KORUPSI DAN UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

KORUPSI DAN UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA Definisi Korupsi o Menurut Kamus Besar Indonesia, korupsi adalah buruk, rusak, busuk, suka memakai barang (uang) yang dipercayakan kepadanya, dapat disogok (memakai kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya). Jadi korupsi dapat diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang Negara (perusahaan) untuk kepentingan pribadi atau orang lain. o korupsi berasal dari bahasa latin Corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik dan menyogok. o Menurut ketentuan UU, korupsi adalah tindak pidana yaitu tindakan melawan hokum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, yang dapat merugikan keuangan/perekonomian Negara. Jadi koruptor adalah orang yang harus diusut untuk dikenai aturan hokum yang berlaku di Negara kita, karena perbuatannya telah merugikan rakyat/Negara. o Menurut Hukum, korupsi mencakup unsur-unsur : 1. Melanggar hokum 2. menyalahgunakan wewenang 3. merugikan Negara 4. memperkaya diri sendiri Modus Korupsi Korupsi Transaktif Yaitu korupsi yang timbul karena adanya kesepakatan timbale balik antara pemberi dan penerima, dan keduanya aktif menjalankan perbuatan tersebut. Contoh : kolusi pengusaha dengan pemerinta dalam tender proyek, penjualan harta pemerintah dengan harga murah. Korupsi Inventif Yaitu korupsi yang meliobatkan suatu penawaran barang atau jasa tanpa adanya pertalian langsung dengan keuangan bagi pemberi, kecuali keuntungan di masa datang. Contoh : pejabat meminta balas budi pengusaha yang menang tender proyek, pelayanan berlebihan kepada pejabat yang datang ke daerah. Korupsi Ekstraktif Yaitu korupsi yang berbentuk “paksaan” tertentu agar yang memberi tidak mendapatkan kerugian atau ancaman bagi diri sendiri dan kepentingannya. Contoh : pemimpin proyek memberi “setoran” kepada pejabat diatasnya agar tidak kehilangan proyek berikutnya, pedagang memberikan preman “uang keamanan” agar tidak diganggu. Korupsi Nepotistik Yaitu berupa pemberian perlakuan khusus bagi orang yang memiliki kedekatan dengan pejabat public. Contoh : anak pejabat mendapat jatah proyek lebih banyak, anak guru mendapat nilai lebih bagus. Korupsi Autogenetik Yaitu korupsi yang dilakukan seseorang karena memiliki kesempatan untuk mendapat keuntungan dari pengetahuannya atas sesuatu yang diketahuinya sendiri. Contoh : pembelian barang fiktif (uang dikeluarkan, tapi barangnya tidak ada), Mark-up (penggelembungan) harga barang, tenaga kerja, dll. Korupsi Suportif Yaitu korupsi yang mengarah pada penciptaan suasana kondusif untuk melindungi kelangsungan tindak korupsi yang dilakukannya. Contoh : pejabat membiarkan korupsi bawahannya agar tidak mengganggu perbuatan korupsi yang dilakukannya. Mengidentifikasi Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia 1. pengawasan oleh masyarakat; 2. adanya instrument hukum untuk pemberantasan korupsi; 3. lembaga pengawas seperti DPR, DPRD, BPK, BPKP, dan Bawasda; 4. lembaga pengawas independent seperti KPK; 5. lembaga penegak hokum (kepolisian, kejaksaan, pengadilan). Masyarakatpun diharapkan turut aktif memberikan bantuan guna mencegah tindak korupsi dengan cara :  memberikan informasi tentang dugaan adanya tindak pidana korupsi;  memberikan saran atau pendapat kepada penegak hukum yang menangani perkara korupsi. Selain itu diperlukan juga instrumen hokum untuk memberantas korupsi. DPR dan Presiden membuat Undang-undang tentang pemberantasan korupsiyang memuat ketentuan pidana :  menentukan pidana minimum khusus;  pidana denda yang lebih tinggi;  ancaman pidana mati, pidana penjara, atau pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian Negara.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +3 (from 3 votes)
KORUPSI DAN UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA, 7.8 out of 10 based on 4 ratings
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image