PARODI

Lamaran Cinta

Sarah bingung. Tiga cowok mendadak melamarnya pada saat yang hampir bersamaan. Tidak ada kebingungan yang lebih membingungkan selain kebingungan menentukan pilihannya….

Cowok pertama, Andhit, dikenalnya pas nonton Barongsai di balaikota. Waktu itu Andhityang lagi asyik ngerekam pake handycam, gak sengaja nginjek kaki Sarah yang imut bersandal jepit.

“ADOOOWW…!” teriak Sarah kesakitan. Andhit menoleh. Mata mereka berseliwetan [maksudnya bersirobok]. Andhit terpana. Sarah langsung menjabat tangan. “Saya Sarah, kamu siapa? Mau … batu ?” Sarah mengulurkan batu giok yang tadi dicomotnya dari sebuah gerai.

Andhit tersenyum tapi heran. “Batu? Oh … sapa takut ? Saya Andhit, seneng dapet batu dari kamu….. Emmm, kaki kamu gak-pa-pa,kan …..?”

Mendengar suara dan tatapan lembut Andhit, sebenernya hati Sarah agak ngelepek juga. Udah lebih dari dua tahun dia haus kasih sayang. Tapi demi imej yang kudu di jaga dan langit yang mesti dijunjung, iman dan imin harus kuat biar syaiton yang terkutuk itumental jauh-jauh.

Sarah menggoyang-goyangkan 10 jari kakinya dengan lentur. “Nggak pa-pa tuh….!” Busyet, itu kuku kaki gue kok item menyuntai ginih? Dengan sigap Sarah mengalihkan fokus ke batu giok.

“Bagus gak warnanya?” tunjunya tiba-tiba ke tangan Andhit.

Tatapan Andhit beralih dari kaki Sarah ke batu giok di tangannya. “Bagus…..” Lalu jeda. Andhit memerhatikan wajah Sarah dengan seksama. Tahi lalat kamu ngejual banged. Kiut… manis… nggak banyak kerutan.

Sedangkan Sarah menganalilis pribadi Andhit. Hmm… cukup menyenangkan, tapi keiknya tapi doi banyak utangnya… kredit macet, agunan rumah, aset disita, over kredit. Woi… kok jadi ngebahas perbankan gini …..?

Anak kamu udah berapa?” tanya Andhit.

Sarah mengeleng kuat-kuat. “Belum nikah tuh! Kenapa? Emang bodi gue bahenol yak?” jawab Sarah sok PD.

“Eng..” belum sempet Andhit ngelanjutin ucapannya, Sarah mendadak locat dan lari terbirit-birit. “Hey! Kamu mau ke mana? Kok lari seh….?”

Tiba-tiba dari arah belakang seorang pemuda menepuk bahu Andhit.”Mas, batu giok itu belum dibayar….” Andhit yang kaget ngeliat muka si pemuda yang tertuttup kain putih itu, ikutan ngaciiiiir…..! Doski emang phobia kain putuh sebab mengingatkan pada selendang neneknya yang bau comberan.

Mereka berdua ngumpet di kolong meja warung cendol. “Siang-siang kok pocongan seh….?” sahut Andhit ngos-ngosan.

“Mene eke tehe!” ceplos Sarah yang lebih takut dikejar debt collector ketimbang hantu.

Nah, sejak itulah mereka berdua deket. Andhit yang seorang arkeologi dan berkumis tipis itu merasa menemukan keriangan bersama Sarah. Dan tepet 3 hari setelah perkenalan itu, Andhit meminta Sarah jadi isterinya.

Tapi dasar Sarah jinak-jinak merpati. Lamaran digantung begitu saja keik ngegantung hnaduk ditiang jemuran. Sikap yang mana bikin cowok-cowok geregetan sekaligus pengen nonjok. Nyokab Sarah pernah menyindir sikap ‘mau tapi nggak mau’-nya ini.

SARAH, sampai kapan kamyu begindang? < nyokab Sarah gaul juga euy! > Liat tuh tantemu. Di hari tua kerjaannya cuma ngitungin buntut kambing yang lewat di depan rumah. Coba kalau dulu dia kawin. Gak bakal kesepian deh hidupnya…….”

“Calm down Mamih. Jodoh itu complicated. Sar mesti dalem pemikirannya. BTW, tuwir-tuwir gini, Sar kan masih bisa ngejaga yang ’satu’ itu. Mamih mustinya bangga doownk! Gue getoh loh!”

