PENGUMPIL PSIKOLOGIS

Bukankah Anda terkadang ingin mengetahui apakah seseorang mau melakukan sesuatu ? Seberapa terbuka pikirannya untuk mencoba sesuatu yang baru ? Pernahkah Anda ingin mengetahui apakah seseorang hanya memasang penghalang yang kuat tetapi dapat dengan mudah mengalah pada permintaan Anda ? Cobalah menggunaka pengumpil psikologi ini untuk membuka pikiran tertutup seseorang dan mengetahui apa yang sesungguhnya dia pikirkan. Inilah tes untuk mengetahui seberapa terbuka pikiran seseorang. lebih jauh, ia dapat membantu memutuskan jalan Anda dalam membujuknya agar menerima gagasan anda seutuhnya.

Kadang-kadang, orang memasamg tembok penghalang yang kuat karena mereka mengetahui bahwa mereka mampu mempertahankan sikapnya. Konon, orang yang paling mudah ditawari barang adalah mereka yang memasang tanda bertuliskan TIDAK MENERIMA SALESMAN ATAU PERMINTAAN SUMBANGAN di pintu rumah mereka. Hal ini dikarenakan mereka sangat menyadari bahwa jika seorang salesman mampu membujuk mereka, mereka akan membeli apa pun yang dijajakannya.

Untuk menerapkan teknik ini, katakanlah bahwa Anda ingin agar dia mau melakukan sesuatu yang Anda minta, tetapi hanya jika Anda telah berhasil melakukan sesuatu yang amat sulit dan menakjubkan. Misalnya, Anda bsa menyuruh dia untuk menulis sebuah angka antara 1 – 100 pada sehelai kertas, dan jika Anda menebak angka berapa itu, dia harus mau melakukan apa yang Anda inginkan. Kemungkinan besar, dia akan setuju karena dia yakin bahwa peluang Anda untuk menebak dengan benar sangatlah kecil. Namun, jika dia tidak menyetujuinya, kemungkinan besar dia termasuk orang yang bersikukuh pada peniriannya.

Penekanan strategi psikologis ini bukanlah pada kebenaran Anda¬† dalam menebak atau melakukan sesuatu yang menakjubkan, melainkan pada peretujuan dia untuk bermain tebak-tebakan. Sekali lagi, jika dia benar-benar menolak melakukan permainan ini, maka Anda bisa menyimpulkan bahwa kemungkinan besar dia tidak mau mengikuti gagasan Anda. namun, jika dia setuju, berarti Anda telah mampu sedikit mengubah sistem keyakinannya dan inilah yang Anda butuhkan. Anda telah mengubah dia dari kata “tidak” menjadi “mungkin”. Kini, dia telah menunjukkan peluang bahwa dia bisa mengubah sistem keyakinannya. Untuk mengurangi disonansi kognitif, dia secara tidak sadar akan menyesuaikan pandangannya dan bersikap degan lebih terbuka.

Sumber : Get Anyone to Do Anything, David J. Lieberman

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image