KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Mahasiswa wajib menguasai standar kompetensi kelompok mata kuliah perkembangan keperibadian yang meliputi pengetahuan tentang nilai – nilai agama, budaya, dan kewarganegaraan serta mampu menerapkan nilai – nilai tersebut di dalam kehidupan sehari  – hari. Sehingga membentk keperibadian yang mantap, memiliki pandangan luas, berfikir kritis, rasional, etis, estetis dan demokratif.

Kompetensi dasar untuk mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, yaitu membimbing mahasiswa menjadi ilmuan dan professional yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis yang berkeadaban, menjadi warga Negara yang memiliki daya saing, berdisiplin, dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan system nilai Pancasila.

Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003 – 2010, kompetensi pendidikan kewarganegaraan dirumuskan sebagai :

Melahirkan warga Negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara, serta nasionalisme yang tinggi.

Melahirkan warga Negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai – nilai hak asasi manusia dan demokrasi, serta berfikir kritis terhadap permasalahannya.

Melahirkan warga Negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan, menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasarkan nilai – nilai pancasila dan nilai – nilai universal, serta menghormati supremasi hokum.

Melahirkan warga Negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan politik.

Melahirkan warga Negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai masyarakat madani.

Yang  dimaksud dengan masyarakat “ madani “ adalah masyarakat demokratis, menjujung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleran, aspiratif, partisipasif, konsisten, integrative, serta menjujung tinggi hak asasi manusia  [Srijanti dkk, 2006]. Ada tiga karakteristik dasar dalam masyarakat madani, yaitu :

  1. Diakuinya semangat pluralitas. Artinya, pluralitas merupakan suatu yang kodrati bersumber kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga harus diterima sebagai kaidah yang bersifat kekal di dalam mewujudkan kehidupan yang aman dan sejahtera.
  2. Dipeliharanya sikap toleransi, baik terhadap saudara sesama agama maupun terhadap umat agama lain, terhadap saudara sesama suku bangsa , budaya, dan bahasa maupun terhadap suku bangsa , budaya, dan bahasa lain. Secara sederhana TOLERANSI dapat diartikan sebagai sikap  suka mendengar dan menghargai pendapat dan pendirian orang lain, serta memperlakukan pihak yang berbeda itu dengan sikap kekeluargaan  untuk tetap dapat bekerja sama.
  3. Ditegakkannya prinsip demokrasi. Demokrasi tidak sekedar  kebebasan dan persaingan antar individu. Demokrasi merupakan suatu pilihan untuk bersama-sama membangun dan memperjuangkan kehidupan  warga dan masyarakat yang semakin sejahtera, adil dan makmur.

Sumber – Sumber

Pendidikan Kewarganegaraan karangan Supriatnoko.

Srijanti, A. Rahman, dan Purwanto, S. K. 2006. Etika Berwarganegara: Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 2.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, 2.0 out of 10 based on 3 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image