JADWAL KERJA

Nama : Kiki Nurmakiyah
Npm : 10507141
Kelas : 3pa 05
TUGAS ERGONOMI
JADWAL KERJA
1. Periode Istirahat
Bekerja lebih dari 55 jam perminggu dan pekerja shift malam memiliki resiko gangguan mental dan kesehatan lebih besar. JAKARTA – Bagi anda yang bekerja lebih dari 40 jam perhari, hingga larut malam, atau pekerja shift malam sebaiknya lebih waspada. Orang-orang yang bekerja keras di atas standar 40 jam perminggu memiliki tingkat kemungkinan penurunan mental lebih tinggi di usia paruh baya, demikian menurut hasil studi terbaru. Sementara para pekerja giliran malam memiliki resiko lebih besar dalam kecelakaan, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan.

Peneliti menemukan di antara lebih dari 2.200 pekerja pemerintahan di Inggris, bekerja dalam waktu lama memiliki kaitan performa buruk pada tes fungsi kognisi, termasuk penurunan mental bertahap secara akut sejalan waktu. Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, 1 Maret 2009 itu membandingkan para subjek dengan waktu kerja 55 jam lebih perminggu dengan kelompok pria dan wanita yang bekerja dalam rentang 35 -40 jam perminggu. Ternyata kelompok yang lebih dari 40 jam perminggu menunjukkan penurunan kemampuan beralasan terstruktur, dalam lima tahun sesudahnya.
Namun Marianna Virtanen, pemimpin penelitian sekaligus doktor dari Finnish Institute of Occupational Health di Helsinki masih menyatakan kemungkinan ada faktor tak terukur lain yang mengaitkan antara bekerja dalam waktu lama dengan fungsi kognisi lemah. Bahkan jika ada “efek nyata”, menurut Mariannne, penurunan terhubung dengan bekerja dalam waktu lama tidak terlampau kuat.
Penemuan itu sendiri merupakan hasil penelitian yang dilakukan lima tahun kepada 2.214 subjek kelas pekerja berusia menengah. Pada awal dan akhir periode riset, para subjek karyawan diminta melengkapi lima tes standar fungsi kognitif. Secara umum, pekerja menghabiskan waktu 55 jam-hingga-lebih perminggu mendapat skor lebih rendah dalam satu tes yaitu tes kosakata, baik dalam awal maupun akhir riset. Mereka juga menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam tes aliran kecerdasan, yang berhubungan dengan kemampuan seseorang berargumen terstruktur dan memecahkan masalah. Mereka yang bekerja berjam-jam lamanya juga cenderung memiliki tingkat stress tinggi, gangguan tidur, dan minum alkohol lebih banyak ketimbang rekan mereka yang bekerja dalam waktu standar. Sementara bagi para pekerja giliran malam, masalah timbul pada kebiasaan tubuh. Memang, pekerja malam mengakali dengan tidur di pagi hingga siang hari untuk mengganti kebutuhan tidur 8 jam perhari. Masalahnya, tubuh harus dibuat melawan siklus alami yakni bekerja berdasar cahaya terang dan beristirahat saat gelap malam
Bukti dari para ahli menunjukkan pengalihan jam tubuh alami mempengaruhi ritme jantungsehingga memicu perubahan hormonal dan metabolisme. Pengalihan itu ternyata meningkatkan resiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Laporan penuh dari riset terpisah atas shift-malam itu telah dipublikasikan dalam antologi kumpulan penelitian National Academy of Sciences.
Peneliti yang melaporkan menekankan 8,6 juta pekerja malam di Amerika Serikat (AS) termasuk pekerja pabrik, rumah sakit, polisi, pemadam kebakaran, pilot, kru jalan raya, media, dan pengemudi truk. Giliran-malam, dalam definisi National Sleep Foundation di AS adalah tipe jadwal yang berada di luar standar jam bisnis normal nine-to-five.
