About the Author

author photo

Mahasiswi Psikologi 2007 i'm simpLe ^^

See All Posts by This Author

SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

Manusia diciptakan oleh Tuhan YME dengan sedemikan rumit serta menakjubkannya hingga terlihat sempurnanya, dari sel hingga menjadi bagian tubuh yang terbentuk. Salah satunya pada manusia terdapat suatu sistem kerangka dan otot yang mempunyai peranan dan fungsinya bagi manusia.
Sistem Rangka atau kerangka manusia membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu. System kerangka otot manuusia salah satunya yang meliputi Kinesiologi, yaitu suatu mekanika pergerakan manusia (mechanics of human movement) yang merupakan salah satu dasar keilmuan bagi Ergonomi.

Tengkorak adalah tulang pertama yang langsung terlintas dalam pikiran ketika kita berpikir tentang sistem kerangka. Tengkorak berisi dua soket untuk mata, satu socket untuk hidung, satu socket untuk mulut dan dua soket untuk telinga. Lalu ada tulang leher, yang sampai 7 total jumlahnya. Ini menarik sebagai jumlah yang sama tulang hadir dalam leher jerapah! Setelah leher tulang, ada tulang rusuk, yang merupakan bagian penting dari sistem pernapasan dalam arti bahwa ia berisi paru-paru di dalamnya. Melekat pada tulang rusuk adalah dua set tulang untuk lengan. Mereka bergabung bersama di tengah oleh siku. Pada akhir tulang rusuk dan mulai di belakang leher sampai ke daerah pinggul adalah tulang belakang, yang merupakan sekali buat tubuh kita. Frontal bagian dari tulang belakang berisi tulang yang mendukung perut. Panggul tepat di bawah ini adalah menetapkan dan mendukung organ-organ seksual. Belakang panggul tulang pinggul, yang membantu kami duduk dan berdiri. Ini adalah melekat pada dua tulang set untuk kaki yang bergabung di bagian lutut. Ini pada gilirannya memiliki dua lebih sendi di pergelangan kaki untuk kaki. Kaki bergabung dengan lima tulang masing-masing selama lima jari kaki. Dengan demikian, tubuh kita terdiri dari sistem kerangka.
Dalam kajian ilmu Ergonomi kaitan dengan karakteristik fungsional dari manusia, seperti kemampuan penginderaan, respon, daya ingat, posisi optimum tangan dan kaki, dll. Ergonomi membutuhkan pemahaman ilmu-ilmu terapan yang banyak berhubungan dengan fungsi tubuh manusia seperti anatomi dan fisiologi.

