Rancangan metode kerja
Rancangan Metode Kerja
PENELITIAN GERAK DAN PENELITIAN WAKTU
1. Penelitian Gerak
a. Pengertian Penelitian Gerak
Penelitian gerak ini juga soring di;sebut penelitian metode. Sebenarnya penger tian gerak dan metode ini sama karena melakukan penelitian tentang gerak para pekerja dalam melakukan suatu kegiatan, dengan penelitian ini akan dicari tentang gerak- gerak mana yang efisien dan gerakan-gerakan mana yang tidak perlu dilakukan.
Penelitian gerak atau penelitian metode adalah pencatatan secara sistematik dan perameriksaan dengan seksama mengenai cara-cara yang berlaku atau diusulkan untuk melaksanakan kerja, sebagai suatu jalan untuk memperkembangkan dan menerapkan metode yang lebih mudah dan lebih efektif serta dapat menekan biaya.
Melihat dari arti penelitian metode atau gerak tersebut, sangat perlu sekali dilakukan oleh pemimpin perusahaan, karena akan dapat membantu pemimpin dalam mengawasi para pekerja dalam melakukan aktiivitasnya. Dengan melakukan penelitian tersebut dapat disusun proses produksi yang lebih efisien, sehingga akan dapat menghemat tenaga dan waktu dalam menyelesaikan produk.
b. Tujuan Penelitian Gerak
Setiap orang ataupun organisasi dalam melakukan penelitian itu mesti harus diketahui apa tujuan melakukan penelitian tersebut. Hasil dari penelitian setiap orang atau setiap organisasi itu akan mempunyai hasil yang berbeda antara peneliti yang satu dengan yang lain walaupun mempunyai obyek sama, hal ini tergantung dari kemampuan dan kemauan dari peneliti itu sendiri.
Adapun tujuan dalam melakukan penelitian gerak adalah sebagai berikut:
1). Untuk dapat mengetahui proses produksi, setelah diketahui proses produksi tersebut perlu diteliti dan kemudian diadakan perbaikan- perbaikan.
2). Dengan penelitian gerak ini akan dapat memban-tu fata ruang, tempat kerja yang lebih baikdan teratur,
3). Dapat diketahui gerakan-gerakan mana yang efisien dan gerakan-gerakan para karyawan yang tidak efisien yang sebeiwnya tidak perlu dilakukan dan dapat di-’hindarkan.
2. Penelitian Waktu
a. Pengertian Penelitian Waktu
penelitian waktu ini merupakan ke-lanjutan dari pada penelitian metode atau gerak, karena penelitian waktu ini dilakukan setelah ditentukannya gerak yang efi-sien dengan menggunakan analisa gerak, baru ditentukan waktu yang efisien dalam me-lakukan aktifitas dengan analisa waktu.Tanpa menentukan gerak yang efisien lebih dulu.penelitian waktu itu tidak dapat digunakan sebagai penentuan standar waktu yangtepat yang dapat digunakan oleh menejer dalam melakukan pengawasan para pekerja da-lam menyelesaikan pekerjaannya.
Benelitian waktu dapat diartikan sebagai teknik pengukuran kerja untuk menca-tat jangka waktu dan perbandingan kerja mengenai suatu unsur pekerjaan tertentu yangdilaksanakan dalaro keadaan tertentu pula serta untuk menganalisa keterangan itu hingga ditemukan waktu yang diperlukan un-tuk pelaksanaan pekerjaan itu pada tingkatprestasi tertentu. Penelitian waktu ini dapat menentukan wak-tu standar setiap jenis produk yang diha-silkan oleh para pekerja. Dengan analisa waktu itu akan membantu pimpinan dalam me-nentukan waktu yang efisien yang diperlu-kan oleh para pekerja dalam menyelesaikan tugasnya.
b. Manfaat Penelitian Waktu
1). Akan dapat menentukan waktu normal yang diperlukan oleh pekerja dalam melakukan pekerjaannya.
2). Akan dapat membantu pimpinan dalam menentukan waktu allowance yang diperlukan oleh karyawan.
3). Dengan diketahuinya waktu normal dan waktu allowance akan dapat ditentukan waktu standar.
METODE KERJA
Setiap orang maupun perusahaan dalam melakukan kegiatan selalu berusaha untuk menentukan metode kerja yang baik, karena dengan metode kerja yang baik akan dapat meningkatkan produkfcifitas kerja yang tinggi. Untuk raenentukan metode kerja yang baik, kita harus menyusun Diagram tali (string diagram), Diagram aliran proses dan Diagram simo (simultaneous motion chart)
1. Diagram Tali (String Diagram)
a. Pengertian Bagan Tali
Bagan tali merupakan suatu bagan atau model yang dengan menggunakan tali mengikuti dan mengukur jalah yang dilalui pekerja, bahan atau perlengkapan selama berlangsungnya suatu urutan peristiwa tertentu.(ILO, 1982; 77).
