Without Ergonomics, Safety Management is Not Eough
Seringkali kita mendengar kata ergonomi, namun tak sedikit diantara kita dan mungkin juga termasuk saya dan anda tidak mengerti apa maksud dari ergonomi itu. Untuk sedikit menambah pengetahuan kita, tak ada salahnya bukan jika kali ini kita membahas sedikit banyak tentang ergonomi, Pada dasarnya ergonomi merupakan suatu cabang ilmu. Berasal dari kata ergon yang berarti bekerja dan kata nomos yang berarti hokum alam. Dari asal kata tersebut bisa dikatakan ergonomi adalah manusia yang bekerja menurut hukum alam. Namun rasanya masih belum cukup dengan definisi ergonomi diatas untuk membuat kita semua benar-benar paham maksudnya.
Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini nyaris tidak ada yang tidak bermanfaat. Sama halnya dengan manusia yang diciptakan begitu sempurna. Dalam kehidupannya manusia membutuhkan banyak hal termasuk berinteraksi dengan alam sekitarnya baik dengan makhluk hidup lainnya maupun benda mati yang kerap kali digunakan dalam keseharian. Dalam berinteraksi dengan objek-objek yang manusia gunakan dalam lingkungan dimana mereka berada tentunya manusia membutuhkan penyesuaian antara lingkunag dengan keterbatasannya. Tak hanya manusia yang menyesuaikan namun objek-objek sekitarnya juga tentunya harus disesuaikan untuk mencapai kenyamanan dalam menjalani kehidupan. Oleh karenanya dengan akal yang diciptakan begitu sempurna, manusia berfikir dan berusaha untuk menciptakan alat-alat atau objek-objek sekitarnya secara khusus sesuai dengan kebutuhan yang tentunya sangat berguna bagi efisiensi kehidupan.
Contoh kecilnya saja pada perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak pekerja atau karyawan. Kemajuan dari suatu perusahaan tentunya bergantung kepada kinerja para karyawannya. Dalam hal ini kenyamanan, keselamatan dan kesehatan dalam bekerja sangat mempengaruhi efektifitas kerja karyawan. Perusahaan yang baik tentu memikirkan segala aspek yang berkaitan denga pekerjanya yang dapat mempengaruhi kinerja. Salah satu caranya adalah dengan memberikan fasilitas kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan karyawan itu sendiri, Dalam hal ini biasanya perusahaan memiliki standard design tertentu dalam sebuah perusahaan yang diserahkan kepada ahlinya untuk terciptanya alat yang sesuai fungsinya bagi kebutuhan karyawan.
Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien). Ergonomi dan K3 (Kenyamanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya mengarah kepada tujuan yang sama yakni peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). Aspek kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi rasa kepercayaan dan rasa kepemilikan pekerja kepada perusahaan, yang berujung kepada produktivitas dan kualitas kerja.
Dengan ergonomi, sistem-sistem kerja dalam semua lini departemen perusahaan dirancang sedemikian rupa memperhatikan variasi pekerja dalam hal kemampuan dan keterbatasan (fisik, psikis, dan sosio-teknis) dengan pendekatan human-centered design (HCD). Konsep evaluasi dan perancangan ergonomi adalah dengan memastikan bahwa tuntutan beban kerja haruslah dibawah kemampuan rata-rata pekerja (task demand < work capacity). Dengan inilah diperoleh rancangan sistem kerja yang produktif, aman, sehat, dan juga nyaman bagi pekerja.
Popularity: 1% [?]


