lab menunjukkan angka kadar Urium dan kreatininnya sangat tinggi. Menunjukkan adanya kelainan fungsi ginjal. Sehingga harus dilakukan tindakan Hemodialisa atau cuci darah. Sebab penyakit ini, dokter tidak memberi tahu dengan jelas,namun saya ingat tanda-tanda fungsi ginjal saya melakukan penurunan sudah dimulai sekitar tahun 1998. Pernah sakit pinggang yang sungguh mengganngu. Dan menurut ahli terapi alternatif,ada gejala batu ginjal. Setelah itu seiring berjalannya waktu, pinggang berkali-kali sakit. Juga sering mudah lelah,masuk angin. Namun hal itu tidak membuat saya untuk lebih care untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Saya anggap sakit biasa.
Saya juga menduga pola hidup dlm hal ini pola makan yang kurang bernutrisi selama studi di jerman membantu fungsi penurunan ginjal tetap berlangsung.
Dan puncaknya justru pada saat saya sedang mengikuti training di kota malang Juli tahun 2007 fisik saya langsung drop, lemas, letih, mual2. Setelah itu, kondisi semakin menurun.
Tanya (Shely Rizkia M) : Begitu iya.., lalu, apakah Bapak pernah mencoba berusaha ambil pengobatan lain dulu, sebelum rutin terapi Hemodialisa atau cuci darah? Seperti alternatife yang marak sekarang ini.
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Betul saya pernah mencoba ke pengobatan alternatif sebelum Hemodialisa, namun karena tidak cocok bahkan berat badan saya semakin turun.
Tanya (Shely Rizkia M) : Lantas bagaimana perkembangannya setelah itu?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi, dan meneruskan untuk Hemodialisa saja.
Tanya (Shely Rizkia M) : Lalu apa kegiatan Bapak sekarang? Dan bagaimana kondisi keluarga bapak sekarang?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) Saya tetap mengajar hanya saja beban mengajarnya dikurangi. Dukungan dari pimpinan dan rekan kerja sangat berarti bagi saya untuk tetap semangat menjalani hari demi hari di kampus. Kondisi keluarga besar Alhamdulillah sangat mendukung dan membantu agar saya tetap optimis. Dan peran dari istri tercinta tidak ternilai yang selalu mendampingi saya dalm kondisi saya saat kritis maupun keseharian saya. Begitu pula dengan anak-anak sudah sangat memahami bahwa abinya perlu dukungan moril
Tanya (Shely Rizkia M) Baiklah, terimakasih banyak atas jawaban dari pertanyaan yang semua saya berikan. Kalau boleh, dapatkah Bapak berikan sedikit pesan untuk saya atau pembaca hasil wawancara ini?
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Oleh karena itu sayangilah tubuh kita sebagai bentuk tanggung jawab amanah yang telah diberikan oleh Allah. Tunaikan hak-hak tubuh kita dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga teratur dan istirahat yang cukup sera tentu saja banyak mendekatkan diri kepada Allah sebagai sumber pemberi kesehatan kepada hamba-Nya.
Tanya (Shely Rizkia M) : Saya sangat bangga melihat Bapak, sudah pendidikannya sangat tinggi, punya keluarga yg sangat sabar, dan tidak putus asa , serta Bapak tetap melakukan hal yang terbaik walau selalu diuji oleh Allah S.W.T. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak, semoga wawancara ini dapat berguna bagi para pembaca.
Jawab (Kendi Moro Nitisasmita) : Iya, terimakasih kembali.
Pesan Moral:
Dari tanya-jawab di atas, dapat kita ambil sedikit pesan bahwa kesehatan itu sangatlah berharga, segala sesuatu akan jadi tidak maksimal, jika kesehatan terganggu.” Sungguh besar kekuasaan-Nya..”, dan “Sungguh Dia Maha Berkehendak..” manusia hanya perencana dan Allah yang menentukan. Dan Sungguh pun tidak ada ujian dan cobaan yang melampaui kesanggupan hamba-Nya
created by Shely Rizkia M (npm: 10609047) ………………………..
1sa02 / Bahasa Indonesia
02/10/09
Popularity: 1% [?]


