Drama
Drama
Akhir Sebuah Penantian
Hari itu langit terlihat mendung sang surya tak memperlihatkan kecerahannya pada sabtu sore itu,angin dingin berhembus disepanjang jalan,seorang gadis bersyal ungu terlihat sedang duduk mematung disebuah halte,tatapan matanya kosong,menerawang jauh,entah apa yang ada dipikirannya,bus-bus datang silih berganti diperberhentian itu,tapi gadis itu tak jua kunjung naik,bukan itu yang sedang ia tunggu,sepertinya ia menunggu seseorang.Sesekali matanya melirik jam tangan yang ada dilengan sebelah kirinya,sudah setengah jam lebih ia menunggu.Tiba-tiba sebuah sedan berhenti tepat didepan halte,seorang laki-laki dengan perawakan tinggi turun,menyapa hangat gadis itu.
Algren : Sore cantik..you look so beautiful today Dav.Tapi,mmmm….
Maaf aku buat kamu nunggu lama disini,are you okay beb?
Davina : Thank you…and iam okay Al,kamu datang tepat waktu ko,
I know..ini Bandung,ga
akan semudah itu kan kamu lewatin macetnya,its Saturday
right..??(Gadis itu tersenyum ramah,lalu berdiri dari
dudukannya,sambil merapikan syal yang terlilit manis
dilehernya).
Mata Algren sejenak menatap pekat gadis yang berdiri tepat dihadapannya,dengan satu gerakan,ia merangkuh tubuh gadis itu kedekapannya,erat.
Algren : I really miss you Dav..Its been so long,aku nunggu moment seperti ini,aku bisa lihat dan peluk kamu lagi,dan kamu ga pernah berubah,tetap Davina ku yang dulu..
Davina : Setahun ini ga ketemu,sekarang kamu jauh lebih tinggi,buat aku keliatan konyol ada disamping kamu,tapi kenyataan itu sama sekali ga buat kebahagiaan aku berkurang karena bisa lihat kamu lagi hari ini…You don’t know how long I waiting for you Al…
Tawa renyah terdengar dari bibir Algren.Tiba-tiba pandangannya tertuju pada kain sutra ungu yang melingkar manis ditengkuk Davina.
Algren : Syal itu…Masih kamu simpan ternyata?
Davina : Yep..this is my favorite one..
Algren : Im happy to know that Dav…So,common,get in my car,ga baik perempuan secantik kamu lama-lama dihalte gini..
Sejurus Algren melepaskan pelukannya dan meraih tangan
Davina,menuju mobil.
Davina : So..kemana kamu mau bawa aku?
Algren : Ketempat kita..Do you still remember which place that I mean?
Davina : Never out of my mind Al,ga mungkin aku lupa.Walaupun aku memang ga
pernah lagi datang kesana.
Algren : Kenapa?
Davina : Aku rasa tempat itu ga akan special tanpa ada kamu disana Al,that place
was nothing for me without you standing there..
Algren : I know that..So do I Dav…
Tak lama sedan hitam itu terparkir manis disebuah perkarangan,bukan rumah tapi café,bangunannya terlihat kuno,tapi classy.Cafe itu berdiri indah disebuah bukit yang terletak dijalan Dago atas,kota Bandung terlihat cantik malam itu.Algren sengaja memilih meja yang langsung menghadap kepemandangan kota.Membuat suasana malam itu bertambah indah,semuanya tampak sempurna bagi Davina.Laki-laki yang ia tunggu-tunggu selama setahun belakangan ini sekarang duduk tepat dihadapannya.Tak ada yang berubah,keadaanya tetap sama bagi Davina,ia masih mengenal Algren yang dulu,lelaki yang sudah 3 tahun ini menghuni hatinya.
Algren : I wanna say something to you tonight Dav…And,please lesson to me,this is necessary to say….
Davina : About what?
Algren : About us..Aku butuh kepercayaan kamu disini.
Davina : Okay,I’ll lesson to you..Go on Al..
Algren : Kamu tau kan selama ini aku sayang sama kamu,seberapa besar keinginan
aku untuk tetap pertahanin hubungan kita,walaupun kita terpisah jarak
beribu-ribu kilo meter.Selama ini kamu selalu jadi prioritas aku Dav,aku
selama 3 tahun ini,aku selalu coba untuk kasih yang terbaik buat kamu,begitupun kamu,aku tau disini kamu selalu coba untuk tetap setia nunggu aku…Tapi…
Davina : Al,kalau kamu mau bahas tentang berapa lama lagi aku harus nunggu kamu,kamu ga perlu sedikitpun khawatir,long distance relationship bukan masalah buat aku,I can through this..sekarang aku tetap ada disini Al,I always….
Algren : Tapi aku buat celah Dav…
Davina : Maksud kamu…?
Algren : Dari semua hal yang udah aku kasih buat kamu,dan semua yang selama ini
kita share berdua…aku ngelakuin satu kesalahan fatal Dav,seharusnya kamu
ga seharusnya ada dikenyataan seperti ini kalau aja waktu itu aku berpikir
panjang…dan….
Wajah Algren yang semula tegar kini tertunduk lesu,seolah-olah tak sanggup lagi mengucapkan kata-kata dari bibirnya,ia kelu….
Davina : Algren,please…
Algren : Kita ga bisa terusin hubungan ini Dav…
Davina : Apa..?Maksud kamu kit…?
Algren : Kebodohan aku yang nyebabin semuanya,aku…aku…harus
tanggung jawab atas semua kebodohan yang udah aku buat..Karena itu aku
harus ngelepas kamu..
Davina : Al…?
Algren : Bulan depan,aku akan menikah Dav…
Air mata itu tak dapat lagi dibendungnya.Davina merasakan ada semacam aliran aneh yang menjalarinya,tubuhnya terasa panas,dadanya sesak seakan sulit untuk bernafas.Perasaan terkejut,marah,kecewa,tak percaya itu campur aduk tak karuan.
Davina : Tapi kenapa Al..?
Algren : She was pregnant Dav,I know thas was my fault..aku khilaf Dav..aku…
Davina : Siapa Al…?
Algren : Regina…
Davina : Apa..??kamu bilang dia cuma rekanan kantor kamu,tapi ternyata dia lebih dari
itu..Kenapa,kenapa Al??
Algren : Maaf,maaf… Dav..Ga ada perempuan lain selain kamu,itu kesalahan terbesar aku dan aku tau…..
Kata-kata Algren kini samar terdengar ditelinga Davina, pikirannya buyar,semuanya terasa kosong,keyakinan itu kini hilang,harapan itu tak ada lagi.Semuanya terasa seperti sebuah mimpi baginya,lebih tepatnya Davina berharap ini semua hanya sebuah mimpi..Tapi Davina sadar semua ini bukanlah mimpi..Untuknua semua ini hanyalah akhir dari semua penantiannya…..
* * * * *
DettaPuspitasari
14609148
1SA02
Popularity: 1% [?]


