BAB III Macam-macam Komunikasi

Nama : Devi Puspitasari
NPM : 31208478
Kelas : 2 DD04

BAB III
Macam-macam Komunikasi

1. Komunikasi menurut Cara Penyampaian
Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain, namun tidak semua orang dapat secara terampil berkomunikasi. Oleh karena itu peril dikenali berbagai cara penyampaian informasi. Kiranya tidak terlalu sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi.
Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi Lisan
 Yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat.
 Yang terjadi secara tidak langsung karena tidak dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan dan sebagainya.
b. Komunikasi Tertulis
 Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks.
 Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
 Spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
 Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

2. Komunikasi menurut Perilaku
Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan :
o Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan.
o Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi didalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung.
o Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan.

3. Komunikasi menurut Maksud Komunikasi
Komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut
• Memberi prasaran
• Memberi perintah atau tugas
• Berpidato
• Wawancara
• Memberi ceramah
Dengan demikian inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

4. Komunikasi menurut Ruang Lingkup
Dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
Komunikasi internal
Komunikasi ini dibedakan menjadi :
• Komunikasi vertikal, yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan.
• Komunikasi horisontal yang terjadi didalam ruang lingkup organisasi / kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
• Komunikasi diagonal yang terjadi didalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pda posisi tidak sejalur vertikal.
Komunikasi eksternal
Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
a. Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya
b. Koperensi pers
c. Siaran televise, radio dan sebagainya
d. Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat dan sebaginya.

5. Komunikasi menurut Aliran Informasi
Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi satu arah (simplex)
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (One Way Communication).
 Komunikasi dua arah
Komunikasi yang bersifat timbal balik (Two Ways Communication)
 Komunikasi ke atas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan
 Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan

 Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.
6. Komunikasi menurut Jaringan Kerja
Komunikaasi menurut Jaringan kerja dapat dibedakan menjadi :
o Komunikasi jaringan kerja santai
Komunikasi ini terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
o Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi ini terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran.
o Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

7. Komunikasi menurut Peranan Individu
Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
 Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
 Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
 Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih
Dalam komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

8. Komunikasi menurut Jumlah yang Berkomunikasi
Jumlah berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi ini dilaksanakan. Untuk itu komunikasi ini dapat dibedakan menjadi :

1. Komunikasi Perseorangan
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga.
2. Komunikasi Kelompok
Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok, maka komunikasi kelompok nampak lebih terbuka bila dibanding dengan komunikasi perseorangan.

Daftar Pustaka :
elearning.gunadarma.ac.id

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

BAB III Macam-macam Komunikasi

Nama : Devi Puspitasari
NPM : 31208478
Kelas : 2 DD04

BAB III
Macam-macam Komunikasi

1. Komunikasi menurut Cara Penyampaian
Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain, namun tidak semua orang dapat secara terampil berkomunikasi. Oleh karena itu peril dikenali berbagai cara penyampaian informasi. Kiranya tidak terlalu sulit untuk mengenali cara-cara penyampaian informasi dalam komunikasi.
Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi Lisan
 Yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka, misalnya dialog dua orang, wawancara maupun rapat.
 Yang terjadi secara tidak langsung karena tidak dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan dan sebagainya.
b. Komunikasi Tertulis
 Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks.
 Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
 Spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.
 Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.

2. Komunikasi menurut Perilaku
Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan :
o Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan.
o Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi didalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung.
o Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan.

3. Komunikasi menurut Maksud Komunikasi
Komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut
• Memberi prasaran
• Memberi perintah atau tugas
• Berpidato
• Wawancara
• Memberi ceramah
Dengan demikian inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

4. Komunikasi menurut Ruang Lingkup
Dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
Komunikasi internal
Komunikasi ini dibedakan menjadi :
• Komunikasi vertikal, yang terjadi dalam bentuk komunikasi dari atasan kepada bawahan.
• Komunikasi horisontal yang terjadi didalam ruang lingkup organisasi / kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sejajar.
• Komunikasi diagonal yang terjadi didalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pda posisi tidak sejalur vertikal.
Komunikasi eksternal
Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
a. Eksposisi, pameran, promosi, publikasi dan sebagainya
b. Koperensi pers
c. Siaran televise, radio dan sebagainya
d. Bakti sosial, pengabdian pada masyarakat dan sebaginya.

5. Komunikasi menurut Aliran Informasi
Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi satu arah (simplex)
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (One Way Communication).
 Komunikasi dua arah
Komunikasi yang bersifat timbal balik (Two Ways Communication)
 Komunikasi ke atas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan
 Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan

 Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.
6. Komunikasi menurut Jaringan Kerja
Komunikaasi menurut Jaringan kerja dapat dibedakan menjadi :
o Komunikasi jaringan kerja santai
Komunikasi ini terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
o Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi ini terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran.
o Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

7. Komunikasi menurut Peranan Individu
Dalam komunikasi ini peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam antara lain :
 Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.
 Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
 Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih
Dalam komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

8. Komunikasi menurut Jumlah yang Berkomunikasi
Jumlah berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi ini dilaksanakan. Untuk itu komunikasi ini dapat dibedakan menjadi :

1. Komunikasi Perseorangan
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga.
2. Komunikasi Kelompok
Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok, maka komunikasi kelompok nampak lebih terbuka bila dibanding dengan komunikasi perseorangan.

Daftar Pustaka :
elearning.gunadarma.ac.id

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share

Post a Response

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image