“Dalam jangka lama, efek psikologis giliran malam ditandai beberapa gejala termasuk pada berat badan, gangguan insulin, dan kortisol, terlihat berkontribusi meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas, ” ujar pimpinan riset, Frank Scheer,instruktur obat-obatan di divisi obat tidur, Rumah Sakit Wanita Brigham dan Kedokteran Havard
Dalam tes, para ahli melakukan tes laboratorium menyetimulus efek jet lag (atau efek berkepanjangan pada kerja malam). Partisipan dalam riset tersebut adalah lima pria dan lima wanita yang mengikuti jadwal perubahan tidur dan pola makan hingga delapan hari. Selama periode tersebut, semua partisipan makan dan tidur dalam fase siklus istirahat dan penyerapan yang didesain dengan diikuti jadwal kerja.

Hasilnya, riset mengungkapkan jika interupsi terhadap jadwal tubuh alami menyebabkan penurunan leptin, hormon yang mengatur berat badan. Menurut para ahli, penurunan kadar leptin dapat mengakibatkan peningkatan selera makan dua kali lipat, dengan aktivitas tak terlalu banyak tentu akan mempercepat kegemukan hingga obesitas. Sebagai tambahan, riset juga menunjukkan terjadinya perubahan kadar gula darah dan tingkat insulin yang menghasilkan toleransi melemah terhadap glukosa. Itu artinya mengurangi sensitifitas insulin.

Padahal, fakta dalam riset, para partisipan yang mengikuti penelitian tidak pernah memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Namun setelah mengikuti sejumlah tes jadwal kerja malam, tubuh mereka mulai membentuk kadar glukosa mirip seperti pada pasien diabetes juga peningkatan tekanan darah.

Puncak perubahan hormon tersebut ditandai ketika jadwal partisipan benar-benar berada 12 jam penuh diluar siklus istirahat-aktivitas alami manusia–yakni jadwal dimana tubuh alami seharusnya tidur tapi mereka tetap terjaga sepanjang malam. Frank sendiri memang tidak terburu-buru menganggap hasil penelitian adalah mutlak. Ia mengaku masih membutuhkan studi lebih lanjut, terlebih waktu riset pun tidak cukup panjang. “Kami masih belum tahu dampak jangka panjang kerja giliran malam terhadap hidup karyawan kedepan,” ujarnya.

“Karena kerja giliran malam seringkali mempengaruhi tingkat kewaspadaan dan fungsi Gastro Intestinal sesorang, dan mereka yang tidak mampu mengatasi kondisi itu dengan baik, bakal mengalami penurunan kondisi tubuh dan mental drastis. Artinya pula, mereka yang bertahan melakukan pekerjaan malam mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh masalah-masalah tersebut dan tak terlalu sensitif dengan perubahan jam tubuh alami. Itulah pertanyaan kedepan nanti,” papar Frank./reuters/healt.com/itz/www.republika.co.id

a. LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.
b. LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.
c. JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .
d. HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
e. PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.
f. GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
g. LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi
makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan.
h. LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.
i. JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
j. HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
k. PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
l. USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
Waktu yang tepat untuk bekerja. adalah jam 8:00 – 17:00, walaupun freelancer terkenal dengan “kebebasan waktu”, tetap memegang teguh jam kerja adalah hal yang sangat baik. Istirahat pada pukul 12 siang, istirahat kedua pukul 15, dan selesai 17:00. Pada waktu istirahat, jangan makan berlebihan bisa-bisa sisa waktu kerja akan mengantuk. Bagi freelancer IT yang sehari-hari duduk didepan komputer, beristirahat tepat waktu penting untuk menjaga konsentrasi dan semangat kerja. Bagi temen-teman yang Muslim, sholat tepat waktu akan lebih membantu, badan dan pikiran akan lebih segar setelahnya. Bekerja berlebihan walau pada bidang yang kita suka akan menyebabkan kejenuhan, mempertahankan ritme kerja, istirahat, hobi, olahraga, tidak hanya membuat waktu kerja freelancer berkualitas, tapi juga sehat. Pada malam hari bila anda ingin menyalurkan hobi dengan membaca buku, menonton film/tv, atau sekedar mengisi blog, adalah waktu yang tepat asalkan jangan sampai terlalu larut. Kita tidak hidup pada saat ini saja, ketika kita muda, sehat dan kuat. Tapi kita juga akan mengalami masa tua, hidup sehat dan teratur pada saat kita muda adalah bekal hidup sehat pada masa tua.
