Stratifikasi Sosial

STRATIFIKASI SOSIAL


Stratifikasi sosial adalah pembeda atau pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat.

Max weber mendefinisikan Stratifikasi Sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, hak istimewa, dan prestise.

Perwujudan pelapisan didalam masyarakat dikenal dengan istilah kelas-kelas sosial. kelas- kelas sosial terdiri atas :

  1. Kelas sosial tinggi (upper class)
  2. kelas sosial menengah (middle class)
  3. kelas sosial rendah (lower class)

Kelas sosial tinggi biasanya dimiliki oleh para pejabat atau penguasa dan pengusaha kaya.

Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial
faktor-faktor penyebabnya adalah kemampuan atau kepandaian, umur, fisik, jenis kelamin, sifat keaslian keanggotaan masyarakat, dan harta benda.

Dasar Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat
Ukuran yang dipakai untuk menggolongkan seseorang pada suatu lapisan tertentu adalah ukuran kumulatif dan bukan ukuran tunggal.

Status atau Kedudukan
Status atau Kedudukan menunjukkan hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat.
1. Ascribed Status adalah kedudukan yang diperoleh secara otomatis tanpa usaha.
2. Achieved Status adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan usaha atau disengaja.
3. Assigned Status merupakan kombinasi dari perolehan status melalui usaha dan status yang diperoleh secara otomatis.

Konflik status individual adalah konflik status yang dirasakan oleh seseorang dalam batinnya sendiri.
Konflik status antarkelompok adalah konflik kedudukan atau status yang terjadi antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain.
Konflik status antarindividual adalah konflik status yang terjadi antara individu yang satu dan yang lain.

Peranan (Role)
Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status. Kedudukan dan peranan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa kedudukan. Kedudukan tidak berfungsi tanpa peranan.
Peranan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang karena dengan peranan, ia akan dapat mengatur dirinya sendiri dan orang lain.

Sifat Stratifikasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya, stratifikasi sosial dibedakan menjadi stratifikasi sosial tertutup, stratifikasi sosial terbuka, dan stratifikasi campuran.
1. Stratifikasi sosial tertutup (closed social stratification)
Stratifikasi ini adalah bentuk strata yang anggota dari setiap stratanya sulit mengadakan mobilitas vertikal.
2. Stratifikasi sosial terbuka (opened social stratification)
Stratifikasi ini bersifat demokratis. Setiap anggota strata dapat bebas berpindah strata sosial, baik vertikal maupun horizontal. Contoh seseorang yang berusaha menjadi orang kaya dengan bekerja keras dan menuntut ilmu.
3. Stratifikasi sosial campuran.
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image