Secara umum rangka manusia terdiri dari 206 tulang yang dibagi menjadi dua bagian khusus, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh). Selanjutnya tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.
A. Rangka Aksial
Rangka aksial disebut sebut juga sebagai rangka sumbu tubuh. Pada rangka aksial ini terdiri dari tulang-tulang yang berfungsi membentuk sumbu tubuh, tulang-tulang tersebut diantaranya adalah:
a) Tulang Tengkorak
Berfungsi melindungi otak, organ pendengaran serta organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak. Tulang tengkorak juga terbagi lagi, yaitu terdiri dari tulang tempurung dan tulang muka.
• Tulang Tempurung disebut juga Kranium yang mempunyai bagian-bagian penyusunnya, yaitu terdiri dari; Tulang dahi atau Frontalis (1 buah), Tulang ubun-ubun atau Parietalis (2 buah), Tulang pelipis atau Temporalis (2 buah), Tulang kepala belakang atau Osipitalis (1 buah), Tulang baji atau Stenoid (1 buah), dan Tapis atau Ethmoid (1buah).
• Tulang Muka atau wajah juga sama seperti tulang tempurung yang mempunyai bagian-bagiannya, yang terdiri dari; Tulang rahang atas (Maksilaris) 2 buah, Tulang hidung (Nasalis) 2 buah, Tulang pipi (Zigomatikus) 2 buah, Tulang air mata (Lakrimalis) 2 buah, Tulang langit-langit (Palatinus) 2 buah, Tulang konka nasalis inferior 2 buah, Tulang rahang bawah (Mandibula) 1 buah, dan Tulang vomer 1 buah.
b) Tulang Hioid
Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Tulang hioid terletak di antara laring dan mandibula. Tulang Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot mulut dan lidah. Dan jumlah tulang hioid pada setiap manusia hanya berjumlah 1.
c) Tulang Belakang atau Vertebrae
Tulang belakang atau yang biasa disebut dengan vertebrae, mempunyai fungsi sebagai peyangga berat tubuh manusia. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari. Contohnya lagi, mengapa kepala kita dapat mengangguk dan menggeleng?
yaitu karena;
 Tulang leher ke-1 bersendi dengan tulang kepala belakang (osipitalis) sehingga memungkinkan kepala kita dapat mengangguk.
 Tulang leher ke-2 mempunyai tonjolan yang bersendi dengan tulang leher ke-1 memungkinkan kepala kita dapat menggeleng.
Dan tulang belakang mempunyai beberapa bagian, yaitu terdiri dari; Tulang leher (Serviks) 7 buah, Tulang punggung (Thorax) 12 buah, Tulang pinggang (Lumbar) 5 buh, Tulang selangkang (Sacrum) ketika bayi terdapat 5 dan ketika dewasa berfungsi menjadi satu, serta Tulang ekor (Koksigea) pada bayi ada 4 dan ketika dewasa berfungsi menjadi satu.
d) Tulang Dada atau Sternum dan Tulang Rusuk atau Costa
Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) secara bersama-sama membentuk perisai atau pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di bagian dada, yaitu paru-paru dan jantung. Sedangkan tulang rusuk atau costa berhubungan dengan tulang belakang atau vertebrae. Seperti pada tulang-tulang lainnya, tulang dada dan tulang rusuk juga mempunyai pembagiannya atau tulang penyusunnya, yakni;
• Tulang Dada atau Sternum, terdiri dari; Manubrium 1 buah, Gladiolus 1buah, dan Xifoid 1 buah. Ketiga tulang tersebut setelah dewasa berfungsi menjadi satu.
• Tulang Rusuk atau Costa, terdiri dari; Tulang rusuk sejati 7 buah, Tulang rusuk palsu 3 buah, dan Tulang rusuk melayang 2 buah.

B. Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak pada manusia. Rangka apendikuler terdiri dari; bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, serta telapak kaki. Namun secara umum rangka apendikuler berfungsi untuk menyusun alat gerak, tangan dan kaki pada manusia. Tulang rangka apendikuler terbagi secara 2 bagian, yakni tulang bagian atas dan bagian bawah, dan masing-masing bagian mempunyai pembagiannya lagi.
• Tulang bagian atas :
– Tulang selangka (Klavikula) 2 buah
– Tulang belikat (Skapula) 2 buah
– Tulang pangkal lengan (Humerus) 2 buah
– Tulang hasta (Ulna) 2 buah
– Tulang pengumpil (Radius) 2 buah
– Tulang pergelangan tangan (Karpal) 16 buah (8 pada setiap tangan)
– Skafoid, Lunate, Triquetrum, Pisiform, Trapesium masing-masing 2 buah
– Kapitatum, Hamate, Trapesoid masing-masing 2 buah
– Tulang telapak tangan (Metakarpal) 10 buah
– Jari tangan (Falanges) 28 buah
• Tulang bagian bawah :
– Tulang koksa atau inomiat 2 buah (masing-masing merupakan gabungan dari 3 tulang kiri dan kanan)
– Ileum, Ischium, Pubis masing-masing 1 buah
– Tulang paha (Femur), Tulang lutut (Patella), Tulang betis (Fibula), Tulang kering (Tibia) masing-masing 2 buah
– Tulang pergelangan kaki (Tarsal): 14 buah (7 pada setiap kaki)
– Kalkaneus, Talus, Kuboid, Navikular masing-masing 2 buah
– Kuneformis 6 buah
– Tulang telapak kaki (Metatarsal) 10 buah
– Jari kaki (Falanges) 28 buah