Jadwal Kerja Harian Freelancer
7:00 – 8:00 Bersiap-siap (Olahraga / mandi / sarapan)
8:00 – 12:00 Waktu Kerja I
12:00 – 13:00 Istirahat (Sholat, Makan, Menyegarkan Pikiran)
13:00 – 15:00 Waktu Kerja II
15:00 – 15:30 Istirahat (Sholat, Makanan ringan)
15:30 – 17:00 Waktu Kerja III
17:00 Waktu Kerja selesai

2. Minggu Kerja
Sebagai tenaga profesional, guru baik PNS maupun bukan PNS dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban memenuhi jam kerja yang setara dengan beban kerja pegawai lainnya yaitu 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja (@ 60 menit) per minggu. Dalam melaksanakan tugas, guru mengacu pada jadwal tahunan atau kalender akademik dan jadwal pelajaran.
Kegiatan tatap muka dalam satu tahun dilakukan kurang lebih 38 minggu atau 19 minggu per semester. Kegiatan tatap muka guru dialokasikan dalam jadwal pelajaran yang disusun secara mingguan. Khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada kalanya jadwal pelajaran tidak disusun secara mingguan, tapi mengunakan sistim blok atau perpaduan antara sistim mingguan dan blok. Pada kondisi ini, maka jadwal pelajaran disusun berbasis semester, tahunan, atau bahkan per tiga tahunan. Diluar kegiatan tatap muka, guru akan terlibat dalam aktifitas persiapan tahunan/semester , ujian sekolah maupun Ujian Nasional (UN), dan kegiatan lain akhir tahun/semester.
Uraian Tugas Guru
1. Merencanakan Pembelajaran
Guru wajib membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada awal tahun atau awal semester, sesuai dengan rencana kerja sekolah. Kegiatan penyusunan RPP ini diperkirakan berlangsung selama 2 (dua) minggu atau 12 hari kerja. Kegiatan ini dapat diperhitungkan sebagai kegiatan tatap muka.
1. Melaksanakan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan dimana terjadi interaksi edukatif antara peserta didik dengan guru, kegiatan ini adalah kegiatan tatap muka yang sebenarnya. Guru melaksanakan tatap muka atau pembelajaran dengan tahapan kegiatan berikut.
a. Kegiatan awal tatap muka
• Kegiatan awal tatap muka antara lain mencakup kegiatan pengecekan dan atau penyiapan fisik kelas, bahan pelajaran, modul, media, dan perangkat administrasi.
• Kegiatan awal tatap muka dilakukan sebelum jadwal pelajaran yang ditentukan, bisa sesaat sebelum jadwal waktu atau beberapa waktu sebelumnya tergantung masalah yang perlu disiapkan,
• Kegiatan awal tatap muka diperhitungan setara dengan 1 jam pelajaran.
b. Kegiatan tatap muka
• Dalam kegiatan tatap muka terjadi interaksi edukatif antara peserta didik dengan guru dapat dilakukan secara face to face atau menggunakan media lain seperti video, modul mandiri, kegiatan observasi/ekplorasi.
• Kegiatan tatap muka atau pelaksanaan pembelajaran yang dimaksud dapat dilaksanakan antara lain di ruang teori/kelas, laboratorium, studio, bengkel atau di luar ruangan.
• Waktu pelaksanaan atau beban kegiatan pelaksanaan pembelajaran atau tatap muka sesuai dengan durasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum sekolah.
c. Membuat resume proses tatap muka
• Resume merupakan catatan yang berkaitan dengan pelaksanaan tatap muka yang telah dilaksanakan. Catatan tersebut dapat merupakan refleksi, rangkuman, dan rencana tindak lanjut.
• Penyusunan resume dapat dilaksanakan di ruang guru atau ruang lain yang disediakan di sekolah dan dilaksanakan setelah kegiatan tatap muka,
• Kegiatan resume proses tatap muka diperhitungan setara dengan 1 jam pelajaran.
