Teknik Meniup Kaca

Dasar Keterampilan Teknik Meniup Kaca

Pada Teknik meniup kaca ini kita akan membicarakan suatu bidang yang meliputi pemakaian alat-alat gelas yang kita jumpai sehari-hari di laboratarium dan penanggulangannya serta tempat-tempat lain yang berhubungan dengan kaca lunak.

Seperti kita ketahui ada alat-alat ge,las yang tidak perlu bertahan terhadap panas dan alat-alat gelas yang harus bertahan pacla panas. Yang tidak perlu bertahan terhadap panas, ctibuatnya cukup dengan gelas lunak.

Gelas lunak adalah jenis gelas yang mempum•ai titik cair rendah, titik lunaknya 56 °C. Alat gelas yang harus bertahan terhadap panas, dibuatnya dari gelas yang mempunyai titik cair tinggi, yaitu gelas pyrea: (durara SO), dia dapat bertahan terhadap goncangan­goncangan teanheratur dalam pemanasan. Disamping silisium, °lia mengandung banyak Borzzrrnocydcc dan sedik:it jumlah Alunzr.rniunirtzvtyda. Titik lunaknya adalah 625° Cetcius.

Disamping itu masih ada jenis gelas keras yang diberin~Ima gelas kivart.s yang mempur.yai titik lunak 1.140°c dan tiiik cairnya. Sekarang kalau kita mau mulai berusaha dapat menangani sendiri peralatan gelas dilaboraturium, kita harus mengenal peralatannya yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Pekerjaan tersebut menggunakan suatu alat yang dinamakan burner (Ifliat gambar). Alat tersebut diletakkan diatas meja dan digunakan untuk membakar pipa gelas. Alat tersebut mempunyrai 3 saluran yaitu :

1 .Saluran Gas

2. Saluran tldara Tekan

3. Saluran Oxygen

Dengan 3 saluran tersebut kita dapat mengatur apinya. Gas yang ciigunakan adalah butlzan.Udara tekanarmya dapat kita peroleh dari kampresor.mengerjakan pekerjaan tersebut dilakukan sambil duduk dan membuat instnunen gelas adalah merupakan pekerjaan yang membutuhkan susatu keterampilan khusus. Bilamana kita pada bidang pekerjaan lain berusaha pekarjaan tersebut dikerjakan dengan mesin, akan tetapi di bidang pembuatan           instrument        gelas     termyata            tidak     berhasil, untuk mengerjakan pekerjaan tersebut secara maksimal, bentuk-bentuk dan susunan-susunan dari instrument tersebut yang tidak menentu, membuat pekerjaan tersebut tidah dapat dikerjakan secara maksimal.

Bilamana sekarang orang awam berkesempatan melihat seorang pembuat Instrument gelas sedanag, membuat pekerjaannya, akan timbul pikiran pada dirinya,bahwa diapun dapat mengerjakannya atau dia ingin juga mencobanya. Akan tatapi dia akan mengalami kenyataannya. bahwa mempelajari pekerjaan tersebut tidak semudah apa yang ia pikirkan. Akan tetapi untuk seseorang yang memilih dan berniat untuk mempelajarinya, akan mempunyai dan mengakui kenyataannya, bahwa pekerjaan tersebut juga membutuhkan bakat.

Selain bakat kita dapat lihat kenyataannya juga bahwa bila seorang murid membuat instrument gelas mulai mengerjakannya pelajaran pemulaannya, disitu dibuktikan bahwa seorang murid tidak hanya dibutuhkan bakat saja akan tetapi juga dibutuhkan kemauan, keuletan dan ketekunan untuk menguasai kepandaian tersebut.

Sering terjadi seorang murid lain yang dapat mengalahkan dan mengatasi kekecewaan dan kesukarannya akan merasakan bahwa dia dapat juga mengerjakannya dan akhimya dapat juga mengasai pekerjaan tersebut.

Berilah kepada seorang siswa baru sepotong pipa gelas dengan permintaan untuk membakarnya didalam api pembakaran (burner) untuk dipotong menjadi dua dan hasilnya mungkin kita lihat, bahwa cara memegang pipanya dia tidak sebagaimana mestinya, maka caranya ini perlu dipelajari teriebih dahulu.

Cara berlatih mengerjakan membuat instnunen gelas adalah dikerjakan sambil duduk, siku (sirkuit) tangan kiri dan tangan kanan ditaruh diatas meja, dimana siku tangan kiri disebelah kiri dan siku tangan kanan disebelah kanan dekat burnernya lalu ambillah sepotong pipa gelas dengan diameter 14 min dan peganglah dengan tangan kiri sededemikian rupa, sehingga duduknya ditangan kiri terpasang oleh kelingking dan jari manis dan bilamana pipanya lebih besar, jari tengahpun ikut memegang dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri kita gerakkan pipa tersebut berputar gerakan tersebut harus teratur (regular) dan terus menanas. Setelah latihan ini dikerjakan, kita kombinasikan dengan tangan kanan untuk latihan ini kita gunakan pipa gelas itu juga, dengan tangan kiri kita pegang pipa tersebut ada disebelah kanan dari tangan kiri kita yang dipegang oleh tangan kanan, yang mana letaknya diatas jari manis tangan kanan. Dan dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan kita gerakkan (putarlah pipa tersebut sesuai dengan gerakaan tangan kiri, latihan ini harus dikerjakan terus menerus sehingga tangan kiri dan tangan kanan terbiasa oleh gerakan tersebut.

Gelas tidak seperti logam yang pada suatu temperatur dari keadaan cair langsung menjadi beku dan juga tidak terdapat pembentukan suatu kristal. Kita katakan bahwa pipa gelas tersebut kehilangan bentuk gelasnya. Ini dikarenakan kelamaan dalam membakar di api kehilangan alkali. Kita dapat perbaiki langsung dengan cara pipa tersebut yang sedang dibakar didalam api, ditaburi dengan garam dapur halus untuk mendapatkan natriumnya untuk pipa-pipa gelas tersebut dari garam yang ditaburkan.

Dapat juga kita menghadapi suatu kejadian dimana kita mengambil sebatang pipa gelas yang sudah dan juga lama kena lembab itu pipa gelas kalau kita bakar, permukaanya menjadi kurang dan kasar, dikarenakan pengaruh lembab.

Alkali yang ada dipenmukaan pipa gelas tersebut menjadi hilang Bilamana pipa gelas tersebut kita teruskan dalam pemasangan hingga menjadi lunak, alkalinya yang dari sebelah gelas tersebut, maka timbul ke atas keluar dan pipa gelas tersebut rnenjadi jernih. kembali Biarpun gelas sudah ada definisinya, akan tetapi gelas masih dapat dibagi dalam tiga keadaan :

1.     Keadaan Cair

2.     Keadaan Viscose atau Kental

3.     Keadaan Beku

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image