PRESTASI ANAK PESANTREN
PRESTASI ANAK PESANTREN
Written by SRI JANNATI on October 15, 2009 – 10:07 pm
Judul : Prestasi Anak Pesantren
Nama : Yusep Septriana
Pekerjaan : Mahasiswa Tazkia
Alamat : Kp. Cibeber Pasar Rt 03/06 No. 16
Desa Urug Bitung Kecamatan Nanggung
16650
Pengantar :
Saya mengambil topik ini karena ingin mengubah persepsi yang ada di masyarakat bahwa pesantren adalah sekolah tidak bermutu karena di dalam pesantren hanya lebih mengajarkan agama dibandingkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) sehingga tidak dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Indonesia. Menurut saya pesantren dapat juga bersaing dengan sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.
Pewawancara : Sejak kapan anda tinggal di Pesantren Darunnajah ?
Narasumber : Sejak tahun 2002-2009
Pewawancara : Mengapa anda memilih masuk Pesantren Darunnajah ?
Nasrasumber : Saya memilih tinggal di Pesantren karena orang tua saya menyuruh untuk mencoba dulu, sapa tahu bisa lebih baik tinggal di Pesantren dari pada sekolah di luar.
Pewawancara : Bagaimana cara anda bersosialisasi dengan teman maupun lingkungan di Pesantren ?
Narasumber : Cara saya bersosialisasi mencari teman yang bahasa nya sama yaitu bahasa sunda karena di Pesantren wajib menggunakan bahasa, dan banyak-banyak menegur sapa pada kaka kelas maupun ade kelas.
Pewawancara : Apa saja kegiatan yang ada di Pesantren ?
Narasumber : Kegiatan berbahasa, satu minggu menggunakan bahasa arab dan satu minggu lagi menggunakan bahasa inggris, Pramuka, Pencak silat, Nasyid, Jurnalist, Marawis, Kaligrafi, Caricatur dll.
Pewawancara : Organisasi apa saja yang ada di Pesantren, apakah anda mengikuti organisasi yang ada di Pesantren ?
Osdc ( Organisasi Santri Cipining ), Osad ( Organisasi Santri Ashabunnajah Darunnajah ), Ostaq ( Organisasi Santri Tahfidzul Qur’an Darunnajah ), Sbdc ( Seni Bela diri Darunnajah Cipining ), Dac ( Darunnajah Arabic Club), Dec ( Darunnajah English Club)
Organisasi yang pernah saya ikuti selama tinggal di Pesantren adalah Poskor ( Pasukan Koordinator ), Kaligrafi, Tahfidzul Quran, Osdc bagian angkulat, Tarkom ( Tari Kombinasi ), Imda ( Ikatamn Mubaligh Darunnajah ), Iqda ( Ikatan Qori Darunnajah ), Darunnajah Badminton Club, Dac ( Darunnajah Arabic Club ), Dec ( Darunnajah English Club ), dll.
Pewawancara : Saya pernah mendapatkan informasi bahwa anda pernah mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar selama satu tahun di Amerika, dapatkah anda menceritakan bagaimana perjuangan untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan pengalaman apa yang sudah anda dapatkan berada di Amerika ?
Pertama kali guru bahasa inggris di Pesantren menawarkan siswi kelas 1 SMA untuk mengikuti Program Exchang Student ( Pertukaran Pelajar) kemudian guru bahasa inggris mengadakan seleksi di Pesantren untuk siswa-siswi yang layak ikut program Yes ( Youth Exchang Student ) tersebut, Alhamdulillah saya termasuk kedalam siswa yang terpilih bersama 30 teman saya yang lain. Dan tahap pertama diadakan dibulan September, dan dari 30 siswa-siswi yang ikut hanya 2 orang yang lulus ketahap berikutnya yaitu saya dan teman saya Zen Muttaqin, tahap kedua test Wawancara, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Tes Tulis dan Kerja kelompok saya lulus tidak ditemani dengan Zen Muttaqin teman seperjuangan saya. Akhir nya saya bisa melanjut tahap yang ketiga untuk pengecilan jumlah quorta yang ikut program tersebut meliputi Jawa, Padang, Kalimantan dan wilayah lainyan menjadi 100 orang. Dan tahap terakhir adalah tahap Internasional, untuk penetapan kelayakan siswa yang layak untuk mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar tersebut dilihat dari kemampuan dalam berbahasa inggris, Mengarang, Membuat surat, dan menceritakan tentang hoby dan pengalaman hidup dengan menggunakan bahasa inggris untuk penetapan sekolah dan keluarga angkat di amerika. Dan dibula jully 2007 karantina di Jakarta untuk Wisata kuliner, belajar makan ala barat, belajar berbicara dengan orang Amerika diutus dari kedubes Amerika, berdiskusi , dan berkunjung ke kedubes Amerika, dan Bulan agustus semua pelajar yang mendapatkan beasiswa dikumpulkan di Jakarta untuk pemberangkatan nya, dan kemudian tinggal landas dari Indonesia-Malaysia, Jerman dan terakhir melandas di Amerika. Pelajar yang mendapatkan beasiswa yang berada di Amerika dari negara tersebut Iran, Irak, Afganishtan, Turki, Mesir, India, Norwegia, Finlandia, Thailand, Filipina, Jepang dan Indonesia dikumpulkan selama satu minggu di Washington DC untuk di gemleng bagaimana cara berkomunikasi dengan orang sana, dan mendapatkan solusi-solusi jika mendapatkan masalah selama disana. Dan hari terakhir pembagian pemberangkatan dari tempat karantina di Washington Dc ke orang tua angkat masing-masing. Dan saya mendapat orang tua angkat yang bernama Mr Michael La-Violette dan Mrs Deborah La- Violette.
Dan pengalaman yang saya dapatkan dari sana yaitu bisa sekolah dengan mendapat beasiswa di Amerika, mendapatkan orang tua angkat disana, dan tahu bagaimana kehidupan di Amerika walaupun hanya setahun diasana.
Pewawancara : Bagaimana respon teman dan guru-guru di Pesanren ketika anda kembali ke Indonesia ?
Narasumber : Respon dari teman-teman dan guru-guru di Pesantren kaget karena yang kelihatan menonjol dalam berbahasa teman saya seperti Dayat Hidatullah dan Rifaatul maftuha
Pewawancara : Apa pesan yang ingin anda sampaikan untuk teman-teman yang lain agar berprestasi seperti anda ?
Pesan buat teman-teman agar berikhtiar dan berdoa, kalau bisa berbahasa inggris agar dikaji lebih dalam dan seandainya ada yang engga bisa lebih baik di tanyakan kepada yang bisa, dan seandainya udah bisa praktekin dalam kehidupan sehari-hari.
Ringkasan Pesan Moral
Jadi dengan tinggal di Pesantren kita lebih banyak mendapatkan pengalaman dari cara bagaimana berorganisasi, mengenal beberapa sifat dan karakter orang yang berbeda-beda, dan masih banyak lagi.
Jakarta, 30 September 2009
SRI JANNATI
( 16609524 )
Popularity: 1% [?]