1. Menilai Hasil Pembelajaran
Menilai hasil pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna untuk menilai peserta didik maupun dalam pengambilan keputusan lainnya. Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes. Penilaian non tes dapat dibagi menjadi pengamatan dan pengukuran sikap serta penilaian hasil karya dalam bentuk tugas,proyek fisik, atau produk jasa.
a. Penilaian dengan tes.
• Tes dilakukan secara tertulis atau lisan, dalam bentuk ujian akhir semester, tengah semester atau ulangan harian, dilaksanakan sesuai kalender akademik atau jadwal yang telah ditentukan,
• Tes tertulis dan lisan dilakukan di dalam kelas,
• Penilaian hasil test, dilakukan diluar jadwal pelaksanaan test, dilakukan di ruang guru atau ruang lain.
• Penilaian test tidak dihitung sebagai kegiatan tatap muka karena waktu pelaksanaan tes dan penilaiannya menggunakan waktu tatap muka.
b. Penilaian non tes berupa pengamatan dan pengukuran sikap.
• Pengamatan dan pengukuran sikap dilaksanakan oleh semua guru sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses pendidikan, untuk melihat hasil pendidikan yang tidak dapat diukur lewat test tertulis atau lisan,
• Pengamatan dan pengukuran sikap dapat dilakukan di dalam kelas menyatu dalam proses tatapmuka pada jadwal yang ditentukan, dan atau di luar kelas,
• Pengamatan dan pengukuran sikap, dilaksanakan diluar jadual pembelajaran atau tatap muka yang resmi, dikategorikan sebagai kegiatan tatap muka.
c. Penilaian non tes berupa penilaian hasil karya.
• Hasil karya siswa dalam bentuk tugas, proyek dan atau produk, portofolio, atau bentuk lain dilakukan di ruang guru atau ruang lain dengan jadwal tersendiri,
• Penilaian ada kalanya harus menghadirkan peserta didik agar tidak terjadi kesalahan pemahanan dari guru mengingat cara penyampaian informasi dari siswa yang belum sempurna,
• Penilaian hasil karya ini dapat dikategorikan sebagai kegiatan tatap muka, dengan beban yang berbeda antara satu mata pelajaran dengan yang lain. Tidak tertutup kemungkinan ada mata pelajaran yang nilai beban non tesnya sama dengan nol.
1. Membimbing dan Melatih Peserta Didik
Membimbing dan melatih peserta didik dibedakan menjadi tiga yaitu membimbing atau melatih peserta didik dalam pembelajaran, intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
a. Bimbingan dan latihan pada kegiatan pembelajaran
• Bimbingan dan latihan pada kegiatan pembelajaran adalah bimbingan dan latihan yang dilakukan menyatu dengan proses pembelajaran atau tatap muka di kelas,
b. Bimbingan dan latihan pada kegiatan intrakurikuler
• Bimbingan kegiatan intrakurikuler terdiri dari remedial dan pengayaan pada mata pelajaran yang diampu guru.
• Kegiatan remedial merupakan kegiatan bimbingan dan latihan kepada peserta didik yang belum menguasai kompetensi yang harus dicapai,
• Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan bimbingan dan latihan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi,
• Pelaksanaan bimbingan dan latihan intrakurikuler dilakukan dalam kelas pada jadwal khusus, disesuaikan kebutuhan, tidak harus dilaksanakan dengan jadwal tetap setiap minggu,
• Beban kerja intrakurikuler sudah masuk dalam beban kerja tatap muka.
c. Bimbingan dan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
• Ekstrakurikuler bersifat pilihan dan wajib diikuti peserta didik,
• Dapat disetarakan dengan mata pelajaran wajib lainnya,
• Pelaksanaan ekstrakurikuler dilakukan dalam kelas dan atau ruang/tempat lain sesuai jadwal mingguan yang telah ditentukan dan biasanya dilakukan pada sore hari,
• Jenis kegiatan ekstrakurikuler antara lain adalah.