Jadi diagram tali tidak lain adalah diagram aliran berbentuk khusus, yang mempergunakan tali atau benang untuk mengukur jarak. Oleh karenanya diagram tali harus digambar tepat menurut skala. Diagram tali dimulai dengan mencatat semua fakta yang diperlukan dari pengamatan langsung. Diagram tali ini sering digunakan untuk melengkapi suatu aliran proses, sehingga bersama-sama dapat memberi gambaran yang jelas tentang apa yang sesungguhnya dikerjakan.
Diagram tali dapat dipakai untuk mengikuti gerak bahan terlebih-lebih jika perlu diketahui secara mudah jalan yang dilalui bahan itu dan juga diagram tali lebih banyak digunakan untuk meng ikuti gerak pekerja. Para peneliti kerja mengikuti pekerja yang menjadi perhatiannya sewaktu menjalankan pekerjaan, pekerja ini bergerak dari tempat yang satu ketempat yang lain. Jika daerah kerja itu terbatas sehingga seluruhnya dapat diawasi, maka ia akan dapat mengamati pekerja itu dari satu teropat tanpa perlu berpindah-pindah. Penelitian kerja ini mencatat secara metodis tiap tempat yang dituju oleh pekerja, dan jika perjalanannya cukup panjang maka saat tiba dan berangkat dicatat juga. Akan sangat menghemat, jika pengaitan itu memakat kode, angka, huruf dan sebagainya untuk masing-masing mesin, tempat penyimpanan dan titik titik tujuan lain.
Setelah diagram tali itu dibuat dari aktifitas para pekerja dalam memproduksi barang pada saat itu atau yang berlaku, kemudian pengamat mencoba untuk merubah tempat-tempat tertentu, sehingga ditemukan tata ruang untuk melaksanakan operasi yang sama dengan gerak yang seminimal mungkin.
Setelah diagram tali yang baru itu dibuat kemudian dibuat bagan aliran. Bagan proses digunakan untuk mencatat karena memang memberi suatu gambaran yang lengkap tentang apa yang dijalankan dan membantu untuk mengerti fakta yang bersangkutan serta hubungan di antara yang satu dengan yang lain.
Diagram aliran digunakan untuk melengkapi bagan aliran proses. Diagram tersebut merupakan suatu gambar menurut skala pabrik yang menggambarkan tempat mesin, tempat kerja dan daerah setepat-tepatnya. Di dalam diagram aliran ini akan ditunjukan diagram aliran yang berlaku sekarang dan juga yang diusulkan.
b. Langkah-langkah Penyusunannya
Langkah-langkah dalam merobuat diagram tali adalah sebagai berlkut:
1). Menyusun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pekerja dalam melakukan pekerjaan.
2). Menyediakan papan yang digunakan untuk membantu kita dalam menyusun kegiatan proses produksi.
3). Benang atau tali digunakan untuk mengikuti jalannya proses produksi, yaitu dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
4). Menganalisa yaitu dengan memindah-mindahkan tempat kerja yang satu ke yang lain, sehingga diperoleh jarak antara satu tempat ke tempat yang lain yang lebih efisien.
2. Bagan Aliran Proses
a. Pengertian Bagan Aliran Proses
Bagan aliran proses ini merupakan kelanjutan dari bagan tali, sebab setelah diketahui proses produksi yang efisien ditentukan dengan diagram tali dan dibuat diagram proses, kemudian kita menentukan aliran proses. Aliran proses itu mencari kegiatan-kegiatan yang harus dihindarkan dan kegiatan- kegiatan yang harus dilakukan, sehingga akan diperoleh aliran proses yang lebih efisien. Maksud dari bagan aliran proses adalah bagan proses yang mengutamakan urutan jalannya suatu produk atau tata cara dengan mencatat segala peristiwa dalam penelitian sambil menggunakan tanda-tanda bagan proses yang sesuai.(ILO, 1982; 22)
Dalam menentukan aliran proses itu, kita menggunakan tanda-tanda bagan proses dalam tujuannya untuk mempermudah penelitian dalam mengamati kegiatan yang dilakukan oleh para pekerja dalam melakukan pekerjaannya.
