KODE ETIK WAKTU BERKUNJUNG DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL

Dahulu ada peraturan tertulis di kediaman ketua Rukun Tangga (RT) tempat saya tinggal bahwa jam berkunjung tamu hanya sampai pukul 21:00. seiring waktu berlalu mungkin juga ada hubungannya dengan perkembangan jaman , sekarang tidak terlihat lagi papan peraturan tersebut. mungkin karena seringnya berganti-ganti ketua RT sehingga papan tersebut sekarang sudah rusak sehingga tidak bisa lagi digunakan atau sudah semakin longgarnya peraturan bertamu .

Entah mengapa sekarang waktu terasa tidak cukup panjang untuk sekedar berbincang dengan handai taulan , saudara , teman atau pacar . karena sering terlihat tamu yang berkunjung diarea tempat saya tinggal hingga lebih dari pukul 21:00 (termasuk saya . hee) bahkan terkadang pukul 21:00 atau lebih tamunya baru datang . ketua RT pun tidak pernah menegur . salah satu alasannya adalah Ketua RT dilingkungan tempat saya tinggal juga melakukannya . jadi bagaimana beliau bisa mengur kesalahan warganya jika dia sendiri melakukan kesalahan yang sama ?

Lalu jam berkunjung tersebut melonggar hingga pukul 23:00 . kenapa ? karena jam segitu penjaga malam sudah mulai bekerja sehingga malam terasa begitu larut dan kami baru tersadar . kentongan penjaga malem disetiap tiang listrik menjadi seperti isyarat untuk para tamu segera beranjak , persis seperti bel pulang sekolah bagi para siswa yang menyuruh mereka pulang J

Saya setuju dan tidak setuju juga dengan keadaan ini .

Setuju karena saya salah satu yang sering kedapatan tamu hingga lewat dari pukul 21:00. Entah mengapa teman-teman saya sangat betah dirumah saya sehingga kami kadang lupa waktu ketika berbincang . orang tua saya pun tidak keberatan karena saya dan teman-teman tidak melakukan sesuatu yang negatif dan apa yang kami lakukan dapat selalu mereka pantau . namun jika pukul 23:00 teman-teman belum juga pulang sudah pasti orang tua pun menegur selain kentongan penjaga malam itu .

Dan juga tidak setuju karena jika sedang dalam keadaan sakit atau sangat lelah hingga butuh sekali istirahat , saya juga merasa terganggu jika ada tetangga yang dengan tamunya sedang berbincang dan tertawa dengan sura keras . namun saya tidak bisa protes karena saya pun melakukannya .

Lalu saya hanya bisa berkata : ‘beginilah tinggal dikompleks perumahan . setiap apa yang dilakukan oleh kita sangat mempengaruhi orang lain dan begitu juga sebaliknya . bertempat tinggal dikomplek perumahan juga mengajarkan kita untuk bertenggang rasa karena saudara terdekat adalah tetangga sehingga kita harus bisa saling menghargai’

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image