“Iya, tapi inget ya… virgin aja gak cukup buat modal cinta apalagi perkawinan. Jangan arogan ke’ting-ting’an-mu itu. Tentukan pilihan. Terus bikin cucu buat Mamih. Ehh…. tolong ambilin pencukur bulu dikamar Mamih! (???)”

* * *

Tak lama berselang hadir pria kedua, Sentanu. Cowok flamboyan yang anti-makan sayuran ini paling demen ‘ajep-ajep’ (dugem). Ketemuannya didalam lift. Waktu itu sarah mau naik ke lantai tujuh menuju kantornya sambil nenteng map. Tiba-tiba Sarah ngeliat ada permen kesukaannya ngelempar di lantai lift seolah minta di adopsi. Tanpa membuang kesempatan, Sarah berusaha mengambilnya tapi sayang, sebelum niatnya kesampaian, mapnya jatuh dan kertas berhamburan di dalam lift. Sentanu berusaha menolong merapikan kertas yang berserakan di lantai. Tangannya nggak sengaja bersentuhan dengan tangan Sarah. Tapi pas Sarah mendongak, matanya kelilipan. Dia mengedip-ngedip Ting! Sebuah kedipan yang dimaknai ‘undang-an’ oleh Sentanu.

“Boleh tahu nomor HP kamu ?” Sentanu mulai menebar senyuman buaya.

“Apah….?” jawab Sarah lugu, tangannya tak henti mengucek-ngucek mata.

Sentanu pelan-pelan mendekat hendak meniup mata Sarah. Niat itu secara refleks ditepis Sarah. Sentanu pantang mundur. Dengan gaya lembut dia coba mendekat lagi. Alih-alih berakhir romantis, Sentanu malah mendapati bunyi PLAK! Pada pipinya.

Sentanu tersentak. “Wow! Kamu sensasional sekaleee….!” puji Sentanu spontan sembari mengelus pipinya yang jadi ungu.

Sebelum keluar lift, Sarah sempet-sempetnya jongkok sebentar menyomot permen yang jadi biang kerok itu sekalian ngucapin salam perpisahan: “Cuih!” pada Sentanu yang berdiri melongo di pojok lift.

Dua hari kemudian, dimeja kerja Sarah bertengger 1 box nasi timbel komplit plus eskrim dan buah-buahan. Dan didalamnya ada tulisan :

Aku suka kamu

Mau nggak menemani sisa hidupku sampai hari kiamat ?

Luv, Sentanu.

Hmmm…. harga nasi timbel 20 ribuan, es krim 5 ribuan, buah-buahan 15 ribuan. Sarah sibuk mengkalkulasi isi kantong Sentanu. Kesimpulan sementara: Sentanu pasti orangnya tajir sebab nasi asalnya dari padi. Dan padi adalah lambang kemakmuran.

Siang harinya, Sentanu menelepon. “Gimana sar? Aku butuh kepastian. Ini bukan iseng. Aku serius cari isteri. Apa jawaban mu?”

Zzz… Zzz… Zzz… ,Sarah malah ketiduran. Maklum doski kekenyangan sehabis menyantap nasi timbel. Dan… -pluk-! Ketutup deh teleponnya. Maka cukup logis bila ada pepatah “Makanlah ketika kau lapar dan berentilah sebelum kau kenyang”.

Tapi bagi Sentanu, isyarat penolakan itu berati sebuah tantangan. Dan untuk nguber kepastian pasti butuh pengorbanan. “Maju terus Kang!” celetuk tukangpijet di rumah Sentanu.

* * *

John Amir adalah cowok ke-3. Blesteran Arab-Perancis ini stereotip manusia yang resah dengan kehidupan sekaligus pasrah pada kehendak Yang Maha Kuasa. Intinya : soleh tapi gaul.

Amir muncul ketika Sarah sedang bingung dikejar teror deadline dua lelaki sebelumnya. Amir-lah yang memberitahu bahwa daya tarik Sarah justru ada pada sikapnya yang seolah-olah nggak butuh pendamping. Anget-anget surabi oncom, gitu istilahnya. Mau tapi nggak ngoto.

Mereka kenalan waktu Sarah bersama keponakannya ikutan lomba jangkrik di lapangan parkir sebuah mal.

“Ayo Jengky maju…! Woyyyy… jalan atuh!” Sarah memberi semangat pada serangga kecil coklat bergender jantan itu. Si Jengky yang lemot dan kebingungan malah nubruk triplex pembatas.

