Kebudayaan Suku Gayo

MENGENAL KEBUDAYAAN NANGGROE ACEH DARUSSALAM

KHUSUSNYA SUKU GAYO

Saya disini menulis tentang keanekaragaman budaya di provinsi nanggroe aceh darussalam khususnya SUKU GAYO.Aceh merupakan salah satu wilayah indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat menarik khususnya dalam bentuk tariannya,makananya,rumAh adatnya,dan masih banyak lagi.Di Nanggroe Aceh Darussalam terdapat 8 suku yaitu suku aceh,gayo,alas,aneuk jamee,simeulu,kluet,singkil,dan tamiang.

Dan disini saya lebih menekankan atau menceritakan tentang kebudayaan SUKU GAYO,ya walaupun tidak secara keseluruhan.SUKU GAYO adalah sebuah suku bangsa yang mendiami dataran tinggi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.SUKU GAYO menggunakan bahasa yang disebut bahasa gayo.

Pada foto diatas saya ambil di anjungan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada foto diatas merupakan rumah adat aceh besar,karena di anjungan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tidak ada rumah adat SUKU GAYO,sehingga saya disini menceritakan rumah adat aceh besar,mungkin rumah adat suku aceh besar dan SUKU GAYO tidak terlalu berbeda.Karena sama2 berbentuk seperti rumah panggung yang kira-kira tinginya 2,5 sampi 3 meter diatas tanah.Rumah tersebut terbuat dari kayu dan ditopang empat deret tiang kayu bulat yang berjarak sama sehingga membentuk segi empat.

Lalu pada foto diatas merupakan pakaian adat SUKU GAYO alas. Unsur-unsur pakaian adat wanita tersebut adalah baju, kain sarung pawak, dan ikat pinggang ketawak. Unsur-unsur perhiasan adalah mahkota sunting, sanggul sempol gampang, cemara, lelayang yang menggantung di bawah sanggul, ilung-ilung, anting-anting subang gener clan subang ilang, yang semuanya itu ada di seputar kepala.

Dan pada foto diatas merupakan macam-macam aksesoris yang digunakan pada SUKU GAYO.Pada foto diatas terdapat:Gelang Kaki ,Ikat Pinggang , Kalung Boh Ru,Anting-anting, Gelang Tangan,Kalung Susun Tiga,Kembang Goyang,Hiasan Tusuk Konde,Bros.

Kemudian pada foto diatas merupakan tempat pelaminan suku aceh besar.Karena di anjungan nanggroe aceh darussalam tidak terdapat tempat pelaminan SUKU GAYO jadi saya memakai foto diatas.Disini saya menceritakan bentuk perkawinan SUKU GAYO.Bentuk perkawinan di dalam SUKU GAYO dapat dibagi menjadi empat macam:1.Juelen,2.Angkap,3.Naik,4.Mah Tabak.

Pada masa lalu orang Gayo mengembangkan mata pencaharian bertani di sawah dan beternak, berkebun, menangkap ikan, dan meramu hasil hutan. Mereka juga mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun. Kini matapencaharian yang dominan adalah berkebun, terutama tanaman kopi. Dan pada foto diatas merupakan alat-alat suku gayo untuk mengembangkan matapencahariannya.

SENI DAN TARIAN

Banyak sekali macam-macam tarian SUKU GAYO diantaranya

  • Didong
  • Didong Niet
  • Tari Saman
  • Tari Bines
  • Tari Guel
  • Tari Munalu
  • Tari Sining
  • Tari Turun Ku Aih Aunen
  • Tari Resam Berume
  • Tuak Kukur
  • Melengkan
  • Dabus

Dan disini hanya menjelaskan tentang tari saman,tari saman adalah sebuah tarian SUKU GAYO yang biasa biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa arab dan bahasa gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama tarian “Saman” diperoleh dari salah satu ulama besar NAD,yaitu Syech Saman.

MAKANAN KHAS

Makanan khas SUKU GAYO diantaranya adalah Masam Jaeng,Gutel,Lepat,Pulut Bekuah,Cecah,Pengat.

Dan pada foto yang terakhir ini merupakan miniatur masjid baiturrahman yang merupakan masjid kebanggan rakyat aceh. Oleh sebab itu propinsi ini dikenal dengan sebutan “Serambi Mekah”.

PESAN DARI SAYA MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN KEANEKARAGAMAN BUDAYA-BUDAYA KITA YANG KITA MILIKI DARI SABANG SAMPAI MERAUKE JANGAN SAMPAI DIRAMPAS OLEH NEGARA-NEGARA LAIN.

KALAU BUKAN KITA,,,!!!!!! SIAPA LAGI YANG MENJAGA DAN MELASTARIKAN KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Kebudayaan Suku Gayo , 8.0 out of 10 based on 1 rating
Share

There Is 1 Response So Far. »

  1. yah semangat2 aja kalo ga begerak juga percuma…mendingan ke sana bangun yang baik, masyarakat yang agak males males terutama yang laki – laki, dingin sih dingin tapi jangan terlelap dan hilang dong….kan kelihatan kalo ga berkembang dari masyarakatnya juga ga mau bekerja gimana ga hilang culturenya…tolong!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image