SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

  1. 1. AWAL PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
  • Auguste Comte, filsafat Perancis abad ke-19 (1798-1857)
  • Sebelum Comte, yaitu Plato (429-347 SM)
  • Aristoteles (384-322 SM)
  • Akhir abad pertengahan (1372-1404), filsuf Arab Ibnu Khaldun.
  • Zaman Renaisance (1200-1600) yaitu Thomas More terkenal dengan UTOPIA-NYA DAN CAMPANELLA yang kemudian menulis CITY OF THE SUN.

Auguste Comte membagi tiga tahap perkembangan intelektual yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap-tahap sebelumnya :

  1. I. Tahap Teologi atau Fiktif

Dimana manusia menafsirkan gejala-gejala sekelilingnya secara teologis atau dasar pemikiran manusia yang masih primitive.

  1. II. Tahap Metafisika

Dimana manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala pasti terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya dapat ditentukan.

  1. III. Tahap Merupakan Tugas Ilmu Pengetahuan Positif

Berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan memusatkan perhatian pada gejala yang bersifat nyata dan konkrit.

  1. 2. TIMBULNYA SOSIOLOGI MODERN
  • Filsafat yang dikenal sebagai MASTER SCIANTRUM (Induk semua ilmu pengetahuan)
  • Pertengahan abad 20 adanya perubahan mewarnai sosiologi, yang dilakukan oleh Emile Durkheim (1858-1917)
  • W. I. Thomas (1863-1947), yang memberikan perkembangan baru di Amerika Serikat.
  • Pada saat Perang Dunia II dan terus berlangsung sampai sekarang.

  • Ilmuan Herbert Spencer (1176) yang menggabungkan teori penting tentang evolusi social. Dengan merubah masyarakat yang primitive menjadi masyarakat industry.
  • Seorang sosiolog Amerika Lesward (1883) menerbitkan karyanya Dinamic Sociology. Perkembangan sosiologi dapat digerakan melalui aktivtas social yang hubungannya dapat dilakukan oleh para sosiolog.
  • Emile Durkheim, pada tahun 1895 menulis Rule Of sociological Method, yang klasifikasi studinya adalah kelompok masyarakat di bebeerapa Negara.
  • Max Weber (1884-1920), Ilmu sosiologi itu berdasarkan gejala dunia kehidupan bersama.
  1. 3. SOSIOLOGI DI INDONESIA

Prof. DR. Soerjono Soekanto perkembangan sosiologi di Indonesia ada 2 metode, yaitu :

  1. Perkembangan sosiologi sebelum perang dunia II sebelum proklamasi para pujangga dan pemimpin Indonesia telah memasuki unsure-unsur sosiologi ke dalam ajarannya :
  • Sri Paduka Mangkunegara IV dari Surakarta yang terkenal dengan ajaran Wulang Reh.
  • Alm. Ki. H. Dewantara sosiologi tidak digunakan dalam satu ajaran ataupun teori murni sosiolog, tetapi untuk Ajaran Tata Hubungan Antara Manusia Dan Pendidikkan.
  • Karya-karya sarjana Belanda : Snouck Hurgronye, Van Vollen Hoven, Ter Hear dll, yyang mengambil masyarakat sebagai obyek obyek perhatian unsure-unsur sosiologi dan dikupas secara ilmiah.
  • Periode Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta (Recht Hongeschool). Pada tahun 1934/1935 bahwa ditempat ini tidak diberikan pelajaran kuliah, kerana tidak adanya hubungannya dalam pelajaran hukum.
  1. perkembangan sosiologi setelah Perang Dunia II : Suasana Revolusi fisik terasa kehausan golongan terpelajar akan ilmu pengetahuan untuk membantu usaha-usaha mereka dalam hal memahami perubahan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia.

4. RINGKASAN

  1. Auguste Comte (Bapak Sosiologi) filsuf Perancis (Awal abad 19/ 1798-1857).
  2. Sebelum Auguste Comte ada : Plato, Thomas More, Campanelia merupakan pemuka dalam perkembangan sosiologi.
  3. Ada pun hambatan yang terjadi dalam perkembangan sosiologi yaitu adanya perlawanan dari mereka yang meragukan adanya kemungkinan untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan karena di awal perkembangan sosiologi belum ada ahli-ahlinya.
  4. Comte membedakan ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan ilmu-ilmu lain, yaitu dalam 3 tahap : Teologis atau fiktif, Metafisika, dan Perkembangan Manusia.
  5. Timbulnya sosiologi modern diawali proses perubahan bentuk dari cabang filsafat social kesatuan cabang ilmu. Pada abad ke 19 dan 20 sosiologi menunjukkan adanya perubahan. Orang yang berpengaruh terhadap hal ini adalah Emile Durkheim (1858-1917) dan W.I. Thomas (1863-1947). Sosiologi di Indonesia sebelum Perang Dunia II : Sri Paduka Mangkunegara IV (Surakarta), Mengajarkan Wulang Rei (Tata hubungan antara para anggota masyarakat jawa), konsep-konsep kepemimpinan dan kekeluargaan yang diterapkan dalam organisasi pendidikkan Taman Siswa oleh Ki. H. Dewantara

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image