Sejarah Masuknya Agama di Indonesia

Agama memainkan peran utama dalam kehidupan di Indonesia. Hal ini dinyatakan dalam prinsip pertama ideologi negara, Pancasila “Ketuhanan Yang satu-satunya Tuhan”. Sejumlah agama yang berbeda juga dipraktekkan di Indonesia, dan berpengaruh kolektif pada negara politik, ekonomi dan kehidupan budaya. Pada tahun 2007, penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 234.693.997. Berdasarkan sensus tahun 2000, sekitar 86,1% adalah Muslim, 5,7% Protestan, 3% adalah Katolik, 1,8% Hindu, 3,4% Budha. Para Konstitusi Indonesia menyatakan “setiap orang bebas untuk memilih dan mempraktekkan agamanya” dan “menjamin kebebasan beribadah kepada semua orang, menurut agama dan kepercayaannya masing-masing”. Namun Pemerintah, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Dengan berbagai agama yang dipraktekkan di Indonesia, konflik antar sesama sering tidak dapat dihindari. Selain itu, kepemimpinan politik di Indonesia telah memainkan peranan penting dalam hubungannya antar kelompok, baik positif maupun negatif, termasuk Hindia Belanda, Program Transmigrasi, yang telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur.

Secara historis, imigrasi telah menjadi penyumbang utama keanekaragaman agama dan budaya dalam negeri, seperti dari India, Cina, Portugal, Arab, dan Belanda. Namun, aspek-aspek ini telah berubah sejak beberapa perubahan dibuat untuk menyesuaikan dengan kebudayaan Indonesia. Sebelum kedatangan Agama Kristen, Islam yang merupakan system kepercayaan terpopuler di wilayah itu sepenuhnya dipengaruhi oleh Dharmic filsafat agama melalui Hindu dan Budha.  Agama-agama ini dibawa ke Indonesia sekitar masing-masing kedua dan keempat abad, saat itu para pedagang India tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Hinduisme dari Shaivite tradisi mulai berkembang di Jawa pada abad kelima Masehi. Para pedagang juga mendirikan Buddhisme di Indonesia yang dikembangkan lebih lanjut pada abad berikutnya dan sejumlah kerajaan didirikan dan dipengaruhi oleh Hindu Buddha, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit, dan Wangsa Syailendra. Di dunia monumen Budha terbesar, Borobudur, dibangun oleh Kerajaan Syailendra dan sekitar waktu yang sama, monumen Hindu Prambanan juga dibangun. Puncak dari peradaban Hindu-Jawa adalah Kerajaan Majapahit di abad keempat belas, yang digambarkan sebagai zaman keemasan dalam sejarah Indonesia. Islam masuk ke Indonesia pada abad keempat belas. Berasal dari Gujarat, India. Islam menyebar melalui pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur di Jawa. Periode ini juga banyak didirikan kerajaan tapi kali ini dengan pengaruh Islam, yaitu Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad kelima belas, 20 kerajaan-kerajaan berbasis Islam telah didirikan, yang mencerminkan dominasi Islam di Indonesia.

Portugis memperkenalkan agama Katolik di Indonesia, khususnya di pulau Flores dan karena itu menjadi Timor Timur. Protestantisme pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada abad keenam belas dengan pengaruh Calvinis dan Lutheran. Disisi lain, Animisme daerah di kawasan timur Indonesia, adalah fokus utama upaya konversi Belanda, termasuk Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar dari pelabuhan pesisir Kalimantan dan misionaris tiba di antara Torajan di Sulawesi. Bagian Sumatera juga menjadi sasaran, terutama orang Batak, yang sekarang ini umumnya Protestan.

Perubahan signifikan dalam aspek agama juga terjadi selama Era Orde Baru. Antara tahun 1964 dan 1965, ketegangan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, mengakibatkan pembunuhan missal terburuk abad kedua puluh. Setelah kejadian itu, pemerintah Orde Baru telah berusaha untuk menekan para pendukung PKI, dengan menerapkan kebijakan bahwa setiap orang harus memilih sebuah agama, karena kebanyakan pendukung PKI atheis. Sebagai Hasilnya, setiap warga negara Indonesia diharuskan untuk membawa kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka. Situasi yang sama terjadi antara orang Indonesia dengan Cina etnis, yang sebagian besar adalah ajaran Konfusius, karena Konghucu bukanlah salah satu agama yang diakui Indonesia, saat itu banyak orang Cina Indonesia juga menjadi Kristen.

