Meningkatkan Kesehatan Pada Anak Usia Toddler

Pengertian

Yang dimaksud dengan bimbingan antisipasi atau anticipatory guidance adalah bantuan perawat terhadap orang tua dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya pertahanan nutrisi yang adekuat, pencegahan kecelakaan dan supervisi kecelakaan. (Maslow, 1988)

Tujuan anticipatory guidance pada usia toddler

–          Mengoptimalkan hubungan orang tua dengan anak dan mendorong kepada berbagai perilaku yang sehat bagi anak.

–          Membantu orang tua untuk dapat memahami dampak temperamen anak serta lingkungannya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

–          Mengantisipasi kemampuan perilaku dan masalah yang biasa muncul pada usia toddler.

Toilet training pada usia toddler

Toilet training adalah merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Seperti halnya pada usia toddler, kemampuan sfingter uretra untuk mengontrol rasa ingin berkemih dan sfingter ani untuk mengontrol rasa ingin defekasipun mulai berkembang. Dimana  seiring kemampuan anak yang telah mampu untuk berjalan yaitu antara usia 18 – 24 bulan. Namun kesiapan fisik, psikologi, dan intelektual, itu semua sangat berpengaruh pada sukses tidaknya toilet training.

Berikut adalah teknik yang dapat dilakukan orang tua dalam melatih anak untuk buang air besar dan kecil :

  • Tekhnik lisan

Merupakan usaha untuk melatih anak dengan cara memberikan instruksi pada anak dengan kata-kata, yaitu sebelum dan sesudah buang air kecil dan besar. Cara ini kadang-kadang merupakan hal biasa yang dilakukan pada orang tua, akan tetapi apabila kita perhatikan bahwa teknik lisan ini mempunyai nilai yang cukup besar, dimana dengan lisan ini persiapan psikologis pada anak akan semakin matang dan akhirnya anak akan mampu dengan baik dalam melaksanakan buang air kecil dan buang air besar.

  • Tekhnik modelling

Merupakan usaha untuk melatih anak dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil dengan cara meniru dengan memberikannya contoh terlebih dahulu, ataupun bisa dengan membiasakan buang air kecil dan besar secara benar.

Karakteristik anak usia toddler

–          Kehidupan anak berpusat pada kesenangannya (selama perkembangan otot sfingter ). Contoh : menahan dan bermain-main dengan fesesnya.

–          Anak ingin melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya sendiri dengan menggunakan kemampuan yang sudah mereka miliki. Contoh : berjinjit, berjalan, memanjat, dan memilih mainan atau barang yang diinginkannya.

–          Bersifat egosentris.

–          Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil (toilet training).

–          Menyusun/menumpuk kotak.

–          Menyusun kata-kata.

–          Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar.

–          Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain diluar dikeluarganya.

Pedoman orang tua selama usia toddler ( 1-3 tahun).

– Siapkan orang tua untuk perubahan perilaku yang diperkirakan dari toddler, khususnya negativisme dan ritualisme.

– Kaji kebiasaan makan saat ini dan dorong penyapihan bertaahap dari botol dan peningkatan masukan makanan padat.

– Tekankan perubahan pola makan yang diperkirakan dari anoreksia fisiologis.

– Kaji pola tidur di malam hari, terutama kabiasaan sebelum tidur yang dapat menunda-nunda waktu tidur.

– Siapkan orang tua terhadap potensial bahaya dirumah.

– Diskusikan kebutuhan untuk disiplin yang keras tapi lembut dan cara untuk menghadapi negativisme, tekankan keuntungan positif dari disiplin yang tepat.

– Tekankan pentingnya perpisahan singkat yang periodik baik bagi anak dan orang tua.

– Diskusikan mainan baru yang menggunakan pengembangan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif dan ketrampilan sosial.

– Tekankan kebutuhan pengawasan gigi, type hygiene gigi dasar dirumah.

–  Tekankan pentingnya pertemanan sebaya dalam bermain.

– Gali kebutuhan persiapan untuk menambah saudara kandung.

– Diskusikan metode disiplin yang ada, keefektifannya dan perasaan orang tua tentang negativisme anak.

– Diskusikan tanda-tanda kesiapan untuk latihan toileting, tekankan pentingnya menunggu kesiapan fisik dan psikologis.

– Diskusikan perkembangan rasa takut , tekankan normalitas dan perilaku yang bersifat sementara ini.

– Siapkan orang tua untuk menghadapi tanda-tanda regresi dikala stres.

– Kaji kemampuan anak untuk berpisah dengan mudah dari orang tua untuk periode singkat dalam situasi yang dikenal.

– Berikan kesempatan pada orang tua untuk mengekspresikan perasaan aneh, frustasi dan kejengkelan sadari bahwa seringkali sulit untuk menyayangi toddler pada saat mereka tidak tidur.

– Tunjukkan beberapa perubahan yang diperkirakan pada tahun berikutnya, seperti lapang perhatian memanjang, negativisme berkurang dan meningkatnya perhatian untuk menyenangkan orang lain.

– Diskusikan pentingnya imitasi dan peniruan domestik serta kebutuhan untuk menyertakan anak di dalam aktivitas.

– Diskusikan pendek ke arah latihan toileting.

– Tekankan keunikan proses berpikir toddler, khususnya melalui penggunaan bahasa mereka, pemahaman yang buruk tentang waktu, hubungan sebab akibat dalam hal kedekatan peristiwa dan ketidakmampuan untuk melihat kejadian dari sudut pandang orang lain.

– Tekankan bahwa disiplin masih harus dibentuk dam dikonkritkan dan bahwa kepercayaan pada semata-mata alasan verbal dan penjelasan menimbulkan kebingungan, kesalahpahaman dan bahkan cidera.

– Diskusikan penyelidikan dan prasekolah atau pusat perawatan sehari terhadap pencapaian tahun kedua.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Meningkatkan Kesehatan Pada Anak Usia Toddler, 10.0 out of 10 based on 2 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image