Naskah Drama
Irkham Budianto
12609378 (1SA02)
Bahasa Indonesia
Permata Pengabul Segala Kehendak
Bagian 1
Tersebutlah sebuah desa yang berada di pinggir gunung. Di balik gunung terdapat gua besar yang sangat sulit dicapai. Konon di gua itu terdapat Permata Pengabul segala Kehendak, permata yang yang bisa mengabulkan segala permintaan. Namun gua itu dijaga oleh seekor naga hitam berkilat.
Tiga sahabat karib yang bekerja sebagai petani bernama Gana, Himar, dan Abas bertekad mengambil permata itu.
Gana : Ayo, kawan! Kita harus dapat mengambil Permata Pengabul Segala Kehendak agar kita dapat meminta permintaan apa saja yang kita inginkan!
Abas : Tapi bagaimana dengan naganya? Bukankah sudah banyak orang yang tak selamat karena naga itu?
Himar : Tak usah kau takut, Abas! Bukankah kita bertiga ahli dalam berpedang? Kita dapat bertarung melawannya. Lagipula pertanian tahun ini sangat buruk. Kita selalu gagal panen. Kalau begini terus kita tidak dapat makan.
Gana : Itu benar. Kalau begitu cepat bersiap siap! Bawa makanan secukupnya dan tentu saja jangan lupa pedang kalian masing-masing! (sambil menjulurkan pedang di tangannya)
Bagian 2
Mereka pun memulai perjalanan ke gunung. Mereka mendaki, melawan binatang buas, dan terkadang harus kelaparan beberapa hari. Ketiganya saling memberi semangat. Akhirnya mereka pun tiba di gua itu.
(Dari jauh terdengar suara dengusan naga yang menjaga permata)
Himar : Apa itu? (sambil menoleh ke kiri dan ke kanan)
Abas : Sepertinya itu suara naga yang menjaga gua ini
Gana : teman-teman, keluarkan pedang kalian!
(mereka mengelurakan pedang mereka dan bersiaga)
Tiba-tiba muncul seekor naga besar dan hitam yang keluar dari mulut gua. Bentuknya sangat besar dan mengerikan. Tapi anehnya, mata naga itu tampak ramah. Gana mulai maju sambil mengacungkan pedangnya ke arah sang naga.
Naga : (berkata dengan lembut) Simpan kembali ketiga pedang kalian! Aku tidak akan menyakiti kalian. Aku tidak pernah membunuh orang!
Ketiga sahabat itu terkejut. Bagaiman mungkin naga yang mengerikan ini memiliki suara yang begitu lembut?
Himar : (bertanya dengan hati-hati) Ta, tapi mengapa banyak orang terbunuh di sini? (melihat tulang-tulang manusia yang berserakan di sekitar gua)
Naga : (mulai maju beberapa langakh ke depan) Mereka mati bukan karenaku. Namun karena permintaan mereka sendiri.
Abas : Apa maksudmu? (mulai menurunkan pedangnya)
Naga : Permata Pengabul Segala Kehendak ini hanya dapat dimiliki oleh orang yang tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri
Mereka bertiga menyarungkan kembali pedang mereka.
Naga : Silahkan ambil permata itu. Majulah persatu-satu. (menyingkir dari mulut gua) Di pintu gua, bisikkanlah apa saja yang akan kalian minta pertama kali jika memiliki permata tersebut. Ingatlah! Hanya orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri yang dapat memilikinya!
Sang naga menunjukkan sebuah permata cukup besar yang bersinar.
Himar : (bergegas maju agar tak didahului oleh temannya) Biar aku dulu! (berbisik pada permata) Aku ingin mejadi kaya raya agar tidak perlu menderita lagi
Tubuhnya terkejut kaku. Jatuh tergeletak dan mati.
Gana dan Abas terkejut dan berpandangan.abas terlihat sedih karena salah satu temannya mati.
Gana : (melangkah maju tanpa mempedulikan jasad Himar) sekarang giliranku! Aku yakin permintaanku dapat dikabulkan. (melihat permata) sejak dulu aku menyukai gadis desa sebelah. Tapi tak bisa karena wajahku yang tidak rupawan ini. (mendekat ke arah permata dan berbisik) Aku ingin menjadi tampan.
Tubuhya juga terkejut kaku dan kemudian tergeletak tak bernyawa. Abas terkejut. Kedua sahabat karibnya kini telah tewas. Dia pun perlahan melangkah maju mendekati permata. Sang naga hanya tertunduk seakan telah menduga apa yang telah terjadi.
Abas : Mengapa kalian harus mati? Siap lagi yang akan menemaniku bertani? Siapa lagi yang akan menemaniku dalm suka dan duka? (air matanya bercucuran)
Naga : Tidak ada yang dapat aku dan kau lakukan. Mereka mati karena keinginan mereka sendiri. Mereka terlalu egois hanya karena kekurangan pada diri merka tanpa menyukuri apa yang telah mereka miliki. Sekarang giliranmu.
Abas : Bagaimanapun mereka adalah sahabatku (menghapu air mata di pipinya)
Naga : Sebutkan apa permintaanmu pada permata ini!
Abas : (dengan suara mantap) Aku ingin kedua sahabatku hidup kembali!
Tiba-tiba terdengar suara guntur yang sangat keras. Naga hitam itu dikelilingi asap hitam yang mengepul. Si naga berubah menjadi gadis cantik berpakaian indah dengan permata di tangannya. Gana dan Himar hidup kembali.
Abas : (terkejut) Siapakah kamu?
Naga : (tersenyum) Aku adalah bidadari yang dikutuk penyihir jahat karena mau memberikan permata ini padanya.ia tidak bisa merebut permata ini dariku, tapi ia dapat menyihirku menjadi naga sehingga aku tidak bisa kembali ke kahyangan. Aku hanya dapat dibebaskan oleh orang yang meminta permohonan untuk orang lain pada permata ini. Abas, aku berterima kasih karena kau telah membebaskanku. Terimalah permata ini!
Sang bidadari menyerahkan permata itu. Dia pun terbang ke langit biru.
Abas segera menggunakan kekuatan permata itu untuk kembali ke desa mereka. Abas selalu menggunakan kekuatan permata itu dengan bijaksana. Kedua sahabat merekapun sadar dan menjadi orang yang baik sama seperti Abas.
***
Popularity: 1% [?]



Comment by HIDAYAT BRIAN PANAMA on 10 March 2010:
salam pagii nan ceria dari bri^^
seruu neh, nda taunya naga ituuh bidadari..ahahay..semangat