SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

GRACE YUSVALENTINE
10507099

Istilah Ergonomi berasal dari bahasa Latin yaitu Ergos (kerja) dan Nomos (hukum alam) dan dapat didefenisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan perancangan/desain. Ergonomi secara khusus mempelajari keterbatasan dan kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan teknologi dan produk-produk buatannya. Ilmu ini berangkat dari kenyataan bahwa manusia memiliki batas-batas kemampuan baik jangka pendek maupun jangka panjang, pada saat berhadapan dengan lingkungan sistem kerja yang berupa perangkat keras/hardware (mesin, peralatan kerja, dll) dan perangkat lunak/software (metode kerja, sistem, dll).

Ergonomi adalah satu ilmu yang peduli akan adanya keserasian manusia dan pekerjaannya. Ilmu ini menempatkan manusia sebagai unsur pertama, terutama kemampuan, kebolehan, dan batasannya. Ergonomi bertujuan membuat pekerjaan, peralatan, informasi, dan lingkungan yang serasi satu sama lainnya. Metodenya dengan menganalisis hubungan fisik antara manusia dengan fasilitas kerja. Manfaat dan tujuan ilmu ini adalah untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat bekerja. Dengan demikian Egonomi berguna sebagai media pencegahan terhadap kelelahan kerja sedini mungkin sebelum berakibat kronis dan fatal.

SISTEM RANGKA

adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago)

Sistem Otot
Jenis-jenis Otot
• Otot Polos : Otot yang ditemukan dalam intestinum dan pembuluh darah bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf bawah sadar.

• Otot Lurik/otot rangka : Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Pergerakannya diatur sinyal dari sel syaraf motorik. Otot ini menempel pada kerangka dan digunakan untuk pergerakan Rata-rata seorang pria dewasa memiliki 42% dan seorang wanita dewasa memiliki 36% (dari massa tubuh)

• Otot Jantung (miokardium) : Otot yang ditemukan dalam jantung ini bekerja secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal syaraf pusat, tetapi lebih karena pengaruh hormon.

Cara Kerja Otot
Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi)

Kerja Otot Manusia

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda.

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.

1. Gerak Antagonis

Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.

2. Gerak Sinergis

Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus.  Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.

Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

• Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.
Contoh : otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah
a. otot-otot dada
b. otot-otot perut

Gangguan Pada Otot

Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu :

1. Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.

2. Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.

3. Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.

4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.

5. Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.

6. Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.

Gizi Kerja

1. Gizi Kerja adalah gizi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaan dan beban kerjanya atau ilmu gizi yang diterapkan kepada masyarakat tenaga kerja dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan tenaga kerja sehingga tercapai tingkat produktivitas dan efisiensi kerja yang setinggi-tingginya.
2. Penyakit Gizi Kerja merupakan penyakit gizi sebagai akibat kerja ataupun ada hubungan dengan kerja.
3. Pengelolaan makan bagi tenaga kerja adalah suatu rangkaian kegiatan penyediaan makan bagi tenaga kerja di perusahaan yang dimulai dari rencana perencanaan menu hingga peyajiannya dengan memperhatikan kecukupan kalori dan zat gizi, pemilihan jenis dan bahan makanan, santasi tempat pengolahan dan tempat penyajian, waktu dan teknis penyajian bagi tenaga kerja.
4. Produktivitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini atau perbandingan antara output (keluaran / jumlah yang dihasilkan) dengan input (masukan / setiap sumber daya yang digunakan).
ARTI PENTING GIZI KERJA
Produktivitas kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya yang mempunyai peranan sangat penting dan menentukan adalah kecukupan gizi. Faktor ini akan menentukan prestasi kerja tenaga kerja karena adanya kecukupan dan penyebar kalori yang seimbang selama bekerja. Seseorang yang berstatus gizi kurang tidak mungkin mampu bekerja dengan hasil yang maksimal karena prestasi kerja dipengaruhi oleh derajat kesehatan seseorang. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja lebih giat, produktif, dan teliti sehingga dapat mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi dalam bekerja.

Makanan Penguat Otot

Ada hubungan yang sangat erat antara otot yang kuat dengan kesehatan tubuh, begitu menurut Robert Wolf, pakar kesehatan dari University of Arkansas. Pendapat tersebut diperkuat oleh fakta bahwa otot kita bekerja keras untuk membantu kita bergerak, mencerna makanan dan memompa nutrisi ke seluruh tubuh. Selain itu otot juga menyuplai asam amino untuk menjaga agar jantung otak, kulit dan organ-organ tubuh kita lainnya tetap kuat.
Untuk mempertahankan otot yang kuat dan sehat diperlukan pola makan yang tepat. Berikut ini adalah daftar lima makanan yang bisa memperkuat otot anda:
1. Ikan

Terutama jenis-jenis ikan yang kaya akan omega-3 seperti salmon, tuna dan ikan sardin. Karena ikan-ikan tersebut mengandung semua asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan otot dan menyediakan materi-materi untuk menciptakan atau memperbaiki jaringan tubuh lainnya. Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 2-3 porsi ikan yang kaya akan omega-3 setiap minggunya.

2. Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan sumber potasium dan antioksidan, yang amat berguna dalam pembentukan otot. ”Siapapun yang rajin berolahraga dan melatih otot mereka pasti akan menghasilkan radikal bebas. Antioksidan akan membantu pelepasan radikal bebas tersebut dan memperbaiki otot serta jaringan tubuh yang rusak.,” jelas Tara Gidus, ahli diet olahraga dari American Dietetic Association. Makanan kaya potassium seperti ubi jalar juga dapat menangkis efek negatif dari konsumsi makanan yang banyak menghasilkan asam dalam tubuh, seperti daging dan beberapa produk susu yang dapat mengurangi massa otot.
Makanan lain yang sarat potassium diantaranya paprika, kiwi, melon dan jeruk. Idealnya, anda harus mengonsumsi 5-9 porsi sayuran dan 3 porsi makanan berpotasium setiap harinya..
3. Yoghurt rendah Lemak

Yoghurt rendah lemak sarat akan protein, potassium, kalsium dan vitamin D, yang semuanya bekerja bersamaan untuk memastikan agar otot anda bekerja dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa Vitamin D dalam tubuh akan terikat pada bagian otot dan akan meningkatkan pertumbuhan dan kekuatan otot. Pilihlah merek yoghurt yang disertai dengan vitamin D dengan konsumsi ideal sebanyak 6-8 ons per hari.

4. Quinoa

Quinoa (keen-wah), adalah biji-bijian asli Amerika Selatan yang kaya karbohidrat baik sebagai sumber energi manusia. Selain karbohidrat, Quinoa juga mengandung protein, potassium dan zat besi yang semuanya berguna untuk memperkuat dan meningkatkan massa otot. Nikmati setengah mangkuk quinoa yang dipadukan dengan buah-buahan kering dan kacang-kacangan untuk sarapan. Atau bisa juga ditambahkan pada sup, kaserol atau salad. Quinoa dapat ditemui di deretan seral di supermarket-supermarket ternama.
5. Kuaci

Cemilan yang berasal dari biji labu kuning ini memiliki banyak muatan magnesium, mangan, zat besi dan tembaga. Mineral-mineral tersebut saling bekerja sama untuk membangun jaringan tubuh, membentuk enzim-enzim penunjang sel-sel tubuh dan tentu saja memaksimalkan massa otot. Magnesium dapat membantu terciptanya protein yang dibutuhkan oleh otot. Mangan berfungsi untuk menghasilkan protein pembentuk antioksidan untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak. Sedangkan zat besi baik untuk meningkatkan daya tahan.

Membangun pondasi menuju sukses, Untuk melakukan program pencegahan MSD diperlukan penetapan komitmen oleh manajemen, menentukan tujuan pelaksanaan, sasaran dan ruang lingkup pelaksanaan, membuat aturan dan tanggung jawab pada seluruh lapisan karyawan, membentuk komite pelaksana dan bergabung dengan organisasi kesehatan dan keselamatan kerja.

Mengidentifikasi faktor -faktor yang menimbulkan MSD dan faktor lainnya yang terkait. Proses identifikasi dilakukan dengan menanyakan kepada pekerja gangaguan MSD yang dialami, menanyakan jenis tugas yang sulit dan menyebabkan ketidaknyamanan, mengevaluasi catatan kecelakaan kerja yang pernah terjadi, mengamati jenis pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama, pengulangan, tenaga dan postur kerja serta menggunakan instrument-instrumen pencegahan MSD.

  • Lakukan evaluasi faktor-faktor yang menyebabkan MSD, evaluasi faktor-faktor yang telah ditemukan dengan melibatkan pekerja untuk mencari akar masalahnya dan buat kesepakatan untuk melakukan tindakan perbaikan.
  • Memilih dan melaksanakan program perbaikan untuk pencegahan MSD,lakukan perubahan metode kerja, menata ulang peralatan dan area kerja untuk mengurangi resiko MSD, Libatkan karyawan untuk memberikan ide-ide agar system kerja menajdi lebih baik dan gunakan ide yang dianggap baik, hati hati memilih solusi yang pertama kali karena solusi tersebut disebut desain yang ergonomis.
  • Evaluasi kesuksesan penerapannya dan lakukan peningkatan secara berkelanjutan
  • Tanyakan kepada pekerja apakah perubahan yang dilakukan memberikan dampak yang lebih baik dan memberika rasa nayaman dalam bekerja. Tingkatkan dan ulangi penerapan setelah 3 -6 bulan.
  • Menyebarluaskan kesuksesan pencegahan MSD, umumkan hasil yang telah dicapai dan usaha-usaha yang telah dilakukan dalam pencegahan MSD kepada seluruh pekerja dan semua departemen.

REFERENSI :

http://organisasi.org/jenis-dan-macam-gangguan-pada-otot-manusia-orang-pendidikan-kesehatan-masyarakat-online

http://id.wikipedia.org/wiki/Otot

http://www.sendokgarpu.com/tips/5-makanan-penguat-otot/170/

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1819219-gizi-kerja/

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image