PENDERITAAN DAN KEGELISAHAN

Penderitaan dan Kegelisahan
a) Penderitaan
Kata penderitaan yang berkata dasar ‘derita’ berasal dari kata ‘dhra’ dari bahasa sangsekerta yang artinya menahan, menanggung/merasai sesuatu yang tidak menyenangkan. Bentuk dari penderitaan, dapat berupa penderitaan lahir/fisik maupun penderitaan bathin/psikis. Dalam kedua penderitaan tersebut dapat saling mempengaruhi, yaitu suatu penderitaan fisik dapat menyebabkan penderitaan psikis.

b) Kegelisahan
Kegelisahan adalah suatu rasa tidak tentram, tidak tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada manusia. Mengapa manusia gelisah? Hal ini terjadi adanya keterbatasan manusia untuk dapat mengetahui hal-hal yang akan datang atau yang belum terjadi. Hal ini terjadi misalnya karena adanya suatu harapan atau suasana ketidakpastian, rasa terasing, rasa kesepian atau adanya ancaman. Menurut Sigmund Freud, ada tiga macam kegelisahan yaitu:

• Kecemasan objektif (tentang kenyataan), yang bersumber dari sesuatu kekuatan yang ada di luar diri manusia.

• Kecemasan neurotik (syaraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.

• Kecemasan moral, muncul dari emosi sendiri yang merupakan perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani.

c) Kebersamaan
Secara kodrati, kebersamaan merupakan suatu kata yang tidak dapat dipisahkan dalan kehidupan manusia sebagi makhluk sosial. Manusia menghadapi tantangan dari alam, dari sesama, juga dari dirinya sendiri. Hanya melalui kerjasama dengan pihak lain, tantangan itu dapat lebih mudah dan lebih ringan dihadapi. Ketika tantangan hidup manusia semakin kompleks, disadari perlunya pembagian tugas atau kerja yang spesifik.

d) Kejujuran
Kejujuran itu adalah nilai kebaikan sebagai sifat positif yang akan diterima oleh semua orang dimanapun dan kapanpun ia berada. Jadi nilai kejujuran ini adalah nilai kebaikan yang bersifat universal. Pengertian kejujuran itu sendiri yang akan katanya jujur, dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti lurus hati; tidak berbohong; tidak curang; tulus; ikhlas.

Sehingga kejujuran diartikan sebagai sifat (keadaan) jujur; ketulusan hati atau kelurusan hati. Berbagai mengenai kejujuran berarti kita berbicara mengenai sikap moral. Sikap moral yang sebenarnya diistilahkan sebagai moralitas. Yang dimaksudkan dengan moralitas di sini adalah sikap dan perbuatan baik yang betul-betul dilakukan tanpa pamrih. Suatu perbuatan baik yang dilakukan dengan kesadaran bahwa perbuatan itu memang baik yang berasal dari hati nurani.

Nilai kejujuran maka dari nilai kebaikan ini dapat kita lihat dari beberapa bentuk, yaitu antara lain:

• Kejujuran terhadap diri sendiri
Kejujuran terhadap diri sendiri adalah suatu sikap yang lurus dari seseorang ketika dia dihadapkan pada beberapa pilihan sikap yang baik dan tidak baik, yang orang lain tidak mengetahuinya. Dengan kata lain sikap ini merupakan sikap diri seseorang yang berusaha menjadi dirinya sendiri.

• Kejujuran terhadap orang lain
Kejujuran terhadap orang lain adalah sikap lurus seseorang dalam hal ia berinteraksi/berkomunikasi dengan orang lain.

Lebih jauh bersikap jujur terhadap orang lain berarti dua yaitu:
1. Sikap Terbuka
Sikap terbuka disini bukan berarti terbuka segala-galanya sehingga kita tidak mempunyai rahasia pribadi lagi. Yang dimaksudkan disini bagaimana kita dapat bersikap apa adanya. Tak perlu kita menipu diri sendiri atau orang lain dengan sikap seolah-olah menjadi orang lain. Melainkan usaha menampilkan diri kita sebenarnya. Dengan adanya.

2. Sikap Wajar
Bersikap objektif, dengan memperlakukan orang berdasarkan ukuran-ukuran standar bagaimana seseorang itu menghargai hak orang lain sebagaimana mestinya dan tidak bertentangan dengan hati nurani.

e) Tanggung Jawab
Tanggung jawab mempunyai beberapa pengertian yang diantarnya adalah:
• Kewajiban dalam menjalani tugas tertentu
• Sesuatu yang menjadikan kewajiban untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya
• Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya, berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Dengan berbagai status yang disandangnya itu, manusia mempunyai berbagai macam tanggung jawab pada diri sendiri, tanggung jawab terhadap keluaraga, tanggung jawab terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadapa Tuhan YME.

f) Pandangan Hidup
Klasifikasi pandangan hidup berdasarkan asalnya, terdiri dari 3 macam:
• Berasal dari agama, yang mutlak kebenarannya
• Berupa ideologi, yang sesuai dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara
• Hasil renungan, yang relatif kebenarannya

Pentingnya suatu pandangan hidup karena :
• Pandangan hidup merupakan wawasan tentang hidup dan kehidupan dalam arti luas, mengandung makna tujuan hidup manusia.

• Memberi arah dan sekaligus landasan berpijak dalam menempuh perjalanan hidup.

• Mencerminkan tatanan nilai yang integral pada diri manusia.

• Bagi suatu bangsa memiliki pandangan hidup sendiri adalah sebagai identitas bangsa, tolak ukur “pemecahan masalah”, pemersatu bangsa agar tak mudah terombang-ambing.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image