Tanda-tanda atau simbul-simbul yang digunakan dalam bagan aliran proses itu adalah sebagai berikut :
○ = OPERASI
menandakan langkah-langkah utama dalam suatu proses, metode atau tata cara, Biasanya bagan bahan atau produk bersangkutan diubah atau diganti sewaktu operasi berlangsung,
□ = PEMERIKSAAN
menandakan suatu pemeriksaan terhadap mutu dan pengecekan terhadap kwantitas
= TRANSPORTASI
menandakan gerak pekerja, bahan atau perlengkapan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Jadi suatu transport terjadi apabila suatu obyek bergerak dari tempat yang satu ke tempat yang lain terkecuali apabila pergerakan itu merupakan bagian dari operasi atau disebabkan oleh petugas pada tempat bekerja sewakfcu suatu operasi atau pemeriksaan sedang berlangsung.
= DELAY/PENUNDAAN
menandakan terhentinya urutan peristiwa, misalnya, pekerja menunggu antara dua operasi yang berturutan, atau tiap obyek yang dikes ampingkan untuk sementara tan- pa pencatatan sampai obyek itu sendiri diperlukan kerobali.
. = PENYIMPANAN
menandakan suatu penyimpanan yang diawasi, bahan diterima ke dalam atau dikelu- arkan dari penyimpanan berdasarkan suatu kuasa atau suutu barang ditahan untuk maksud pengecekkan.
Di dalam bagan aliran proses ini juga ditunjukkan bagan aliran proses yang dilakukan perusahaan dan juga metode yang diusulkan. Bagan aliran proses juga menunjukkan uraian kegiatan, waktu jarak serta simbul-simbul yang dipakai.
Bagan ini untuk mencatat kegiatan apa pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Setelah dibuat bagan aliran proses dari kegiatan yang di-lakukan sekarang kemudian diadakan pengamatan, kegiatan-kegiatan apa yang sekiranya tidak perlu di lakukan oleh pekerja itu dihilangkan, kemudian di buat bagan aliran proses yang sudah diadakan per- baikan-perbaikan.
b. Langkah-langkah Penyusunannya
Langkah-langkah dalam menyusun bagan aliran proses adalah sebagai berikut:
1). Mencatat uraian kegiatan para pekerja.
2). Mempersiapfcan formulir atau bagan aliran proses yang akan digunakan.
3). Memahami arti dari simbul-simbul yang digunakan dalam menyusun bagan aliran proses.
4). Mengamati dan membuat aliran serta mencatat waktu dari kegiatan pertama ke kegiatan berikutnya yang dilakukan oleh para pekerja.
5). Menganallsa kegiatan-kegiatan mana yang sebenarnya tidak perlu dilakukan dan kegiatan- kegiatan mana yang harus tetap dilakukan
Kecelekaan Kerja
Kecelakaan Kerja adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda, korban jiwa / luka / cacat maupun pencemaran. Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat adanya hubungan kerja, (terjadi karena suatu pekerjaan atau melaksanakan pekerjaan ).
Sebab-sebab kecelakaan kerja
Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :
1. Manusia.
2. Manajemen ( unsur pengatur ).
3. Material ( bahan-bahan ).
4. Mesin ( peralatan ).
5. Medan ( tempat kerja / lingkungan kerja ).
Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.:
1. Unsur Manusia, antara lain :
• Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan.
• Kurangya pengetahuan / keterampilan.
• ketidakmampuan fisik / mental.
• Kurangnya motivasi.
2. Unsur Manajemen, antara lain :
• Kurang pengawasan.
• Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat.
• Kesalahan prosedur operasi.
• Kesalahan pembinaan pekerja.
3. Unsur Material, antara lain :
• Adanya bahan beracun / mudah terbakar.
• Adanya bahan yang mengandung korosif.
4. Unsur Mesin, antara lain :
• Cacat pada waktu proses pembuatan.
• Kerusakan karena pengolahan.
• Kesalahan perencanaan.
5 Unsur Medan, antara lain :
• Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).
• Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.
Pencegahan kecelakaan Kerja
Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu :Manusia, Perangkat keras dan Perangkat lunak. Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan adalah dengan pendekatan kepada ketiga unsur kelompok tersebut, yaitu :
1. Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :
a. Pemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.
b. Pembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan pekerjaannya.
c. Pembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan keperluan perusahaan.
d. Pengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengkap dan jelas.
e. Pengawasan dan disiplin yang wajar.
2. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :
a. Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja.
b. Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan, penyimpanan dan penggunaan bahan produksi secara tepat sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku.
c. Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.
d. Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.
e. Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.
3. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level manajemen, antara lain :
a. Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.
b. Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.
c. .Penentuan pelaksanaan pengawasan, melaksanakan dan mengawasi sistem/prosedur kerja yang benar.
d. Pembuatan sistem pengendalian bahaya.
e. Perencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang terpadu.
f. Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan.Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada
Popularity: 1% [?]


