Kanker Mulut Rahim

Setelah sebelumnya saya berbagi informasi tentang “Bahaya Human Papilloma Virus ( HPV ), kini saya berbagi informasi tentang Kanker Mulut Rahim.

Tahukah Anda!

Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO Consultation, 2002). Sekitar 99,7% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV.

Bagaimana Mendetaksi Kanker Leher Rahim?

Kanker leher rahim dapat diketahui melalui skrining kanker leher rahim yang terdiri dari :

1.    Pap Smear

Pap Smear adalah pemeriksaan untuk melihat sel – sel leher rahim dimana sampel diambil melalui liang kewanitaan. Ada dua macam Pap Smear, yaitu :

o  Pap Smear konvensional

o  Sitologi serviks berbasis cairan

Sitologi serviks bebasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel –  sel leher rahim. Pada metode ini sampel dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau factor penganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop. Hasil pengamatan dibawah mikroskop lebih jelas dan akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah dideteksi.

2.    HPV DNA

HPV DNA adal pemeriksaan molecular yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel – sel yang diambil dari serviks. Infeksi HPV jenis resiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim ada 13 tipe yakni 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68.

Pemeriksaan Laboratorium sangat penting karena penyakit kanker leher rahim biasanya tidak diawali gejala – gejala khusus, khususnya pada staium awal. Baru saat keganasan menyebar luas (stadium invasive), penderitanya mengeluh pendarahan dari alat kelaminnya, nyeri saat senggama dan nyeri saat berkemih. Padahal pada saat itu tingkat kesembuhan sudah sangat kecil.

Kapan Skrining Kanker Rahim dilakukan?

-      Jika anda berusia kurang dari 21 tahun :

-      Skrining dengan Pap Smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.

-      JIka anda berusia antara 21 – 30 tahun :

Skrining dengan pemeriksaan Pap Smear dilakukan setiap tahun sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.

-      Jika anda berusia diatas 30 tahun :

Pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA secara berkala. Wanita usia diatas 30 tahun yang telah aktif secara seksual beresiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap. Infeksi HPV yang menetap berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim.

Apakah kanker leher rahim dapat disembuhkan?

Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dibanding dengan jenis kanker lainnya, asalkan diketahui pada stadium dini.

Stadium

Tingkat Kesembuhan

Stadium IA 100%
Stadium IB 83% – 90%
Stadium IIA 68% – 83%
Stadium IIB 62% – 68%
Stadium III 33% – 48%
Stadium IV 14%

Lakukan Pemeriksaan!

Pap Smear dan HPV DNA secara berkala untuk detaksi dini Kanker Leher Rahim

http://sentrablog.blogspot.com

Dikutip dari : Lab. Klinik Prodia

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image