o - Pramuka
o - Olimpiade/Lomba Kompetensi Siswa
o - Olahraga
o - Kesenian
o - Karya Ilmiah Remaja
o - Kerohanian
o - Paskibra
o - Pecinta Alam
o - PMR
o - Jurnalistik/Fotografi
o - UKS
o - dan sebagainya
• Kegiatan ekstrakurikuler dapat disebut sebagai kegiatan tatap muka
1. Melaksanakan Tugas Tambahan
Tugas-tugas tambahan guru dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kategori yaitu tugas struktural, dan tugas khusus.
a. Tugas tambahan struktural
• Tugas tambahan struktural sesuai dengan ketentuan tentang struktur organisasi sekolah,
• Jenis tugas tambahan sruktural dan wajib tatap muka guru seperti tercantum dalam Tabel 1.
b. Tugas tambahan khusus
• Tugas tambahan khusus hanya berlaku pada jenis sekolah tertentu, untuk menangani masalah khusus yang belum diatur dalam peraturan yang mengatur organisasi sekolah.
• Jenis tugas tambahan khusus dan ekuivalensi beban tatap muka seperti tercantum dalam Tabel 1.

2. Jadwal Bergilir
JAKARTA (Suara Karya): Para pekerja industri yang hari kerjanya dialihkan ke Sabtu dan Minggu tidak akan mendapatkan upah lembur. Dalam hal ini, upah lembur diberikan jika jam kerja pada hari itu sudah melebihi jam kerja normal atau lebih dari 40 jam dalam sepekan. Di lain pihak, kalangan pekerja mengaku bisa memahami pelaksanaan surat keputusan bersama (SKB) 5 menteri tentang pengalihan operasional industri asalkan tidak mengurangi pendapatan pekerja dan menutup kesempatan untuk mendapat upah lembur. Hal ini terkait dengan struktur upah pekerja/buruh industri yang tergolong pas-pasan dan hanya bisa mendapat tambahan upah jika ikut lembur.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertras) Erman Suparno mengatakan, surat edaran (SE) mengenai pelaksanaan pergeseran hari kerja industri akan segera diterbitkan dalam satu atau dua hari mendatang.
“Ketentuan jam kerja tidak diubah, yakni untuk satu minggu maksimal 40 jam dan selebihnya dihitung lembur. Perhitungannya sudah ada. Apalagi ada pergantian hari liburnya. Jadi harus dipisahkan antara lembur dan pergeseran hari kerja. Untuk itu, saya akan buat surat edaran tentang hari kerja ini dan dalam 1-2 hari ini bisa keluar. Besok (hari ini–Red) kita finalisasi,” kata Erman usai rapat koordinasi tentang SKB 5 Menteri di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (24/7). Hadir pula pada acara ini Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Dirjen Kelistrikan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J Purwono, dan Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar.
Menurut Erman, dalam surat edaran itu akan ditegaskan bahwa ketentuan jam kerja tidak berubah, yaitu 40 jam selama sepekan. Jika melebihi aturan itu, maka pengusaha harus membayar upah lembur yang perhitungannya sama seperti yang berlaku selama ini.
“Dalam pelaksanaan SKB ini, harus ada rembukan antara pengusaha dan pekerja, khususnya dalam rangka menggeser hari kerjanya itu,” ujar Erman.
Karena itu, lanjut Erman, para pekerja tidak perlu resah, karena ketentuan SKB ini hanya berlaku sementara di saat pasokan listrik sedang mengalami gangguan. Untuk itu, kalangan pekerja diharapkan ikut mendukung pelaksanaan SKB tersebut sebagai bentuk partisipasi penanganan krisis listrik.
“Kita harus ada toleransi. Ini masalah penanganan yang bersifat sementara. Diharapkan tahun depan ada pasokan 2.000 MW yang bisa ditambahkan untuk Jawa dan Bali,” tuturnya.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian itu, juga dibahas masalah teknis pelaksanaan untuk merespons permintaan Kadin Indonesia. Khususnya untuk menunda pelaksanaan SKB tersebut hingga Agustus 2008. Terkait hal itu, saat ini pemerintah telah membuat tim kecil untuk pelaksanaan SKB yang terdiri atas berbagai unsur yang terlibat, yaitu Departemen Perindustrian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Departemen Dalam Negeri serta Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara.