OTOT MANUSIA

Otot adalah sebuah jaringan konektif yang mempunyai tugas utamanya adalah untuk berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari 600 otot rangka mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki yang berfungsi untuk menggerakan seluruh tubuh kita. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan maupun di luruskan. Berikut gambar otot manusia dan bagiannya:

otot

 Bagian-bagian sistem otot rangka manusia
 Otot frontalis yang berfungsi untuk mengangkat alis mata, posisi nya terletak di sekitar alis
 otot orbikularis okuli berfungsi untuk menutup kelopak mata, posisinya terletak di kelopak mata
 Otot orbikularis oris berfungsi untuk mengkerutkan bibir
 Otot sternokleidomastoid yang berfungsi untuk memiringkan kepala
 Otot trapezius berfungsi untuk memperkuat bahu
 Otot pektoralis major berfungsi untuk memutar lengan
 Otot pektoralis minor berfungsi untuk menarik bahu kebawah
 Otot triseps dan otot biseps berfungsi untuk menggerakan lengan
 Otot serratus anterior yang berfungsi untuk menarik bahu kesekeliling
 Otot interkosta berfungsi untuk mengangkat rusuk
 Otot rektus abdominis berfungsi untuk mengempiskan dinding perut
 Otot sartorius berfungsi untuk memilin paha dan membengkokan penggul dan lutut
 Otot guadriseps femoris berfungsi untuk menekuk pinggul dan meluruskan lutut
 Otot gastroknemius berfungsi untuk mengangkat tumit dan menekuk lutut
 Otot tibialis anterior berfungsi untuk mengangkat kaki
 Otot peroneus berfungsi untuk melengkungkan kaki
 Otot latissimus dorsi berfungsi untuk memperkuat punggung
 Otot gluteus maksimus berfungsi untuk meluruskan pinggul
 Otot archiles tendon berfungsi untuk menggerakan telapak kaki

Dari uraian yang telah dikemukakan, mungkin kita telah mengetahui bahwasannya manusia melakukan pergerakan (bergerak ataupun melakukan kegian sehari-harinya) adalah dengan adanya bantuan dari system rangka dan otot manusia, sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya diatas, bahwa salah satu bagian keilmuan bagi Ergonomi yakni Kinesiologi, yaitu suatu mekanika pergerakan manusia (mechanics of human movement). Kontribusi anatomi dasar fisik terletak dalam meningkatkan ‘kesesuaian’ antara individu atau manusia dengan hal-hal atau alat yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berlajan sampai bekerja yang membutuhkan atau memakai perkakas.
Kesalahan atau dampak yang dapat terjadi dalam melakukan kegiatan, dapat menimbulkan kesalahan kerja atau cedera otot. Yaitu, apabila ketika tubuh dikenai beban kerja yang cukup berlebihan, terutama beban yang disebabkan oleh kegiatan penanganan material secara manual, baik pengangkatan, pendorongan, atau penarikan maka akan timbul gangguan / cedera pada bagian intervetebral disc. Cedera ini timbul ketika batas maksimum kekuatan sebuah jaringan, seperti sendi terlewati. Kesulitan utama untuk mengenali dan menganalisis penyebab dari munculnya cedera tulang belakang adalah karena cedera ini bersifat kronis dan dampaknya baru terasa setelah sakitnya terakumulasi dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Solusi penanganan yang dapat dilakukan untuk menghindari timbulnya overexertion pada pekerja diantaranya adalah dengan melakukan evaluasi terhadap metode kerja yang ada, serta melakukan perancangan sistem penanganan perbaikan yang lebih baik dengan kriteria lebih ergonomis. Serta melakukan tindakkan preventif yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan training terhadap pekerja serta melakukan seleksi pekerja yang memiliki resiko lebih kecil dalam melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

There Is 1 Response So Far. »

  1. makasih yah infony. ada nama2 otot dan fungsinya lagi butuh banget. di yang lain tuh belum ada. MAKASIH YAH SEKALI LAGI.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image