interview : tanpa nasi,kita bisa tumbuh normal

PENGANTAR :
Nasi memang sumber tenaga dan memiliki kadar karbohidrat yang cukup tinggi. Tak pelik, masyarakat Indonesia pun menjadikan nasi sebagai makanan pokok dalam kehidupan sehari hari. Bahkan, masyarakat Indonesia beranggapan bahwa, “Belum makan namanya jika belum makan nasi”. Namun, tak selamanya hal itu berlaku untuk semua orang Indonesia. Ibarat sekumpulan pasang mata yang sedang menyaksikan pertandingan sepak bola di tribun stadion, pasti ada segelintir diantaranya yang tidak mengerti tentang sepak bola. Begitu halnya dengan selera masyarakat Indonesia. Dari Ratusan juta jiwa yang hidup di Indonesia, pasti ada Beberapa orang yang bahkan tidak pernah menghidangkan nasi dalam setiap kali ia makan
SESI WAWANCARA :
Tanya : Assalamuallaikum, bisakah saya menyita sedikit waktu anda untuk sebuah interview sederhana dalam memenuhi tugas Bahasa Indonesia saya ?
Jawab : Walaikumsalam. Oh tentu saja. Saya senang sekali jika bisa membantu.
Tanya : Saya dengar anda tidak mengkomsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat anda sehari hari. Apakah itu sebuah realita kehidupan anda atau hanya sebuah kabar burung belaka?
Jawab : Ya, memang benar begitulah adanya, saya memang tidak mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat saya.
Tanya : Berarti kabar burung itu bukan hanya isapan jempol belaka saja ya, lalu apakah anda tidak mengkonsumsi nasi itu sejak anda menatap dunia ini untuk yang pertama kalinya, atau baru ketika anda beranjak dewasa?
Jawab : Semenjak bayi, saya hanya mengkonsumsi ASI, dan bubur bayi. Tetapi saya sempat mengkonsumsi nasi beberapa kali dalam masa balita saya. Namun semenjak saat itu, saya tidak pernah lagi mengkonsumsi nasi.
Tanya : Faktor apakah yang menyebabkan anda tidak mau sama sekali untuk mengkonsumsi nasi? Apakah anda phobia, trauma, atau ada factor genetik?
Jawab : Saya tidak tahu dengan pasti, yang saya tahu, saya memang tidak suka sama sekali. Bagi saya, nasi itu rasanya aneh dan membuat saya ingin memuntahkannya, dan saya pun tidak bias menelannya. Saya lebih baik kelaparan daripada saya harus menelan nasi.
Tanya : Lalu, apakah teman teman anda, kerabat anda, ataupun keluarga anda tidak pernah sekalipun memaksa anda sekalipun untuk menyantap makanan yang sangat mengerikan bagi anda itu?
Jawab : Tentu saja pernah, contohnya sewaktu saya dan teman teman saya mengadakan buka puasa bersama. Menu makanannya adalah nasi box. Tapi hanya menu untuk saya saja yang berbeda. Teman teman saya sudah mengerti dan memahami keadaan saya. Namun, pada akhirnya mereka iseng untuk menjejalkan sesuap nasi kedalam mulut saya. Beberapa teman memegang tangan dan kaki saya erat erat, bahkan sampai ada yang mengunci gerakan saya. Lalu teman saya yang lainnya menyuapkan sesendok nasi kearah mulut saya. Saya melawan dan memberontak sekuat tenaga saya, namun apalah daya. Kekuatan saya tidak cukup kuat untuk mengungguli kekuatan 14 orang teman teman saya. Alhasil, satu suapan nasi berhasil mendarat mulus ke dalam mulut saya
Tanya : Lalu, apa yang terjadi selanjutnya ?
Jawab : Tentu saja saya langsung memuntahkan nasi itu detik itu juga. Saya benar benar marah pada mereka saat itu, bahkan saya sempat memasang tampang ingin menangis. Saya malu sendiri bercampur marah jika teringat akan hal itu. Tapi saya tahu kalau mereka hanya bercanda. Jadi saya tidak dendam pada mereka.
Tanya : Lalu, makanan apa yang anda santap sebagai pengganti nasi yang notabennya adalah makanan yang menjadi pasokan energi masyarakat Indonesia pada umumnya untuk melakukan segala macam aktivitas aktivitas yang barang tentu sangat menguras energi?
Jawab : Saya sehari harinya mengkonsumsi berbagai varian makanan, seperti roti, siomay, batagor, mie, gorengan, bakso, makanan makanan ringan dan masih banyak lagi, yang jelas bukan nasi. Jikalau saya makan bersama keluarga, saya hanya mengkonsumsi lauk pauknya saja.
Tanya : Lalu, apa rahasia anda tetap berbadan sehat, segar bugar penuh bertenaga dan memiliki kemampuan otak diatas rata rata serta memiliki wajah yang fresh ?
Jawab : Saya mengkonsumsi susu dalam jumlah banyak, serta selalu meminum teh, bahkan sehari bisa lebih dari 10 gelas teh yang saya konsumsi, minum air putih yang banyak, tidur cukup, olahraga secara rutin serta tidak merokok.
Tanya : Lalu, berapa kocek yang harus anda keluarkan untuk memenuhi kebutuhan pangan anda tiap harinya?
Jawab :
Tanya : Wah, cukup besar juga ya.
Jawab : Ya memang itulah kenyataannya. Tidak bisa dipungkiri lagi
Tanya : Baiklah, saya rasa cukup pertanyaan dari saya. Terima kasih anda telah meluangkan sedikit waktu anda.
Jawab : Ya, sama sama. Semoga bisa bermanfaat.
Tanya : Wassalamualaikum.
Jawab : Walaikumsalam

RINGKASAN PESAN MORAL :
Nasi memang salah satu kebutuhan pangan yang sangat pokok. Namun, bukan berarti kita harus dan wajib memakan nasi sebagai makanan utama dalam kehidupan sehari hari. Asupan gizi dari nasi, dapat digantikan oleh makanan lainnya yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi pula. Jika harga beras semakin melonjak, maka tidak usah terlalu risau, karena masih banyak jenis makanan yang mampu dihasilkan oleh Bumi Indonesia ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengatur pola makan, asupan gizi, serta gaya hidup yang sehat

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image