Resensi Buku “Rubai’yat Umar Khayyam”

Nama : Alky Jatisantosowibowo

NPM   : 20208094

Kelas  : 2eb11

Untitled-1

Judul Buku                            : Rubai’yat Umar Khayyam

Penerjemah (Inggris)       : Peter Avery dan John Heath-Stubbs

Penerjemah (Indonesia) : Hartojo Andangdjaja

Penerbit                                 : PT. Dunia Pustaka Jaya, Jakarta

Cetakan, tahun                    : I, 2009.

Tebal                                        : 135 halaman

Omar Khayyam (1048-1131 M) adalah seorang penyair paling masyhur pada zamanya. Ia juga dikenal sebagai seorang filsuf, matematikawan, astronom, ilmuan dan ahli kedokteran. Sejak sajak empat baris-nya (kwatrin) atau ”Rubaiyat” diterjemahkan untuk pertama kalinya ke dalam bahasa Inggris oleh Edwad J FitzGerald pada tahun 1859, Omar Khayyam menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dunia dan meneguhkan dirinya sebagai pencipta Rubaiyat yang tangguh.

Rubai, diucapkan rubáí, dalam bentuk jamak rubáíyát, ialah untaian puisi Persia berlarik dua, yang masing-masing terbagi menjadi dua paro-larik (hemistich) sehingga sekaliannya merupakan empat paro-larik, dank arena itulah dinamakan rubáí, sebuah kata Arab yang berarti ‘empatan’. Orang Persia juga menyebutnya bentuk puisi taraneh, ‘rengutan’, atau untuk suatu bentuk yang amat dekat dengan itu, dobaiti, ‘ yang berlairik dua’. Yang pertama, kedua dan terakhir dari paro-larik harus bersajak, sedangkan yang ketiga tak perlu bersajak dengan tiga paro-larikn lainnya.

Ruba’iyat Umar Khayyam sebnarnya berbahasa Persia, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan dijadikan sebuah buku yang berjudul “The Rubai’yat of Omar Khayyam” oleh Peter Avery dan John Heath-Stubbs. Kemudian  diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia oleh Hartojo Andangdjaja. Terjamahan dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Dunia Pustaka Jaya.

Buku ini membahas mengenai pengertian ruba’I dan memperkenalkan seorang penyair hebat yang pernah hidup pada tahun (1048-1131 M), yaitu: Omar Khayyam. Di dalam buku ini juga terdapat karya-karya sang penyair. Karya-karya itupun telah diseleksi oleh beberapa ahli: seleksi Sadiq Hidayat dan seleksi Muhammad’Ali Furughi dan Qasim Ghani.

Salah satu buah karya nya yang suadh diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

  1. Sleksi Sadiq Hidayat: Rahasia Penciptaan.

Meski tampan wajahku dan indah warna kulitku,

Pipi bagai bunga tulip, bentuk tubuh pohon saru,

Namun tak jelas kenapa Pelukis Baka meriasku demikian,

Untuk tampil di bedeng pertunjukan dunia yang berdebu

(halaman 55).

  1. seleksi Muhammad’Ali Furughi dan Qasim Ghani.

Tak seorang berkuasa atas jentera angkasa,

Bumi tak kenyang-kenyangnya menelan manusia;

Kau pongah mengatakan ia tak melahapmu,

Jangan tergesa berkata. Kini belum lagi nanti tiba saatnya

(halaman 100).

Sebagai sebuah buku terjemahan mengenai sejarah dan rubai’yat karya Umar Khayyam, buku  ini memiliki informasi yang layak untuk diketahui. Dalam membacanya, kita dapat mengetahui fakta sejarah dan puisi yang indah mengenai kehidupan, sehingga kita mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan. Selamat membaca!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image