Keletihan dan Kerja
KELETIHAN DAN KERJA
Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.
Terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot, sedangkan kelelahan umum ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja yang disebabkan oleh monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton), intensitas dan lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, kondisi mental dan psikologis, status kesehatan, dan gizi. Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bekerja (beraktivitas). Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah dan dapat mengurangi produktivitas pekerja. Kelelahan sama halnya dengan keadaan lapar dan haus sebagai suatu mekanisme untuk mendukung kehidupan.
Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum, Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:
1. Kelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mata
2. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
4. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
5. Pekerjaan yang bersifat monoton
6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
7. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru
Sampai saat ini masih berlaku dua teroi tentang kelelahan otot, yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat. Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Suma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.
Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.
Pengukuran Kelelahan
Sampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu:
1. Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan
2. Uji psikomotor
3. Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
4. Perasaan kelelahan secara subjektif
5. Uji mental
Menghilangkan keletihan ketika kerja
Menghindar keletihan ketika bekerja
ADA ketikanya seseorang pekerja mengadu keletihan selepas pulang ke rumah. Mereka yang bekerja di ladang dan sebagai buruh binaan akan berasa tubuh badan letih dan sakit-sakit kerana banyak keluarkan tenaga ketika menggunakan tulang empat kerat.
Mereka yang bekerja di pejabat pula mengadu letih terutama minda dan mata kerana terlalu kerap bermesyuarat, berfikir dan menghadap komputer.
Selain memakan vitamin dan pelbagai makanan tambahan berkhasiat, seseorang pekerja boleh mengelak keletihan dengan pelbagai cara yang disyorkan doktor dan orang tua. Jika tidak, sikap malas, lesu dan bosan akan menguasai diri hingga menjejaskan produktiviti.
Untuk menghilangkan rasa letih, beberapa petua boleh dicuba. Antaranya:
- Bersifat positif terhadap pekerjaan:
Ketika bekerja, kita hendaklah terus menyenangi apa yang kita lakukan walaupun berat dan membebankan. Kita harus ada minat dalam setiap pekerjaan yang kita buat.
- Bersantai sejenak:
Gunakan waktu istirehat untuk berehat dan bersantai. Lakukan dengan menarik nafas dalam-dalam untuk beberapa saat. Ini akan meningkatkan tenaga dan tumpuan ketika bekerja.
Jika bekerja di pejabat dan kerap menggunakan komputer, berehatlah lima atau 10 minit dengan memandang ke luar pejabat atau berbual-bual di ruang tamu. Elakkan daripada mengguna komputer secara berterusan melebihi sejam.
- Nikmati humor dan ketawa:
Pelbagai cara boleh dibuat seperti membaca komik dan kartun atau bergurau bersama teman-teman sekerja yang boleh menimbulkan ketawa. Humor dan ketawa dapat membangkitkan tenaga dan kesegaran. Akan lebih mudah menghadapi pekerjaan dengan senyum daripada terus muram.
- Bekerja secara sistematik:
Buatlah skala dan jadual keutamaan terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dulu. Ini akan membuat kita tidak terburu-buru dalam bekerja.
- Banyak minum air mineral:
Air mineral dapat menimbulkan kesegaran dan melancarkan metabolisme tubuh.
- Lakukan aktiviti fizik:
Untuk mengendurkan otot-otot yang mulai kaku, lakukan gerak badan atau senaman ringan, di dalam atau di luar ruang kerja. Bila pejabat anda terletak di bangunan bertingkat, untuk naik-turun pilihlah menggunakan tangga daripada lif. Jika surau pejabat anda di tingkat satu dan anda bekerja di tingkat lima, apa salahnya turun naik menggunakan tangga untuk menunaikan solat.
Nama : Dinda Kusuma Putri
Kelas : 3 PA 05
NPM : 10507054
Tugas : Ergonomi
Popularity: 1% [?]