Koerrang ajjar bener manusia-manusia sinting ini. Bikin pusing aza! Awas lo gua gigit nanti! Ancam Jengky yang bahasanya hanya di mengerti oleh semut di sebelahnya “Apa lo bilang?” kata si Semut Bohai. “nnggak… hihhihhi… “Jengky tersipu centil.

“Tante, si Jengky kayaknya musti di tiup dulu biar ngjoss energinya” usul yang membawa efek brutal bagi dara muda Jengky. Doski melenting bak meteor dan terbang melewati batas finish…. tuiiing…! Selanjutnya….

“Plok!” Jengky nancep di pangkuan John Amir yng tengah di kerubuti cewek-cewek cantik dalam upaya cari perhatian. “Astaghfirrul…” sebut Amir. “Sapa namamu, Nduk?” tanya Amir pada Jengky yang sempoyongan.

“Uhm… maap… itu jangkrik saya,” kata Sarah tanpa basa-basi sambil langsung mengangkut Jengky yang nampak pengen menjodohkan tuannya dengan John Amir.

Sewaktu Jengky di paksa ikut ronde berikutnya, doski justru terbang dan mendarat dipangkuan John Amir (lagi).

“JENGKY!! Jangan ganjen, ah! Gue semprot kamu pake baygon!” Sarah berusaha menarik-narik Jengky. Dia lupa, kekerasan bukan dalam rumah tangga saja, pada serangga pun dilarang.

“JANGAN Tante!!” jerit ponakannya histeris. Si Jengky keukeuh enggan beranjak. Kaki tirusnya di pancang kuat-kuat di blue jeansnya John Amir.

“Udah biar aja. Kita ngopi-ngopi dulu di sini ..” ajak Amir yang membuat cemburu cewek-cewek disekelilingnya.

“Hih… ogah! Ujung mata Sarah melirik ‘dayang-dayang’ di sekeliling Amir. “Gue bukan penganut poligami tauk!” Sarahngeloyor pergi.”O iya, tolong kembaliin jangkrik gue kalo udah jinak.”

Amir yang tinggi menjulang mengejar langkah Sarah, si Jengky otomatis ikut, “Non,3 kali 4 sama dengan berapa ?”

Sarah meski jutek tapi ngejawab,”Lima!”

“Kalau aku ngelamar kamu sekarang gimana? Secara aku juga monogami kok.”Fakta : bahwa Sarah di lamar on the spot. Bahwa sebenernya ada konspirasi antara ponakan dan Amir. Bahwa Blognya Sarah di baca Amir. Bahwa sejak saat itulah mereka jadi akrab.

“SO….???”

Kelompok yang tersingkir memilih pulang ke rumah masing-masing. Mereka adalah korban hukum sebab-akibat. Corgito ergo sum. Artinya : Bego lo Sar! (bukan ding!).

* * *

hampir tiap menit, Sarah menerima SMS yang isinya tuntutan menjawab lamaran selekasnya. HP bukan saja sarana komunikasi tercepat tapi juga alat meneror paling efektif bagi sekelompok cowok dan cewek paranoid yang menunggu cintanya di balas sekaligus mencerca saingannya seenak udel.

[ SMS ]

Andhit, Sentanu, John Amir : “MANA JAWABANNYA…!!! DAH KAKU NEH JEMPOL KITE MENCET TOMBOLL HP….!!! BURUAN SAY….!!!”

[ SMS ]

“Heh,! Sarah! ih… nama elo kampring banget sehh??? Uhm… gw mo nulis apa yak? O iya…. Elo jangan mencaplok laki gw! Awas! Kek kebagusan aja lo! Catet : Gw tunangannya Sentanu. Jangan ganggu idup gw. En satu lagi, ada amanat dari Vina pacarnya John Amir : MENYENGIR ato MATI! Ok! Pizz…!”

Sentanu dan John Amir ternyata punya cewek ? Asyik, hilang dua deh virus pengganggu hari-hari gue.

[ SMS lagi ]

“Halo sayang, dah maem blom …..?? Aku Etty, bokinnya Andhit. Udah 10 tahun lho… Tapi Andhit tuh letoy. Aku justru bergairah klo ama cewek. Kita pacaran yuuukkk….? Muach …!!!!”

Cih ! Ga sudi. Terong makan terong….

[ KRRIIING.... ]

“SARAHHH!!! Tolong ituh sayur asemnya dipanasin! Terus ulek tuh sambel. Si Papih mo bagi-bagi duit CEPET!”

“D-u-i-t? Siap Mih!”

Seolah mendapat inspirasi, Sarah nge-SMS ke-3 lekong (cowok) gatel itu :

“LAMARAN DI TOLAK! PRET!”

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image