Lebih lanjut Erman menjelaskan, kewajiban pergeseran hari kerja ke hari libur hanya berlaku untuk perusahaan yang bekerja lima hari seminggu.
“Prinsipnya, untuk perusahaan dan industri yang bekerja 24 jam dari Senin sampai Minggu akan dikecualikan. Untuk industri yang bekerja dari Senin sampai Sabtu juga dikecualikan,” ujarnya. Apalagi pergeseran hari kerja hanya dilakukan satu kali dalam sebulan dan jadwalnya dibuat oleh PLN.
Sementara itu, Dirjen Kelistrikan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J Purwono mengatakan, pemerintah akan meminta pelanggan PLN sektor bisnis, yaitu hotel, mal, kantor swasta, dan pemilik papan reklame untuk melakukan penghematan 10-20 persen dari konsumsi listriknya.
“Mereka akan diminta mengurangi 10-20 persen kebutuhan listriknya terutama saat beban puncak. Nanti akan ada surat keputusan bersama antara Menteri Perdagangan dan Menteri ESDM. Isinya mengenai kewajiban pelanggan listrik di sektor bisnis untuk mengurangi pemakaian listrik 10-20 persen,” kata J Purwono.
Dia lantas menargetkan SKB tersebut dapat ditandatangani dua menteri pada awal Agustus 2008 dan diberlakukan pertengahan Agustus 2008. Jadi, dengan pengurangan konsumsi listrik 10-20 persen dari sektor bisnis, maka akan ada penghematan sebesar 200-300 megawatt (MW) saat beban puncak (pukul 17.00-22.00). “Tujuan kita untuk menambah kapasitas cadangan agar sistem kelistrikan lebih andal. Jadi, kalau ada yang rusak tiba-tiba, cadangan yang ada masih cukup memenuhi kebutuhan beban yang ada,” ujarnya.
Di lain pihak, Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bambang Wirahyoso mengatakan, serikat pekerja tidak mempermasalahkan perubahan jam kerja terkait terbitnya SKB 5 menteri yang mengatur penggunaan listrik bagi industri. Kalangan pekerja hanya berharap pendapatan dan potensi tambahan upah tidak sampai berkurang seiring diberlakukannya SKB tersebut.
Apalagi, selama ini industri padat karya sudah menerapkan sistem kerja bergilir (shift). Jadi, tidak masalah jika jadwal kerja pada hari tertentu berubah. “Yang perlu diatur adalah penyesuaiannya. Bagi industri, khususnya yang padat karya dan sudah menerapkan sistem kerja bergilir, seharusnya tidak masalah,” kata Bambang.
Bambang menilai, selama tidak ada pengurangan pendapatan pekerja, maka pemindahan giliran kerja itu tidak akan menjadi masalah. “Contohnya saya. Sudah puluhan tahun saya berhari libur pada hari Rabu, bukan Minggu, karena giliran kerja saya pada Kamis hingga Selasa,” kata Bambang yang juga karyawan di sebuah pabrik tekstil itu.
Namun, permasalahannya, ada potensi waktu lembur yang berkurang karena pemadaman listrik bergilir itu. “Itu disebabkan karena pengusaha dan dipahami sama oleh para pekerja bahwa lembur adalah sumber pendapatan,” kata Bambang. Sedangkan Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Rias Wisnuwardana berpendapat, hanya sekitar 10 persen BUMN industri manufaktur yang harus menyesuaikan jadwal kerja. Sedangkan sisanya diperkirakan tidak akan menghadapi masalah, karena selama ini berjalan 24 jam dalam seharidan 7 hari kerja.
“Selama ini, ada ketimpangan antara pasokan listrik dengan permintaan dari dunia industri dan perumahan. Dan pemerintah berjanji, kondisi itu akan stabil pada 2009 setelah sejumlah pembangkit listrik baru mulai beroperasi. Saya berharap target itu tercapai, karena jangan sampai pemerintah saat ini justru meninggalkan masalah ke pemerintah selanjutnya jika tidak tepilih lagi tahun depan,”

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image