Agama-agama yang diakui di Negara Indonesia

  1. 1. Agama Islam

Indonesia adalah negara yang paling padat penduduknya. Mayoritas penduduk di Indonesia adalah Muslim sebanyak 88%. Secara tradisional, umat Islam terpadat berada di pulau Jawa dan Sumatra. Sedangkan di pulau timur, populasi Muslim secara proporsional lebih rendah. Kebanyakan umat Islam Indonesia adalah Sunni. Sekitar satu juta adalah Shiah, yang terkonsentrasi di sekitar Jakarta. Sejarah Islam di Indonesia adalah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia. Pada abad ke-12 banyak didominasi pedagang Muslim dari India yang tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan dimana agama berkembang antara abad ke-12 dan 15. Pada masa kerajaan Hindu Buddha seperti Majapahit dan Sriwijaya, berada dalam kemunduran, banyak kerajaan Hindu Budha masuk Islam. Salah satu bentuk Islam, yang dikenal sebagai neofundamental, disesuaikan dengan cara-cara baru berpikir tentang hubungan antara Islam, politik dan masyarakat. Namun, sejumlah kelompok fundamentalis telah dibentuk, termasuk Majelis Mujahiden (MMI) dan mereka yang diduga rekan-rekan Jamaah Islamiyah (JI). Para Islamis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki sudut pandang yang berbeda dari neofundamentalists, terutama anti-Semit pandangan dan anti-Barat teori-teori konspirasi beberapa anggotanya.

  1. 2. Agama Kristen Protestan

Protestantisme tiba di Indonesia selama Hindia Belanda Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Agama yang telah diperluas dalam abad ke-20, dengan ditandai oleh kedatangan Eropa Misionaris di beberapa bagian negara, seperti Western New Guinea dan Kepulauan Sunda Kecil. Upaya Misionaris untuk sebagian besar tidak meluas ke Jawa karena merupakan daerah mayoritas Muslim. Setelah kudeta tahun 1965, semua non-agama diakui sebagai orang-orang Atheist, dengan demikian tidak dapat perlakuan yang seimbang dengan warga negara Indonesia. Sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC untuk melarang Katolik meningkat secara signifikan dan persentase orang percaya kepada Protestan lebih banyak. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami pertumbuhan yang signifikan, sebagian juga disebabkan oleh perasaan tidak nyaman terhadap aspirasi partai-partai politik Islam.

Protestan membentuk minoritas penting dibeberapa bagian negara. Sebagai contoh, di Pulau Sulawesi, 17% dari penduduknya beragama Protestan, terutama di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah. Batak di Sumatera Utara juga merupakan salah satu dari kelompok Protestan utama di Indonesia. Kekristenan dibawa oleh Ingwer Ludwig Nommensen yang dikenal sebagai rasul untuk orang-orang Batak dan memulai Huria Kristen Batak Protestan di gereja Indonesia. Dibeberapa bagian negara, seluruh desa termasuk denominasi yang berbeda, tergantung pada keberhasilan aktivitas misionaris, seperti Advent, Gereja Internasional Injil kokoh, Lutheran, Presbiterian atau Salvation Army (Bala Keselamatan). Indonesia mempunyai Provinsi yang mayoritas penduduknya beragama protestan yaitu Papua 60% dan Sulawesi Utara 64%, dari total penduduk. Di Papua, imam adalah yang paling banyak dilakukan di kalangan penduduk asli Papua. Di Sulawesi Utara, Minahasa populasi terpusat di sekitar Manado dikonversi menjadi Kristen di abad ke-19. Meskipun sebagian besar penduduk Sulawesi Utara beragama Protestan, tetapi banyak juga yang beragama islam yaitu transmigran dari Jawa dan Madura. Sejak 2006, 6% dari total penduduk Indonesia adalah Protestan.

3.       Agama Kristen Katholik

Katholik tiba di Indonesia selama kedatangan Portugis dengan perdagangan rempah-rempah. Banyak Portugis memiliki tujuan untuk menyebarkan Gereja Katolik di Indonesia, dimulai dengan Maluku pada tahun 1534. Antara 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Santo Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau-pulau dan dibaptis beberapa ribu penduduk setempat. Selama Hindia Belanda Era VOC, jumlah praktisi Katolik Roma jatuh secara signifikan, karena kebijakan VOC untuk melarang Agama Katholik. Yang paling signifikan adalah di Pulau Flores dan Timor Timur, dimana VOC terkonsentrasi. Selain itu, para imam Katolik Roma telah dikirim ke penjara atau dihukum dan digantikan oleh Imam Protestan dari Belanda. Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa dan di penjara selama jabatannya sebagai Gubernur-Jendral Hindia Belanda indies. Setelah VOC runtuh dan disahkannya Katolik di Belanda, rohaniwan Katolik Belanda didominasi sampai setelah kemerdekaan Indonesia. 3% dari seluruh warganegara Indonesia beragama Katolik dan para praktisi kebanyakan tinggal di Papua dan Flores. Pada tanggal 22 September 2006, ada pemogokan besar oleh Katolik, terutama di Pulau Flores setelah eksekusi tiga orang Katolik Roma. Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da Silva dihukum pada tahun 2001 karena memimpin seorang Kristen milisi yang menewaskan sedikitnya 70 orang Muslim pada tahun 2000.

