Perbedaan Oli Mineral, Sintetik dan Synthetic Blend

Perbedaan Oli Mineral, Sintetik dan Synthetic Blend .
Di pasaran ditawarkan tiga jenis oli, yaitu mineral, semi-sintetik atau sekarang menggunakan istilah synthetic blend oil dan sintetik penuh (fully synthetic oil). Ketiganya tidak hanya harganya yang berbeda, juga kinerja atau daya tahannya.

Harga oli sintetik, bisa saja tiga kali oli mineral, tergantung spesifikasi atau rentang viskositasnya. Oili sintetik dengan rentang viskositas SAE 0W-60, harga per galon atau 4 liter bisa saja mencapai Rp 1,2 juta. Namun SAE tersebut sangat langka dan digunakan secara khusus.

Kini rentang viskositas yang mulai banyak digunakan adalah SAE 5W-30 dan 10W-40. Bahkan mesin sepeda motor, kini juga menggunakan SAE 10W-40 atau 15W-50.

Sementara itu, pabrik mobil dan sepeda motor, jarang merekomendasikan atau mengarahkan konsumen memilih salah satu dari ketiga jenis oli tersebut. Produsen kendaraan bermotor hanya menentukan klasifikasi SAE , misalnya 10W-40 dan API Service (SH, SL… dan seterusnya).

Lantas merekomendasikan, penggantian setiap 5.000 km. Kendati demikian ada pula yang sampai 10.000 km. Umumnya adalah untuk oli mineral pada kondisi normal. Untuk kondisi lebih berat, tentu saja lebih cepat lagi.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3644372

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Perbedaan Oli Mineral, Sintetik dan Synthetic Blend, 1.0 out of 10 based on 1 rating
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image