Keindahan Desa Tajur, Desa seribu Goa
Bagi anda para pecinta Caving atau olahraga penyusuran goa di daerah Jabodetabek mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama desa Tajur, tepatnya terletak di Desa Leuwih karet, Tajur, Citereup. Di desa ini banyak sekali wisata goa yang bisa untuk di telusuri, mulai dari goa Kraton, goa Cikarea, Goa Cikenceng, dan masih banyak lagi.
Saya akan menceritakan pengalaman saya saat saya pertama kali berkunjung desa tersebut. Sekitar pukul 13.00 saya berangkat dari Jakarta menuju desa Tajur dengan menggunakan motor , lama perjalanan menuju ke desa tersebut sekitar 1 jam, Selama di perjalanan saya disuguh pemandangan aktivitas warga citereup yang mayoritas masih sangat kental suasana pedesaannya, seperti para petani sedang menyawah, dan para gembala ternak yang terlihat riang sekali dalam mengembala ternaknya. Saya jadi teringat beberapa tahun lalu yang dimana situasi tersebut sama seperti situasi di desa saya dilahirkan. Tak terasa sudah 1 jam perjalanan yang saya tempuh dari Jakarta, sekitar pukul 14.00 saya tibak di sebuah warung , warung tersebut berada di samping kantor kepala desa dan sekretariat linggih alam, linggih alam merupakan suatu kelompok pecinta alam di desa tersebut yang mengurusi perizinan di didesa tersebut. Di warung tersebut tinggal seorang nenek tua yang sudah renta, nenek tersebut bernama nenek ” Ngatiem” , beliau mengelola warungnya tersebut dengan menjajakan makanan ringan dan minuman hangat. Saat saya berbincang dengan beliau saya langsung teringat dengan nenek saya tercinta. Saya berusaha mencari informasi dari beliau tentang goa apa saja yang bisa saya telusuri , saya mencari info dengan beliau dikerenakan diwaktu saya berkunnjung ke sana, anggota kelompok pecinta alam Linggih alam tidak ada di sekertariat. tTernyata nenek ngatiem sangat hafal dimana letak-letak goa di desa tajur. beliau merekomendasikan goa yang terdekat dari warungnya tersebut , nama goanya adalah goa cikarea.
Sekitar pukul 15.00 saya berpamitan dengan beliau untuk menuju lokasi goa Cikarea , akses untuk menuju kesana sangat lah seru, diperjalanan kita harus melewati jalur berbatu , menyebrangi sungai besar, dan yang paling saya suka, pada saat melewati rumah-rumah penduduk desa yang mayoritas masih berkelompok-kelompok dan gadis desanya cantik-cantik , hehe. Pada pukul 15.30 saya berhenti di warung pak haji , yang lokasi warungnya dekat dengan goa Cikarea, saya minta info untuk menuju ke sana, setelah saya dapat info dari pak Haji saya langsung menuju goa Cikarea. Ternyata saya terkejut melihat mulut goa cikarea yang dipagar bambu dan digembok, dan yang bikin lucu, ada no.contact personnya yang punya goa nya,hehe. Saya akhirnya berniat untuk mengunjungi goa Kraton yang jaraknya tidak jauh dari goa Cikarea, goa kraton sangat indah dengan stalaktit dan stalakmit yang indah. Tak terasa waktu sudah sore saya beranjak untuk pulang ke Jakarta. Pengalaman yang indah di desa Tajur tidak akan saya lupakan.
Sekian artikel dari saya mungkin bisa menambah wawasan bagi para pembaca.
Popularity: 1% [?]


