Banjir Lumpur Panas Sidoarjo

Banjir Lumpur Panas Sidoarjo adalah peristiwa semburan lumpur panas di sidoarjo. Sejak 4 th yang lalu. Semburan lumpurnya mengakibatkan tergenangnya permukiman warga, sawah bahkan kawasan industry disekitarnya. Dan tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi sector ekonomi warga sidoarjo.

Dampak dari semburan lumpur panas

Tentunya sudah terbayang semburan lumpur panas ini membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat sidoarjo khususnya dalam aktivitas ekonomi. PT.Lapindo pun telah banyak mengeluarkan dana penggantian bagi korban sebagai ganti untuk tanah mereka yang terkena semburan lumpur panas tersebut dan juga membangun tanggul-tanggul dengan biaya yang tak sedikit jumahnya.
Lumpur panas itu pun menggenangi beberapa desa mungkin kurang lebih hamper 12 desa di tiga kecamatan di sidoarjo. Pertama hanya menggenangi beberapa tempat saja akan tetapi lama kelamaan lumpur pun semakin banyak menggenangi wilayah-wilayah di sidoarjo. Lumpur pun tak hanya menggenangi permukiman warga sajah akan tetapi lumpur pun menggenangi tempat pendidikan, dan tempat penting lainnya. Banyaknya fasilitas yang rusak tidak menutup kemungkinan kerugian yang sangat besar di daerah tersebut. Dan juga di tutupnya ruas jalan tol Surabaya-gempol dengan waktu yang tidak ditentukan, hal tersebut mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternative yaitu seperti sidoarjo-mojosari-porong dan jalur waru-tol-porong. Dan sebuah sutet milik PLN dan juga jaringan telepon juga listrik di empat desa serta satu jembatan di jalan raya Porong tak dapat berfungsi seperti biasanya.
Ditutupkan ruas jalan tol menyebabkan terganggunya jalur transportasi Surabaya-malang dan Surabaya-banyuwangi serta daerah lainnya di wilayah jawa timur. Dan juga mengakibatkan terganggunya aktivitas produksi di daerah mojokerto dan pasuruan yang selam ini adalah salah satu kawasan industry yang utama di Jawa timur.

Upaya penanggulangan lumpur panas

Berbagai upaya tentunya sudah dilakukan dalam menanggulangi semburan lumpur panas, salah satunya adalah dengan membuat tanggul-tanggul untuk menahan dan membendung genangan lumpur. Akan tetapi lumpur pun terus menyembur dari hari ke harinya, dan tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu tanggul pun akan jebol. Kementrian lingkungan hidup mengatakan untuk menampung lumpur sampai des’06 harus menyiapkan 150 h waduk baru. Juga ada cadangan 342 hektare lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga Juni 2007. Akhir Oktober, diperkirakan volume lumpur sudah mencapai 7 juta m3. Akan tetapi rencana itu batal tanpa sebab yang jelas.

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image