  1. 4. Agama Hindu

Budaya dan Agama Hindu tiba di kepulauan Indonesia pada abad pertama, dan bertepatan dengan kedatangan Agama Buddha yang mendirikan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit. Di kompleks Candi Prambanan ini dibangun pada zaman Mataram Hindu, selama Dinasti Sanjaya. Kerajaan Hindu yang terbesar yang pernah berkembang di kepulauan Indonesia adalah kerajaan Majapahit. Usia kerajaan Hindu-Buddha berlangsung sampai abad ke-16, ketika kepulauan Islam mulai memperluas kerajaan. Periode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, berlangsung selama 16 abad penuh. Pengaruh Hindu dan klasik india tetap mendefinisikan ciri-ciri kebudayaan Indonesia. India berkonsep dewa-raja, Indonesia masih bentuk konsep-konsep kepemimpinan dan penggunaan bahasa Sanskerta dalam literatur sopan dan adaptasi dari mitologi India seperti Ramayana dan Mahabharata. Hindu di Indonesia mengambil nada yang berbeda dari bagian dunia lain. Sebagai contoh, Hindu di Indonesia, secara resmi disebut Agama Hindu Dharma, tidak pernah menerapkan sistem kasta. Contoh lain adalah bahwa Agama Hindu epos, hyang Mahabharata (Pertempuran Besar Keturunan Bharata) dan Ramayana (Perjalanan Rama), menjadi tradisi abadi di kalangan orang Hindu di Indonesia yang diwujudkan dalam bayangan wayang dan pertunjukan tari. Hindu juga telah terbentuk berbeda di daerah Jawa, yang lebih dipengaruhi oleh versi mereka sendiri Islam, yang dikenal sebagai Islam Abangan atau Islam Kejawen.

Semua praktisi dari Agama Hindu Dharma, kebanyakan Five Points of Philosophy: Panca Srada. Ini meliputi Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kepercayaan dalam jiwa dan roh-roh serta karma atau kepercayaan dalam hukum tindakan timbal balik. Alih-alih kepercayaan pada siklus kelahiran kembali dan reinkarnasi. Hindu di Indonesia adalah lebih prihatin dengan segudang lokal dan roh-roh leluhur. Selain itu, agama lebih memfokuskan pada seni dan ritual daripada kitab suci, hukum dan kepercayaan. Jumlah resmi Hindu praktisi adalah 10 juta (2007), dan saat ini memberikan Indonesia jumlah terbesar keempat dari orang Hindu di dunia. Angka ini diperdebatkan oleh perwakilan Hindu di Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memberikan perkiraan 18 juta. Dari angka ini, 93% dari praktisi berada di Bali, mayoritas penduduknya beragama Hindu. Selain Bali, Sumatra, Jawa, Lombok dan Kalimantan pulau juga memiliki populasi Hindu signifikan. Kalimantan Tengah adalah 15,8% Hindu.

  1. 5. Agama Buddha

Peziarah Buddha melakukan ritual mereka di Borobudur. Buddhisme merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba sekitar abad ke-6. Sejarah Buddha di Indonesia terkait erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan berdasarkan budaya Buddha didirikan di sekitar periode yang sama. Kepulauan Indonesia telah menyaksikan naik dan jatuhnya kerajaan Buddha yang amat berkuasa seperti Dinasti Syailendra, Sriwijaya dan Mataram Empires. Kedatangan Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang dimulai pada awal abad pertama di Jalur Sutra antara India dan Indonesia. Menurut beberapa sumber Cina, seorang biarawan pengembara Cina dalam perjalanannya ke India, telah menyaksikan kuat kerajaan maritim Sriwijaya. Kekaisaran ini juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran Buddhis di wilayah ini. Sejumlah warisan sejarah dapat ditemukan di Indonesia, termasuk Candi Borobudur di Yogyakarta dan patung atau prasasti dari sejarah awal kerajaan Buddha.

Sang Hyang Adi Buddha, menyusul kejatuhan Presiden Sukarno pada pertengahan 1960-an, Pancasila disertakan kembali sebagai kebijakan resmi. Indonesia hanya mengakui agama monoteisme. Sebagai hasilnya, pendiri Perbuddhi (Organisasi Buddhis Indonesia), Bhikku Ashin Jinarakkhita, mengusulkan bahwa ada satu dewa tertinggi, Sang Hyang Adi Buddha. Ia juga didukung dengan sejarah di belakang versi Buddha Indonesia kuno teks Jawa, dan bentuk Candi Borobudur. Menurut nasional tahun 1990 sensus, lebih dari 1% dari total penduduk Indonesia adalah Buddha, yang mencakup sekitar 1,8 juta orang. Kebanyakan penganut Agama Buddha terkonsentrasi di Jakarta, meskipun provinsi lain seperti Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat juga memiliki sejumlah besar praktisi. Namun, total ini cenderung tinggi, karena fakta bahwa praktisi Konfusianisme dan Taoisme, yang tidak dianggap sebagai agama resmi di Indonesia, menyebut diri mereka sebagai umat Buddha pada sensus.

(http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Indonesia)

VN:D [1.9.22_1171]
Rating: 6.1/10 (7 votes cast)
VN:D [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)
Sejarah Masuknya Agama di Indonesia, 6.1 out of 10 based on 7 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image