MAKALAH POLUSI UDARA

POLUSI UDARA DI KOTA – KOTA BESAR

JON MT PUTRA. S

36409958

awengsboy@gmail.com

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UNIFERSITAS GUNADARMA

2010

1. PENDAHULUAN

Banyak kota – kota di dunia dilanda oleh permasalahan lingkungan, paling tidak adalah semakin memburuknya kwalitas udara. Informasi yang ada menunjukkan bahwa pedoman kwalitas udara dari WHO secara teratur telah tersebar diberbagai kota, bahkan dibeberapa tempat lainnya.

Angka yang didapat dari kota – kota yang sedang berkembang dan umumnya banyak di antara mereka tidak ada ukuran pengontrol polusi, kemungkinan akan terjadi pencemaran bagi buruh, dan kwalitas hidup sebagian besar penduduk kota akan semakin memburuk, walaupun beberapa kemajuan telah dicapai dalam pengendalian polusi udara dinegara – negara industri lebih dari dua dekade terakhir ini, kwalitas udara terutama sekali di kota – kota besar semakin memburuk.

2. PEMBAHASAN

2.1. Zat – Zat Pencemar Udara

Emisi Karbon Monoksida (CO)

Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di kota disebabkan karena benda bergerak atau transportasi yang berbahan baker solar. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan baker dalam proses pembakaran di dalam ruang pembakaran mesin diesel. Pencampuran yang baik antara bahan baker dan udara terutama yang terjadi pada mesin – mesin yang menggunakan turbocharge meerupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi gas CO. karbon monoksida yang meningkat  diberbagai daerahndapat meningkatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Maka strategi penurunan kadar karbon monoksida tergantung pada pengendalian emisi seperti penggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida.

Nitrogen Oksida (CO)

Berasal dari alat transportasi laut yang terbentuk atas 3 fungsi yaitu suhu, waktu reaksi, dan konsentrasi oksigen. Bahan bakar yang biasa digunakan di kapal, menyumbangkan emisi NO sebesar 20 – 30 %. Nitrogen yang dihirup oleh manusia dapat menyebabkan kerusakan paru – paru.

Emisi Hydrocarbon (HC)

Emisi hydrocarbon terbentuk dari bermacam – macam sumber. Tidak terbakarnya bahan bakar secara sempurna, tidak terbakarnya minyak pelumas pada silinder, merupakan salah satu penyebab munculnya emisi HC. Emisi hydrocarbon ini berbentuk gas methan yang dapat menyebabkanleukimia dan kanker.

2.2 Teknologi Penanggulangan Emisi Dari Kendaraan

Teknologi penaggulangan emisi dari mesin dapat dikategorikan menjadi 2 bagian besar yaitu pengurangan emisi metode primer, dan pengurangan emisi metode skunder. Untuk pengurangan emisi metode primer adalah sebagai berikut:

Berdasarkan bahan bakar :

  • Penggalangan penggunaan non petroleum liquid fuels
  • Penggunaan angka cetan yang tinggi bagi motor motor diesel
  • Penggunaan bahan bakar gas
  • Penerapan teknologi emulsifikasi

Berdasarkan perlakuan udara :

  • Penggunaan teknologi exhaust gas recirculation
  • Pengaturan temperature udara yang masuk pada motor
  • Humidifikasi

Berdasarkan proses pembakaran :

  • Modifikasi pada pompa bahan bakar dan system injeksi bahan bakar
  • Pengaturan waktu injeksi bahan bakar
  • Pengaturan ukuran droplet dari bahan bakar yang diinjeksikan
  • Injeksi langsung air ke dalam ruang pembakaran.

Untuk pengurangan emisi metode skunder adalah :

  • Penggunaan Selective Catalytic Reduction (SCR)
  • Penerapan teknologi Sea Water Scrubber untuk aplikasi di kapal
  • Penggunaan katalis magnet yang dipasang pada pipa bahan bakar
  • Penggunaan katalis pada pipa gas buang kendaraan bermotor

3. ANALISIS

Kelestarian lingkungan hidup menjadi perhatian utama negara-negara di dunia saat ini. Isu lingkungan hidup dan pemanasan global memang menjadi fokus perhatian di banyak negara. Pasalnya emisi gas buang kendaraan bermotor menghasilkan beberapa jenis zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SO) dan oksida nitrogen (No). Peraturan yang lebih ketat akan emisi gas buang kendaraan pun diluncurkan guna menciptakan dunia yang sehat. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia telah mengeluarkan beberapa regulasi dalam hal ini keputusan menteri yang berkaitan tentang baku mutu emisi di tanah air. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: KEP-35/MENLH/10/1993 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor, kandungan CO pada mobil ditentukan maksimum 4,5 persen dan 3.000 ppm untuk HC (hidrokarbon).

4. KESIMPULAN

Pencemaran di dalam udara berasal dari gas buang kendaraan bermotor, dimana zat tersebut berdampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk dapat mengendalikan pencemaran tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan teknis yaitu dengan mengupayakan pembakaran sempurna dan mencari bahan bakar alternatif. Pemerintah mempunyai posisi yang strategis untuk melakukan pendekatan planatologi, administrasi dan hukum. Sedangkan untuk meningkatkan kedisiplinan perawatan dan cara pengemudia yang baik dan benar dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 2 votes)
MAKALAH POLUSI UDARA, 7.0 out of 10 based on 4 ratings
Share

There Is 1 Response So Far. »

  1. sudah bagus, cuman saya kurang menarik. penjelasannya jangan terlalu singkat.. agar si pembaca betah dengan apa yang anda laporkan.thanks.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image