lelah dan kerja (ergonomi)

Kerja itu sangat menyenangkan, jika tidak maka kita akan menjadi pengangguran. Sesuatu yang menyenangkan itu selalu menjadi rebutan, karena senangnya dengan pekerjaan terkadang banyak orang yang sampai lupa dengan waktu istirahat. Sebenarnya kapan sih waktu istirahat itu?? adakah waktu istirahat yang tepat?? Terkadang ada istilah yang mengatakan lupa waktu istirahat. Jika dicermati lebih jauh, sebenarnya orang yang sibuk bekerja itu tidaklah lupa waktu istirahat, bahkan mungkin waktu istirahat selalu ada dibenaknya, bias jadi orang bekerja begitu semangatnya hanya lantaran mengejar waktu istirahat. Lalu kenapa kita terus bekerja tanpa henti?? Sebenarnya yang manusia lupa adalah keletihan tubuh ini, seperti kita terlalu bernafsu sampai lupa kalau badan kita sudah letih maka kita terus bekerja lagi, terkadang kita terlalu sombong pada tubuh kita sendiri yang melupakan keletihan.
Kerja yang terus-menerus dengan mengambil waktu istirahat di akhir merupakan sesuatu yang dinamakan keterlambatan yang disengaja. Ketika kita asyik bekerja terkadang kita lupa tubuh kita sebenarnya sudah letih dan ketika kita istirahat di akhir pekerjaan, tubuh sudah terlalu letih.
Keberhasilan kerja manusia dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor individual dan faktor situasional. Faktor pertama terdiri dari faktor-faktor yang dating dari si pekerja itu sendiri sering kali sudah ada sebelum si pekerja yang bersangkutan datang di pekerjaannya. Kecuali hal-hal seperti pendidikan dan semuanya adalah faktor-faktor yang tidak mudah untuk dirubah.
Berbeda dengan faktor pertama, faktor kedua terdiri dari faktor-faktor yang hamper sepenuhnya dapat diatur dan dapat dirubah, dan faktor-faktor ini berada diluar diri pekerja. Pemimpin perusahaanlah yang berhak merubahnya. Faktor-faktor ini disebut juga faktor management. Kelompok-kelompok faktor situasional terbagi ke dalam dua sub kelompok yaitu yang terdiri dari faktor-faktor sosial dan keorganisasiannya, dan yang terdiri dari faktor-faktor fisik pekerjaan yang bersangkutan.
Keletihan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakkan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Pada susunan saraf pusat terdapat system aktivasi (bersifat simpatis) dan inhibisi (bersifat parasimpatis). Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.
PENYEBAB KELELAHAN ATAU KELETIHAN
1. Aktivitas kerja fisik : pekerja merasakan berat di kepala dan lelah di seluruh badan.
2. Aktivitas kerja mental : pikiran pekerja kacau dan mengantuk.
3. Stasiun kerja tidak ergonomis : pekerja mengeluh pegal-pegal di punggungnya karena sering membungkuk dalam waktu yang lama.
4. Sikap paksa
5. Kerja statis : pekerja mengeluh pada bagian tangannya merasa sakit karena kerjanya terus-menerus dan tidak disela dengan istirahat dalam waktu yang lama.
6. Kerja bersifat monotomi
7. Lingkungan kerja ekstrim
8. Psikologis
9. Kebutuhan kalori kurang : pekerja merasa cepat capek dan usaha yang dilakukan tidak maksimal.
10. Waktu kerja-istirahat tidak tepat
Disamping kelelahan otot dan kelelahan umum, Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 (tujuh) bagian yaitu :
1. Kelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mata.
2. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
4. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian system psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
5. Pekerjaan yang bersifat monoton
6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
7. Kelelahan sirkandian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru
Berlaku dua teori tentang kelelahan otot, yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat. Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Suma’mur menyatakan bahwa produktifitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.
Teori syaraf pusatmenjelaskan bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menuunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.

PENGUKURAN KELELAHAN
Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indicator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu :
1. Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan
2. Uji psikomotor
3. Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
4. Perasaan kelelahan secara subjektif
5. Uji mental

VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.8_931]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image